struktur cerpen

Struktur Cerpen dan Tips Membuat Cerpen yang Menarik

Total
0
Shares

Bagi pegiat sastra tentu sudah tidak asing lagi dengan salah satu jenis karya sastra yang satu ini. Ya, cerpen adalah karya yang paling mudah untuk ditemukan.

Sebab, lebih singkat, padat, dan langsung pada tujuan. Mari, membahas cerpen lebih lanjut terkait struktur cerpen serta ciri-ciri dan cara membuatnya.

Pengertian Cerpen

Cerpen atau cerita pendek merupakan jenis karya sastra yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif serta menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami tokoh secara ringkas dengan berbagai konflik dan terdapat penyelesaian (solusi) dari masalah yang dihadapinya.

Cerita pendek akan memberi kesan tunggal serta fokus pada satu tokoh. Memiliki kurang dari 10.000 kata serta di dalamnya terdapat klimaks atau puncak masalah serta penyelesaian.

unsur cerpen

Struktur Cerpen

Dalam proses pembuatan sebuah cerpen atau cerita pendek, Anda perlu memperhatikan struktur cerpen atau kerangkanya. Apa saja kerangka dari cerita pendek? Berikut ulasan lengkapnya:

1. Abstrak

Struktur cerpen yang satu ini merupakan ringkasan dari sebuah cerita. Abstrak adalah inti cerita yang dikembangkan menjadi rangkaian kejadian.

Abstrak juga sering disebut dengan gambaran awal cerita. Sifat dari abstrak adalah opsional yang mana Anda bisa juga memilih untuk tidak menggunakan struktur ini.

2. Orientasi

Orientasi dalam cerpen adalah hal yang berhubungan dengan waktu, tempat, dan suasana yang menjadi latar cerpen.

Orientasi dari cerpen tidak hanya fokus pada satu tempat, suasana dan waktu saja. Melainkan terdapat kejadian dan peristiwa yang berbeda-beda.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah rangkaian kejadian atau peristiwa yang saling berhubungan dan menceritakan tentang hubungan sebab akibat di dalam sebuah cerita.

Struktur cerpen ini dapat menentukan karakter serta watak tokoh. Karakter tokoh akan muncul apabila permasalahan di dalam cerita semakin meningkat.

4. Evaluasi

Konflik yang terjadi dalam cerita akan mengarahkan ke titik puncak atau klimaks dari permasalahan. Evaluasi adalah tahap dimana mulai muncul gambaran penyelesaian dari konflik dalam cerita.

Struktur cerpen ini sangat penting ada di dalamnya sebab akan menentukan menarik atau tidaknya sebuah cerita.

Di dalam tahap evaluasi, penulis bisa memilih ingin menyajikan konflik-konflik yang diinginkan yang dapat menarik pembaca hingga terbawa suasana. Sehingga, pembaca akan lebih mudah menjiwai serta menghayati karakter dan jalan cerita.

5. Resolusi

Struktur cerpen ini adalah penyelesaian dari tahap sebelumnya, yaitu evaluasi. Resolusi adalah struktur yang paling dinantikan oleh pembacanya.

Terlebih oleh para pembaca yang penasaran dengan jalan cerita tersebut. Pada struktur ini, penulis akan memberikan solusi atas masalah yang dialami tokoh yang ada dalam cerita.

6. Koda

Koda adalah pelajaran atau nilai yang dapat diambil dari sebuah cerita. Koda juga bisa diartikan dengan hikmah yang ada dalam cerita. Koda dapat diketahui dan dipetik oleh pembaca jika sudah melibas habis seluruh cerita, mulai dari awal hingga akhir.

Koda berisikan nasehat, pesan, amanat, dan juga peringatan yang secara tidak langsung disampaikan oleh penulis pada para pembaca.

unsur cerpen

Cara Membuat Cerpen yang Menarik

Setelah mengetahui struktur cerpen, mari masuk ke pembahasan lebih mendalam mengenai cara untuk membuat cerpen yang menarik. Dalam pembuatan cerpen, sebaiknya ketahui langkah-langkahnya terlebih dahulu.

Berikut akan diuraikan mengenai cara membuat cerpen yang mudah dan praktis sehingga bisa mulai dipraktikkan oleh penulis pemula. Berikut ulasannya:

1. Menentukan Ide Cerita

Langkah paling awal dalam menulis cerpen adalah dengan menentukan ide cerita. Anda bisa menemukan ide dari mana saja.

Bisa dari pengalaman hidup, kejadian di sekitar, dari bacaan, video, film, lagu dan masih banyak lagi. Yang paling penting adalah hidupkan imajinasi dan buatlah pikiran Anda bebas mengembara.

