Suku Batak

Mengenal Suku Batak: Sejarah, Rumah Adat, dan Ciri Khasnya

Total
0
Shares

Suku Batak – Sebagai salah satu suku yang cukup besar yang mendiami wilayah Indonesia. Perlu diketahui, bahwa hampir di semua provinsi di Indonesia terdapat keluarga orang Batak yang mendiami beberapa kota besar di Indonesia tersebut.

Namun, jika ditarik dari origin-nya, maka suku ini berasal dari Sumatera, tepatnya di kawasan Sumatera Utara. Nah, suku ini memiliki kebiasaan yang cukup unik, terutama terkait perkawinan.

Dalam hal ini, orang Batak cenderung mencari jodoh atau pasangan hidup yang berasal dari marga yang sama. Hal inilah yang membuat hubungan kekerabatan mereka bisa dikatakan sangat dekat.

Selain memiliki jumlah anggota suku yang banyak dan tersebar di berbagai provinsi yang berbeda di luar Sumatera Utara, suku Batak juga memiliki beberapa fakta yang menarik untuk disimak.

Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang beberapa fakta unik terkait orang-orang Batak untuk mengenal lebih dekat suku ini.

Sejarah Suku Batak

Suku Batak

Sebelum membahas tentang beberapa fakta menarik seputar suku Batak, maka ada sejarah suku ini yang harus diketahui. Memahami sejarah orang Batak merupakan hal yang cukup penting. Dengan pemahaman ini, maka tentu saja Anda bisa mengenal orang Batak dengan lebih lengkap.

Nah, menurut beberapa catatan, orang Batak adalah suku penutur bahasa Austronesia di mana bahasa dan bukti arkeologi menunjukkan suku penutur ini berasal dari Taiwan yang sudah berpindah ke Filipina dan Indonesia sekitar 2.500 tahun yang lalu atau pada saat zaman batu muda.

Akan tetapi, hingga saat ini, belum diketahui kapan nenek moyang dari orang Batak tersebut pertama kali berada di kawasan Sumatera. Namun, dari bukti yang ditemukan oleh ahli arkeologi, diduga suku tersebut masuk ke wilayah Sumatera dan menetap di bagian utara Sumatera pada zaman logam.

Bahasa Suku Batak

Sebagaimana suku lain yang ada di Indonesia, suku ini juga memiliki bahasa daerah yang berbeda. Namun, secara umum, orang-orang Batak menggunakan bahasa Melayu, sesuai dengan daerah tinggal mereka yang termasuk Semenanjung Melayu.

Hanya saja, setiap sub suku memiliki logat yang berbeda-beda. Misalnya, orang Batak Karo memiliki logat Karo, sementara orang Batak Simalungun menggunakan logat Simalungun, dan sebagainya. Namun, meskipun berbeda logat, kosakata yang digunakan ada yang sama.

Kesenian Suku Batak

Perihal kesenian, orang Batak termasuk suku yang cukup mahir dalam beragam macam kesenian. Salah satu kesenian yang sangat terkenal di Batak adalah tari tor-tor. Ini adalah salah satu tari tradisional yang masih lestari hingga saat ini.

Nah, perlu diketahui bahwa tarian dari orang Batak ini memiliki sifat magis. Dulu, tarian ini merupakan bagian dari upacara adat yang cukup kental dengan aroma mistis. Namun, sekarang ini, tari tor-tor juga masuk menjadi salah satu kebudayaan yang ditampilkan untuk keperluan wisata.

Selain itu, orang Batak juga memiliki alat musik tradisional. Alat musik yang dimaksud adalah gong dan saga-saga. Kedua alat musik ini seringkali digunakan dalam upacara-upacara adat atau pertunjukan kesenian. Hingga saat ini, alat musik ini masih dimainkan di waktu-waktu tertentu.

Ciri Khas Suku Batak

Ciri Khas Suku Batak

Sebagaimana disinggung di awal bahwa suku Batak adalah salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia. Suku ini mendiami beberapa provinsi di Indonesia dan berbaur dengan suku lainnya.

