Skripsi Kualitatif

Skripsi Kualitatif: Ciri dan Metode Pembuatannya

Total
0
Shares

Skripsi merupakan tugas yang diberikan pada semester akhir bagi Anda yang sedang menempuh perguruan tinggi. Tentu saja, untuk mengerjakan tugas skripsi kualitatif ini bukanlah menjadi sebuah perkara yang mudah untuk dilakukan. Terlebih model penelitian yang digunakan ialah dengan penelitian kualitatif.

Metode penelitian kualitatif merupakan cara atau langkah lebih untuk bisa fokus terhadap suatu aspek pemahaman secara mendalam pada suatu permasalahan tertentu. Penelitian yang satu ini bersifat deskripsi serta cenderung memakai analisis dan menonjolkan dari sebuah proses makna.

Anda mungkin bisa dengan mudah menemukan contoh skripsi kualitatif pada beberapa sumber baik itu online ataupun offline. Akan tetapi, agar Anda bisa membuat sebuah skripsi kualitatif yang baik, tentu saja Anda harus mengetahui apa saja metode yang digunakan dalam membuat skripsi tersebut.

Namun, sebelum membahas lebih jauh mengenai metode apa saja yang digunakan dalam skripsi kualitatif, penting juga bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri dari suatu penelitian kualitatif. Cukup berbeda dengan beberapa metode penelitian lainnya, untuk penelitian kualitatif yang satu ini memiliki beberapa ciri pokok seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif

1. Memanfaatkan Lingkungan Alamiah Sebagai Sumber Data

Di dalam sebuah penelitian kualitatif, kajian utamanya yakni berupa beberapa peristiwa yang terjadi di dalam kondisi serta suatu situasi sosial tertentu. Oleh sebab itu, sumber data yang dimiliki dari penelitian yang satu ini berupa lingkungan ilmiah.

Penelitian sendiri dilakukan pada saat berinteraksi secara langsung dengan tempat kejadian. Agar bisa mendapatkan data, seorang peneliti akan melakukan pengamatan, mencari tahu, mencatat serta menggali sumber yang berkaitan dengan peristiwa yang akan dikaji.

Hasil yang diperoleh pun haruslah disusun pada waktu itu juga. Selain itu, hasil dari pengamatan biasanya tak lepas dari konteks lingkungan dimana kejadian sedang berlangsung.

2. Memiliki Sifat Deskriptif Analitik

Ciri pokok yang kedua dari sebuah penelitian kualitatif ialah sifatnya yang deskriptif analitik. Nah, data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa dokumentasi analisis, wawancara, catatan lapangan akan langsung disusun oleh peneliti di lokasi penelitian.

Dalam menyusunnya tidak berupa angka namun analisis data yang dilakukan dengan cara memperbanyak informasi serta mencari hubungan ke berbagai macam sumber. Hasil dari anasilis data yang satu ini ialah berupa pemaparan yang berkaitan dengan situasi atau kondisi yang sedang diteliti serta tersaji dalam bentuk uraian narasi.

3. Menekankan Pada Proses, Bukan Pada Hasil

Nah, data serta informasi yang diperlukan dalam sebuah penelitian kualitatif sangat berkaitan dengan beberapa pertanyaan untuk mengungkapkan sebuah proses yang dilakukan serta bukan hasil dari kegiatan tersebut.

Berbagai macam pertanyaan itu berkaitan dengan menuntut suatu gambaran keadaan yang sebenarnya. Hal tersebut mengenai prosedur, kegiatan, tahap-tahap, alasan-alasan serta interaksi pada saat proses tersebut sedang berlangsung.

4. Memiliki Sifat Induktif

Ciri keempat dari sebuah penelitian kualitatif ialah memiliki sifat induktif. Tentu saja, untuk melakukan penelitian yang satu ini maka langkah awal yang harus dilakukan ialah dengan tujuan langsung ke lapangan dan menemukan fakta empiris.

Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mempelajari suatu proses penemuan yang saat itu sedang terjadi dengan cara mencatat, menganalisis, melaporkan serta menarik kesimpulan dari suatu proses penelitian itu sendiri.

Untuk hasil dari penelitian itu sendiri tersaji dalam bentuk prinsip, konsep serta teori yang harus dikembangkan lagi dan bukan berdasarkan dari teori yang sudah ada. Nah, untuk penelitian yang satu ini memakai proses induktif yang artinya beberapa data yang terpisah saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya..

5. Mengutamakan Adanya Makna

Ciri terakhir dari penelitian kualitatif ini ialah mengutamakan sebuah makna. Yang dimaksud dengan makna disini adalah sebuah ungkapan yang berasal dari persepsi orang dengan sebuah peristiwa yang akan diteliti. Seorang peneliti kemudian akan lebih fokus dengan sang narasumber tersebut.

Berbagai macam ciri dari penelitian kualitatif inilah yang tentu saja akan membedakan penelitian tersebut dengan yang lainnya. Bagi Anda yang ingin membuat sebuah penelitian yang baik tentang sebuah penelitian kualitatif, tentu saja Anda harus memenuhi beberapa ciri yang sudah disebutkan diatas.

Meskipun saat ini banyak contoh skripsi kualitatif, namun untuk bisa membuatnya Anda harus mengetahui tentang dasar-dasarnya terlebih dahulu. Setelah mengetahui apa saja ciri dari penelitian tersebut, penting juga bagi Anda untuk mengetahui metode apa saja yang bisa digunakan untuk bisa menghasilkan sebuah penelitian kualitatif yang baik dan benar.