2. Menulislah dengan Gaya Bahasa Sendiri

Selanjutnya, Anda mulailah menulis menggunakan gaya bahasa sendiri. Biasanya, cerpenis pemula merasa enggan menggunakan gayanya sendiri, sehingga lebih banyak menggunakan diksi yang mendayu-dayu.

Padahal, tulisan akan dikatakan bagus apabila mempunyai alur dan cerita yang menarik. Gaya bahasa yang berbeda juga akan menjadi ciri khas dari penulis itu sendiri.

3. Buatlah Paragraf pembuka

Satu hal yang paling penting dalam penulisan cerpen adalah paragraf pertama. Sebab, paragraf pembuka adalah umpan pancing bagi pembaca untuk terus merasa penasaran dengan alur yang Anda buat dalam cerita.

4. Merangkai Alur serta Plot

Setelah ANda berhasil memperkirakan kalimat yang dipilih dalam paragraf pembuka, sila rangkai kejadian demi kejadian, dialog demi dialog, serta narasi demi narasi. Apabila telah selesai ditulis, maka alur serta plot akan terbentuk dengan sendirinya.

5. Buat Paragraf Penutup

Paragraf penutup tak kalah penting dari bagian cerpen lainnya. Sebab, bagian yang disebut dengan ending ini akan menentukan bagus atau tidaknya sebuah cerpen.

Ada tiga jenis ending yang bisa Anda pilih meliputi ending terbuka, ending tertutup, serta ending mengejutkan (twist ending).

6. Mengendapkan Tulisan

Apabila cerpen telah selesai Anda tulis, sila endapkan. Artunya, beri jeda beberapa saat sebelum Anda mengeditnya. Sebab, Anda akan lebih teliti ketika mengedit tulisan yang telah diberi jeda sebelumnya.

7. Mengedit Tulisan

Setelah diberi jeda waktu, Anda bisa mulai membaca kembali cerpen yang sudah dibuat. Hal ini penting untuk dilakukan demi mengoreksi kesalahan tanda baca, ketetapan penggunaan EYD, masuk akal atau tidaknya sebuah cerita, diksi yang kurang tepat, dan sebagainya.

Lakukanlah pengeditan sesuai dengan kebutuhan. Sesudah pengeditan selesai, tulisan cerpen sudah siap untuk disajikan.

unsur cerpen

8. Menulis, Belajar, Lagi, dan Lagi

Jangan cepat puas dengan satu dua karya saja. Terlebih jika karya Anda mendapatkan apresiasi di dunia literasi. Teruslah menulis, asah pena Anda, belajar jenis cerpen yang berbeda, begitu seterusnya hingga Anda berhasil menjadi seorang penulis handal.

Selain cara membuat cerpen di atas, Anda juga bisa mengikuti beberapa tips yang akan dibagikan berikut ini. Untuk menghasilkan cerpen yang berkualitas, perhatikan beberapa hal, seperti:

  • Tentukanlah tema dengan jelas: pastika Anda telah memiliki gambaran yang jelas mengenai cerita yang akan ditulis, serta pesan yang akan disampaikan pada pembaca. tema adalah tulang punggung cerita sehingga akan memberikan kesan tersendiri bagi pembaca.
  • Fokuslah pada alur yang dipilih: pastikan alur cerita lengkap meliputi pembukaan, pertengahan cerita, serta penutup.
  • Minimalkanlah jumlah karakter: untuk menjaga efektivitas cerita, cerpen hanya membutuhkan tiga tokoh utama saja supaya tidak mengaburkan jalan cerita.
  • Gunakanlah Kata Secara Efisien: cerpen adalah cerita yang memiliki keterbatasan jumlah kata, terlebih jika berjenis Flash Fiction. Majalah dan koran juga sering membatasi jumlah kata tertentu pada cerpen yang dimuatnya, sehingga Anda perlu menghindari penggunaan kata berbelit dan kalimat yang terlalu panjang.
  • Berhati-hati dengan setting. Pilihlah setting yang benar-benar mendukung isi cerita, serta janganlah Anda mengobral setting tanpa tujuan yang jelas. Sebab, yang paling penting adalah membuat pembaca ikut merasakan suasana melalui setting yang sudah dipilih.

Itulah dia struktur cerpen dan cara untuk membuatnya. Yuk, terus kembangkan diri dengan latihan menulis terus menerus. Supaya raga Anda saja yang mati, tapi nilai-nilai kebaikan akan terus tersebar melalui mata pena. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post