Dilihat dari detail ini bisa dilihat bahwa suku ini bisa dikatakan cukup modern dan tidak menutup diri dari komunitas atau suku lainnya.

Nah, apa saja fakta menarik dari suku Batak ini? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

1. Memiliki Beberapa Sub Suku

Salah satu fakta menarik dari suku Batak adalah suku ini memiliki beberapa sub suku. Kondisi ini sama dengan suku Jawa. Dengan adanya sub suku ini, orang-orang Batak membentuk kelompok yang lebih kecil dan membuat jumlah keturunan suku ini semakin banyak.

Nah, adapun beberapa sub suku dari orang-orang Batak adalah Batak Toba, Batak Karo dan Batak Simalungun. Beberapa sub suku ini menyebar ke beberapa provinsi dan membentuk komunitas baru. Namun, meskipun terdiri dari beberapa sub suku, hubungan kekerabatan antar sub suku tetap baik dan rukun.

2. Menikah dengan Sepupu

Sebagaimana disinggung di awal bahwa suku Batak adalah salah satu suku yang memiliki aturan unik terkait pernikahan. Dalam hal ini, orang-orang Batak biasa menikah dengan sepupu.

Namun, tentu sepupu yang dimaksud bukan asal-asalan karena tidak semua sepupu bisa menikah satu sama lain. Terkait aturan pernikahan ini, sepupu yang dimaksud adalah jika anda perempuan, maka Anda bisa menikah dengan anak laki-laki dari adik perempuan ayah.

Sedangkan jika Anda laki-laki, maka Anda bisa menikah dengan anak perempuan dari adik laki-laki ibu. Aturan ini memang cukup rumit.

Namun, berkat adanya cara pernikahan ini, hubungan kekerabatan mereka sangat kuat dan begitu kental. Meskipun terpisah jauh, mereka akan tetap mengenal keluarga besar dengan sangat baik.

3. Martarombo

Fakta menarik dari suku Batak adalah martarombo. Ini sebenarnya adalah kebiasaan dari orang-orang Batak. Mereka suka bertutur dan mencari-cari hubungan saudara satu dengan lainnya.

Ketika mereka bertemu orang lain, hal yang biasa ditanyakan adalah apa marga dari orang tersebut. Jika sudah, maka ia akan mencoba mencari pertalian dengan marganya sendiri.

Nah, dalam hal ini bisa digambarkan bahwa suku Batak termasuk suku yang ramah terhadap orang lain. Selain itu, kebiasaan ini membuat orang-orang Batak bisa mengenal keluarga besar mereka dan memperkuat silaturahmi antar marga dalam satu suku.

4. Tuhor

Pernahkah Anda mendengar istilah tuhor dalam tradisi suku Batak? Nah, istilah ini berkaitan dengan pernikahan orang-orang Batak. Dalam hal ini, tuhor artinya adalah ‘membeli’ perempuan ketika ia akan dilamar oleh seorang laki-laki.

Dalam hal ini, besaran uang tuhor tergantung dari tingkat pendidikan si perempuan tersebut. Tentu, semakin tinggi pendidikan si perempuan atau semakin tinggi posisi pekerjaan dari si perempuan tersebut, maka besaran uang tuhor akan semakin besar pula.

Nah, sebagian orang-orang Batak masih memegang erat tradisi yang satu ini dan senantiasa mengaplikasikan adat ini dalam pernikahan sanak saudara mereka. Namun, untuk orang Batak yang bisa dikatakan lebih moderat, tradisi ini sudah tidak dilakukan lagi. Salah satu alasannya adalah terkadang, tuhor memberatkan pasangan yang ingin menikah.

5. Mandok Hata

Mandok hata adalah salah satu kebiasaan yang cukup unik dari suku Batak. Ya, kebiasaan ini adalah bercakap-cakap menjelang tahun baru. Nah, menjelang tahun baru, keluarga orang Batak akan berkumpul dengan keluarga besar mereka.

