teori atom

Penjelasan Teori Atom dan Gamabaran Modelnya

Total
0
Shares

Apa Itu Atom? Atom adalah partikel yang sangat kecil yang tidak kasat mata. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang atom dan teori atom menurut para ahli dan berbagai sumber.

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya manusia tidak pernah lepas dari yang namanya atom. Hanya saja kebanyakan manusia sering tidak sadar dengan keberadaan atom ini. Sebab, atom merupakan sebuah partikel kecil yang tak kasat mata yang ada di sekitar manusia.

Pada artikel kali ini kita akan membahasa teori atom dari berbagai sumber. Bahkan beberapa kali seperti filsuf Yunani yang bernama Leucippnus dan Democitrus mengatakan bahwa semua materi terusun atas partikel-partikel kecil yang tak terbagi.

Nah, materi yang kecil dan tidak dapat terbagi inilah disebut dengan atom. Sayangnya, pada abad ke 18, pemikiran dari para filosofis tersebut tidak diterima.

Hingga akhirnya Jhon Dolton berhasil menjelaskan sebuah hukum dengan dasar hukum kimia, hukum perbandingan tetap, dan hukum kekekalan masa.

Hingga muncullah banyak teori atom yang bermunculan. Berikut ini adalah beberapa teori atom yang harus Anda tahu.

Penjelasan Teori Atom

teori atom

1. Jhon Dalton

Berikut ini adalah teori atom menurut Jhon Dalton:

  • Menurut Jhon Dalton, setiap unsur yang terdiri atas artikel yang sangat kecil bisa dikatakan sebagai atom.
  • Semua unsur atom juga berasal dari unsur-unsur yang identik. Namun, setiap unsur atom satu berbeda dengan unsur atom yang lainnya.
  • Atom yang berasal dari satu unsur tidak dapat diubah menjadi unsur atom lainnya meskipun menggunakan reaksi kimia. Sebab, atom tidak dapat diciptakan serta tidak dapat pula dihilangkan dengan menggunakan reaksi kimia.
  • Sebuah senyawa terbentuk atas kombinasi ayom yang berasal dari unsur-unsur yang berbeda dengan rasio yang lebih spesifik.

Berdasarkan teori atom tersebut memberikan cukup gambaran bahwa model atom yang dikemukakan oleh Jhon Dalton seperti sebuah bola pejal atau bola billiard. Hal ini juga yang membuat teori ini lebih dikenal dengan nama teori atom seperti bola pejal.

2. J.J. Thomson

Tepat pada tahun 1897, seorang ahli yang bernama J.J. Thomson melakukan sebuah eksperimen dengan menggunakan sinar katoda. Dalam eksperimen ini ternyata menunjukkan bahwa sinar katoda dapat terbelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik.

Dari eksperimen tersebut menyatakan bahwa sinar katoda ini merupakan hasil dari partikel-partikel yang bermuatan listrik. Adapun hasil ekperimen yang dilakukan dengan medan listrik menunjukkan bahwa siar katoda berbelok ke arah kutub yang bermuatan positif.

Dari hasil eksperimen ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan hasil dari radiasi partikel yang bermuatan negatif. Oleh sebab itu, partikel yang berasal dari sinar katoda ini disebut dengan elektron.

Berdasarkan penemuan elektron ini dapat ditarik kesimpulan bahwa elektron yang terdapat dalam atom bermuatan negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa elektron yang memiliki muatan negatif terbesar dapat dikatakan sebuah sebuah bola yang bermuatan positif.

Gambaran model atom yang dikemukakan oleh J.J. Thomson ini dikenal dengan model atom roti kismis. Dalam hal ini kismis diibaratkan seperti elektronnya dan roti diibaratkan seperti bola yang bermuatan positifnya.

3. Rutherford

Ernest Rutherford atau yang lebih dikenal dengan nama Ruther Ford merupakan salah satu pencetus teori atom. Ada tahun 1911, ia melakukan sebuah eksperimen dimana ia menembakkan partikel alfa yang merupakan partikel bermuatan posifif pada lempeng ems yang tipis.

Berdasarkan eksperimen tersebut, Rutherford menemukan jka partikel alfa dapat menembus lempeng emas namun hanya saja sebagian saja yang mengalami pemantulan dan pembelokkan.

Dari eksperimen yang dilakukan oleh Rutherford ini ia mengambil kesimpulan bahwa di dalam atom terdapat ruang kosong dimana di dalamnya terdapat inti yang berbentuk padat pejal yang bermuatan positif.

