suku baduy

Mengenal Kehidupan Suku Baduy yang Unik

Total
0
Shares

Baduy, begitu suku ini dipanggil, adalah suku yang mendiami wilayah Banten, tepatnya di kawasan Kabupaten Lebak, Banten. Nama dari Baduy ini awalnya muncul dari seorang peneliti Belanda yang menyamakan masyarakat yang hidup secara berpindah ini dengan istilah Arab, yakni badawi.

Kemungkinan lain terkait nama dari suku Baduy ini adalah karena adanya sungai dengan nama Baduy Dalam yang berada di sebelah utara dari kawasan mereka hidup. Namun, orang Baduy sendiri cenderung menyebut diri mereka dengan sebutan orang Kenekeas, sesuai dengan letak mereka tinggal.

Fakta Unik Kehidupan Suku Baduy

Meskipun zaman telah bergeser ke era digital dan beragam kemajuan teknologi lainnya, namun suku Baduy termasuk kelompok yang masih sangat menjaga kearifan budaya lokal. Hal ini terlihat dari bagaimana orang Baduy mengelola anggota keluarga dan masyarakat mereka.

Selain itu, orang Baduy juga masih melakukan adat istiadat dan tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke wilayah huni suku Baduy untuk melihat mereka dari dekat.

Nah, ada cukup banyak keunikan dari orang Baduy yang menjadi bagian dari kehidupan keseharian dan bermasyarakat dari mereka. Adapun beberapa keunikan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Pu’un

puun suku baduy

Salah satu keunikan dari suku Baduy adalah Pu’un. Nah, Pu’un ini merupakan sosok pimpinan dari suku ini. Sebagaimana ditemukan pada suku lain di Indonesia, mereka memiliki sosok pemimpin untuk mendapatkan petunjuk dan juga keputusan terkait permasalahan yang terjadi pada masyarakat atau kelompok tersebut.

Nah, tokoh tersebut dalam tradisi Baduy disebut dengan Pu’un. Sebagai tokoh pimpinan, sosok ini akan sangat dihormati oleh anggota Baduy dan dianggap sebagai layaknya seorang presiden dalam pemerintahan. Dalam tradisi Baduy, sosok tersebut akan menentukan kapan masa tanam, masa panen dan penerapan hukum adat untuk mengatur masyarakat setempat.

2. Budaya Gotong Royong

suku baduy gotong royong

Gotong royong secara umum memang menjadi salah satu budaya Indonesia. Hampir seluruh wilayah di Indonesia mengenal adanya budaya ini. Namun, semenjak teknologi berkembang sangat pesat, budaya ini terkesan mulai ditinggalkan oleh masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat yang mendiami wilayah perkotaan.

Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang mulai meninggalkan budaya gotong royong, suku Baduy adalah suku yang menjunjung tinggi budaya ini. Meskipun mereka tinggal di daerah Banten yang notabene-nya tidak begitu jauh dari ibu kota, namun budaya ini masih dijaga hingga kini.

Nah, ada banyak hal yang menjadi objek gotong royong dari orang Baduy. Dalam hal ini, mereka biasanya akan bergotong royong saat berpindah lahan pertanian ke lahan yang lebih subur serta beberapa hal lainnya.

3. Tembikar Suku Baduy

Tembikar Suku Baduy

Orang-orang modern seringkali menjadikan rumah sebagai salah satu bukti kekayaan. Dalam hal ini, mereka membangun rumah yang bagus, besar dan mewah sebagai tanda bahwa mereka adalah orang berada. Namun, berbeda dengan orang kota, orang-orang Baduy tidak menjadikan rumah sebagai ukuran kekayaan.

Terdapat hal menarik dan unik dari detail rumah yang dibangun oleh suku Baduy. Dalam hal ini, rumah dari orang-orang Baduy memiliki bentuk yang relatif besar dan desain yang sama. Hal inilah yang menandakan betapa orang-orang Baduy sangat kompak dalam pertalian suku mereka.