Dalam perkumpulan ini, mereka akan bercerita tentang refleksi apa yang terjadi satu tahun yang lalu. Selain itu, mereka akan saling meminta maaf dan kemudian merencanakan apa yang ingin dicapai di tahun yang akan datang.

Biasanya, orang-orang tua akan bercerita terlebih dahulu mengenai pengalaman yang mereka miliki. Ini adalah salah satu kebiasaan yang membangun kerukunan kekerabatan dari suku Batak.

Dengan adanya kebiasaan ini, kekerabatan orang-orang Batak akan senantiasa hangat dan jauh dari masalah atau pertikaian antar keluarga.

6. Tidak Boleh Menikah Satu Marga

Meskipun orang Batak suka mencari marga orang lain dan kemudian mengaitkannya dengan marganya sendiri, namun ada aturan yang menyatakan bahwa mereka tidak boleh menikah dengan satu marga atau satu saudara dalam silsilah.

Namun, tidak semua marga menerapkan aturan ini. Hanya beberapa marga saja yang hingga kini masih menggunakan aturan ini. Oleh karenanya, beberapa orang Batak akan bertanya terlebih dahulu apa marga dari seseorang yang ia cintai agar tidak melanggar aturan yang sudah turun temurun ditentukan tersebut.

7. Mangulosi

Salah satu fakta menarik lainnya dari orang-orang Batak adalah mangulosi. Mangulosi atau ulos adalah kain tradisional yang berasal dari Batak. Kain ini sama saja dengan kain batik dari Jawa ataupun kain tenun dari Nusa Tenggara.

Nah, di Batak, ada beberapa ulos atau kain khas yang tersedia tergantung dari fungsi pemakaiannya. Dalam hal ini, biasanya ulos digunakan untuk beberapa acara dan upacara.

Adapun beberapa upacara yang menggunakan jenis kain ini adalah upacara pernikahan dan kematian. Selain untuk upacara, kain in terkadang digunakan untuk menunjukkan strata atau kedudukan seseorang dalam lingkungan sosial.

Rumah Adat Suku Batak

Rumah Adat Suku Batak

Sebagaimana diketahui, setiap suku di Indonesia biasanya memiliki rumah khas yang unik. Hal yang sama juga terjadi pada suku Batak. Nah, terkait rumah, orang-orang Batak memiliki pemikiran yang unik.

Rumah dari orang Batak memiliki desain dan konsep yang begitu unik, terutama dengan bentuk atap yang menjulang dan lancip. Selain itu, setiap bangunan rumah orang Batak memiliki makna yang tersirat dan sarat dengan hal filosofis.

Salah satu contohnya adalah pada konsep rumah panggung, terdapat pintu yang rendah. Nah, makna pintu yang rendah ini adalah sebagai tamu seharusnya menghormati tuan rumah serta mengikuti aturan-aturan yang ada di dalam rumah yang sudah ditetapkan oleh sang pemilik.

Cecak dan Orang Batak

Anda pasti tahu bukan tentang hewan Cecak? Nah, salah satu fakta menarik dari kehidupan orang-orang Batak adalah hewan ini merupakan lambang dari orang Batak.

Layaknya cecak yang ada di mana-mana, mulai dari rumah yang berukuran kecil sampai besar, di perkampungan atau perkotaan, demikianlah seharusnya orang Batak hidup.

Makna dari hewan ini adalah orang Batak harus bisa hidup di lingkungan yang berbeda dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

Mereka harus tangguh dan tahan banting untuk menghadapi masalah di tempat yang berbeda. Inilah salah satu dasar kenapa orang-orang Batak banyak merantau ke luar daerah.

Nah, demikian beberapa ulasan terkait suku Batak, sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia. Sebagai tambahan, terkait agama, orang-orang Batak sudah memeluk agama dan bebas dari animisme –meskipun ada beberapa kalangan yang masih percaya ajaran nenek moyang.

Secara umum, orang-orang Batak sudah memeluk Islam, Kristen, Katolik dan lainnya sebagai jalan hidup mereka. Demikian beberapa hal tentang suku Batak. Semoga bermanfaat untuk menambah khazanah tentang Indonesia.

Baca Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post