Nah, bagian inilah yang disebut dengan ini atom dimana di sana elektron-elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti atom tersebut.

4. Bohr

Teori atom selanjutnya datang dari Neils Bohr atau kerap disapa Bohr. Pada tahun 1913, Bohr menyatakan sebuah teori yang menyatakan bahwa fenomena sinar yang berasal dari unsur-unsur ketika api dinyalakan atau saat mendapatkan tegangan yang tinggi.

Dalam model ini secara khusus diterangkan model atom hidrologi dimana digunakan untuk menjelaskan sebuah fenomena spektrum garis atom hidrogen.

Menurut Bohr, elektron-elektron yang bermuatan negatif ini mengelilingi inti atom yang memiliki jarak yang berbeda-beda layaknya orbit planet yang mengelilingi matahari.

Oleh sebab itu, model atom yang dikemukakan oleh Bohr ini disebut dengan model atom tata surya. Dalam hal ini ia mengatakan bahwa setiap lintasan dari orbit elektron memiliki tingkatan yang berbeda-beda dimana semakin jauh dari lintasan dari inti maka akan semakin besar juga tingkatan energi yang dimiliki.

Adapun lintasan elektron disebut dengan nama kulit elektron. Nah, ketika si elektron ini jatuh dari orbit luar menuju ke orbit dalam, maka sinar yang diradiasikan akan bergantung pada tingkatan energi kedua lintasan ini.

5. Mekanika Kuantum

Teori atom selanjutnya datang dari teori mekanika kuantum yang dipelopori oleh Louise de Brogile pada tahun 1924. Dalam teori ini, Louise Brogile menyatakan bahwa dualisme partikel gelombang memiliki materi yang sifatnya sama seperti gelombang. Sama halnya dengan elektron yang memiliki sifat seperti gelombang.

Di tahun 1926, Erwin Scheodinger juga merumuskan persamaan matematis yang disebut dengan nama persamaan Gelombang Schrodinger dimana persamaan ini digunakan untuk menghitung sifat dari parikel dari gelombang elektron.

Di tahun 1927, Werner Heisenberg juga mengajukan sebuah asas ketidakpastian yang menyatakan bahwa elektron tidak bisa ditentukan dengan pasti, hanya saja elektron dapat ditentukan berdasarkan dengan peluang posisinya.

Dari teori-teori dualisme gelombang inilah yang mencetuskan sebuah teori yang bernaama teori mekanika kuantum. Adapun penyelesaian dari persamaan Schrodinger ini menghasilkan sebuah fungsi gelombang yang dinamakan dengan orbital.

Adapun orbital sendiri digambarkan seperti awan elektron dimana semakin rapat awan tersebut maka akan semakin tinggi peluang elektron dan sebaliknya. Hal ini juga yang menyebut model atom mekanika kuantum disebut dengan nama model awan elektron.

Namun, sebelum itu tepatnya pada tahun 1919 Rutherford suah berhasil menemukan partikel yang bermuatan positif yang disebut dengan proton berdasarkan eksperimen tenang penembakan partikel alfa yang dliakukan pada atom nitrogen yang dilakukan di udara.

Selain itu, di tahun 1932, James Chadwick juga melakukan sebuah eksperimen dimana ia berhasil menemukan partikel netral yang disebut dengan neutron. Penemuan ini dilakukan pada eksperimen bombardir partikel alfa yang dilakukan pada berbagai macam unsur.

Dari berbagai penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model awan elektron atau kuantum elektron ini terdiri atas elektron-elektron yang memiliki muatan negatif dan bergerak sangat cepat mengelilingi atom. Dalam hal ini elektron juga tersusun atas proton yang bermuatan positif dan neutron yang tak bermuatan atau netral.

Dari penjelasan teori atom tersebut menunjukkan bahwa setiap tokoh memiliki teori tersediri dimana atom seperti bola pejal, seperti roti kismis dan hingga menemukan teori mekanika kuantum yang menggabungkan beberapa teori sebelumnya.

Semoga dengan adanya teri ini dapat menambah wawasan kita semua bahwa di dunia ini terdapat partikel yang sangat kecil dan tidak dapat diubah yang bernama atom. BACA JUGA: Penjelasan Teori Kinetik Gas

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
pidato persuasif

Kumpulan Contoh Pidato Persuasif

Contoh pidato persuasif merupakan salah satu dari jenis pidato yang ada di kehidupan sehari-hari. Pidato sendiri merupakan kegiatan berbicara di depan khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikandalam event tertentu. Sebagai salah…
View Post