Nah, lantas bagaimana suku Baduy membedakan kekayaan yang dimilikinya? Dalam hal ini, orang-orang Baduy membedakan kekayaan antar anggota suku melalui kepemilikan tembikar. Perlu diketahui bahwa tembikar yang dimiliki oleh orang Baduy bukalah tembikar asal-asalan. Hal ini dikarenakan tembikar yang mereka miliki terbuat dari bahan kuningan.

Itulah bukti kekayaan dari orang-orang Baduy. Semakin banyak anggota suku ini memiliki tembikar yang dibuat dari bahan kuningan tersebut, maka kedudukan anggota suku tersebut tentu akan lebih tinggi dan lebih kaya dari anggota lainnya. Biasanya, yang lebih kaya cenderung akan lebih dihormati oleh anggota lain.

4. Peralatan Mandi dari Alam

alat mandi suku baduy

Hal unik lain dari suku Baduy yang masih ditemukan hingga kini adalah terkait peralatan mandi. Jika suatu hari Anda berkunjung ke kediaman orang-orang Baduy Dalam, maka jangan harap jika Anda akan menemukan masyarakat yang menggunakan sampo, sabun, pasta gigi atau perlengkapan mandi lainnya.

Dalam kebiasaan orang Baduy Dalam, mereka senantiasa menggunakan peralatan mandi dari alam untuk menjaga kebersihan diri mereka. Untuk membersihkan badan, orang-orang Baduy akan menggunakan batu yang mereka gosokan ke permukaan kulit mereka.

Sementara itu, untuk membersihkan gigi, maka orang Baduy akan menggunakan serabut kelapa. Nah, hal ini disebabkan karena orang-orang Baduy sangat menghargai alam mereka dan bersyukur telah diberikan alam yang indah. Oleh karena itu, mereka tidak ingin menggunakan alat-alat yang mengandung bahan kimia ataupun yang menyebabkan sampah plastik.

5. Perjodohan Suku Baduy

perjodohan suku baduy

Perjodohan mungkin kini menjadi hal yang tabu, terutama pada masyarakat yang modern. Hal ini dikarenakan pada masyarakat yang modern, urusan jodoh akan diserahkan kepada individu atau kepada anak dan orang tua mereka hanya akan memberikan restu saja. Namun, hal ini tidak berlaku pada masyarakat Baduy Dalam.

Dalam tradisi suku Baduy, perjodohan masih berlaku. Nah, jika ada seorang gadis berusia 14 tahun, maka ia akan dijodohkan dengan laki-laki yang berasal dari Baduy Dalam. Pada waktu proses ini, orang tua laki-laki bebas memilih wanita yang ingin dijodohkan dengan anaknya. Namun, jika belum ada yang cocok, maka ia akan dibantu oleh ketua suku.

6. Larangan Berkunjung Selama 3 Bulan

suku baduy

Apa yang menarik lainnya dari orang Baduy Dalam adalah adanya larangan berkunjung selama 3 bulan. Larangan ini merupakan bentuk puasa dari orang Baduy Dalam. Menurut bahasa mereka, hal ini disebut dengan nama Kawulu.

Saat orang Baduy Dalam melakukan tradisi ini, maka ada larangan bagi penduduk luar untuk berkunjung ke perkampungan Baduy Dalam. Jika ada yang ingin berkunjung, maka orang-orang tersebut hanya boleh berkunjung saja tanpa menginap.

Dalam tradisi Baduy, puasa ini merupakan hal yang sangat sakral dan tidak boleh diganggu oleh masyarakat luar. Selama masa puasa dari kunjungan ini, orang Baduy Dalam akan memanjatkan doa kepada nenek moyang mereka. Doa dibacakan agar orang Baduy Dalam senantiasa diberikan keselamatan serta panen yang melimpah untuk kehidupan yang lebih baik.

7. Makanan Mewah Suku Baduy

masakan suku baduy

Bagi kebanyakan orang, ayam mungkin sudah menjadi salah satu konsumsi sehari-hari guna memenuhi kebutuhan protein. Namun, bagi orang Baduy Dalam, ayam merupakan salah satu makanan yang mewah dan mereka hanya mengkonsumsi jenis makanan ini di waktu tertentu saja.

Padahal, di sisi lain mereka merupakan orang yang gemar memelihara ayam. Jika Anda ke sana, maka Anda akan menemukan banyak ayam betina yang dipelihara ataupun yang berkeliaran di area tempat tinggal. Namun, meskipun demikian, orang Baduy Dalam tidak terbiasa untuk mengkonsumsi ayam. Mereka hanya menyembelih jika ada upacara adat atau pernikahan.

8. Pakaian Identitas Suku Baduy

Pakaian Identitas Suku Baduy

Sebenarnya, perlu diketahui bahwa ada dua pemisahan golongan suku Baduy, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Nah, dalam hal ini, pembedaan identitas suku ini bisa dilakukan dengan melihat warna dari pakaian mereka.

Ya, kedua suku ini memang mengenakan detail pakaian dengan warna yang berbeda. Dalam hal ini, suku Baduy Luar cenderung lebih sering menggunakan pakaian dengan warna putih polos dan mengenakan ikat kepala. Sementara orang Baduy Dalam mengenakan baju polos dengan warna hitam

Kedua jenis pakaian tersebut adalah pakaian yang dikenakan oleh mayoritas orang Baduy. Dalam hal ini perlu dilihat bahwa terkait penampilan, mereka termasuk suku yang begitu simple dan tidak terbesit sedikitpun pikiran mengenai perkembangan fashion sebagaimana orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan.

9. Budaya Berjalan Kaki

Budaya Berjalan Kaki

Baduy adalah salah satu suku yang unik karena memiliki budaya berjalan kaki. Sebagaimana diketahui bahwa dewasa ini, terutama untuk orang-orang yang tinggal di kota, berjalan kaki adalah salah satu hal yang langka untuk dilakukan. Mereka lebih suka mengendarai kendaraan saat bepergian, bahkan untuk jarak yang sebenarnya tidak cukup jauh.

Nah, berbeda dengan tradisi orang perkotaan, orang-orang Baduy cenderung lebih suka berjalan kaki. Mereka gemar berjalan kaki ke mana saja mereka pergi. Misalnya, orang Baduy akan berjalan kaki saat berkunjung ke tempat kerabat mereka yang tinggal di kota atau sekadar untuk menjual hasil panen.

Tradisi ini sebenarnya merupakan salah satu tradisi yang sangat bagus. Karena terbiasa berjalan kaki, maka orang-orang Baduy memiliki kesehatan yang sangat baik dan kekuatan fisik yang sangat bagus. Selain itu, karena tradisi jalan kaki tersebut, alam yang dimiliki suku Baduy cenderung sangat terjaga karena tidak rusak akibat pembangunan jalan serta hal lainnya.

10. Peralatan Sederhana Suku Baduy

Peralatan Sederhana Suku Baduy

Dalam keseharian mereka, orang-orang Baduy menolak menggunakan alat elektronik. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke perkampungan orang Baduy, maka Anda tidak akan menemukan adanya televisi, kulkas atau hal lainnya di kediaman mereka.

Selain menolak penggunaan barang elektronik, orang-orang Baduy juga menolak menggunakan perkakas dan barang kebutuhan rumah yang terbuat dari logam atau dari kaca. Sebagai contoh, orang-orang Baduy cenderung memanfaatkan apa yang ada pada alam mereka, seperti misalnya gelas yang dibuat dari potongan bambu.

Hal ini merupakan salah satu tradisi yang sudah mengakar turun temurun dari nenek moyang suku Baduy. Dengan tradisi ini, orang-orang Baduy Dalam sudah merasa cukup dengan potensi alam yang mereka miliki. Mereka juga cenderung merasa lebih bahagia dengan menggunakan alam sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka.

Nah, beberapa poin di atas adalah siapa suku Baduy dan apa saja keunikan mereka, terutama yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Meskipun cenderung menutup diri dari dunia luar, namun sebenarnya orang-orang Baduy adalah masyarakat yang ramah. Mereka hanya ingin bertahan dan mempertahankan eksistensi mereka sejalan dengan eksistensi alam.

Baca Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post