Berikut ada beberapa jenis metode penelitian kualitatif yang bisa digunakan untuk bisa menemukan data yang valid serta bisa dipertanggung jawabkan.

Metode Penelitian Kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif

1. Metode Penelitian Kasus

Untuk metode penelitian yang satu ini ialah sebuah metode penelitian yang berada di lapangan serta dimaksudkan untuk dapat mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan, posisi yang ada saat ini serta interaksi lingkungan dari suatu unik sosial tertentu yang memiliki sifat apa adanya (given).

Subjek dari penelitian tersebut bisa berupa individu, suatu kelompok, institusi ataupun masyarakat. Nah, untuk penelitian yang satu ini merupakan sebuah penelitian yang mendalam tentang satu unit tertentu. Hasil dari penelitian yang satu ini akan sangat membantu untuk memberikan suatu gambaran yang luas serta dalam tentang suatu unit sosial.

Meski subjek yang digunakan dari penelitian tersebut relatif terbatas, akan tetapi untuk berbagai macam variabel dan fokus yang diteliti sangatlah luas.

2. Metode Penelitian Historis

Untuk metode penelitian berikutnya ialah dengan menggunakan metode penelitian historis. Apa yang dimaksud dengan penelitian historis satu ini? Metode penelitian tersebut ialah sebuah metode yang dimaksudkan untuk bisa merekonstruksi suatu kondisi masa lalu dengan cara yang objektif, sistematis serta akurat.

Lewat penelitian yang satu ini berbagai macam bukti akan dikumpulkan serta dievaluasi, dianalisis serta disintesiskan. Lalu, berdasarkan berbagai macam bukti yang sudah didapatkan tersebut kemudian akan dibuat menjadi sebuah kesimpulan. Ada kalanya pula metode yang satu ini dimanfaatkan untuk menguji suatu hipotesis tertentu.

Data yang diperoleh dari penelitian historis yang satu ini berasal dari catatan-catatan artifak. Namun, terdapat beberapa ciri dominan tentang penelitian historis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Data yang diperoleh memiliki sifat sistematis menurut urutan peristiwa serta bersifat lengkap dan tuntas.
  • Data didapatkan dari sebuah penelitian yang cermat yang mana data tersebut haruslah objektif, otentik dan didapatkan dari suatu sumber data yang tepat.
  • Adakalanya bergantung pada data dari hasil observasi orang lain.

3. Metode Penelitian Etnograf

Yang dimaksud dengan metode penelitian etnograf ialah sebuah penelitian yang berusaha untuk memaparkan atau menjelaskan tentang kisah dari kehidupan sehari-hari beberapa orang yang dalam kerangkanya menjelaskan tentang fenomena budaya yang dimiliki.

Pengumpulan data yang dilakukan dalam metode satu ini ialah dilakukan secara deskriptif dan sistematis. Analisis data yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan suatu teori dari perilaku kultural itu sendiri.

Dengan menggunakan penelitian inilah berbagai macam perbedaan budaya bisa dijelaskan serta dibandingkan untuk bisa menambah pemahaman. Pemahaman tersebut bertujuan untuk bisa mengetahui dampak dari budaya pada perilaku ataupun kesehatan manusia. BACA JUGA: Contoh Proposal Penelitian

4. Metode Penelitian Teori Grounded

Metode penelitian Teori Grounded adalah sebuah teknik penelitian induktif. Teknik penelitian yang satu ini pertama kali dicetuskan pada tahun 1967 oleh Strauss dan Syles. Metode yang satu ini lebih ditekankan untuk bisa menemukan berbagai macam masalah yang muncul dalam keadaan kebidanan dan aplikasi dari beberapa proses pribadi untuk menanganinya.

Untuk metodologi dari penelitian yang satu ini lebih menekankan pada observasi serta mengembangkan basis dari praktik hubungan “intuitif” antar variabel. Proses penelitian tersebut melibatkan formulasi pengujian serta pengembangan ulang proposisi selama dalam penyusunan sebuah teori.

5. Metode Penelitian Fenomenologi

Metode penelitian yang satu ini memiliki sifat yang induktif dengan pendekatan yang digunakan ialah pendekatan deskriptif serta dikembangkan dari filsafat fenomenologi. Tujuan dari adanya metode penelitian yang satu ini ialah menjelaskan berbagai macam pengalaman yang dialami oleh seseorang di dalam kehidupannya, termasuk dalam hal interaksi dengan yang lain.

Nah, untuk contoh dari metode yang satu ini ialah tentang daur hidup masyarakat tradisional yang diamati dari perspektif dalam kebiasaan hidup sehat.

6. Metode Teori Kritik Sosial

Metode teori kritik sosial merupakan sebuah filosofi lain dari adanya metodologi kualitatif yang bisa dibilang unik. Untuk metode yang satu ini dipandu dengan filsafat dari kritik sosial itu sendiri. Seorang peneliti akan memperoleh pemahaman dari tentang cara seseorang dalam berkomunikasi, dan bagaimana ia mengembangkan beberapa makna simbol di dalam masyarakat.

7. Inquiry Filosofi

Metode terakhir yang bisa digunakan dalam sebuah penelitian kualitatif adalah inquiry filosofi. Metode yang satu ini ternyata melibatkan penggunaan dari mekanisme analisis intelektual untuk menjelaskan sebuah makna, menjadikan beberapa nilai lebih nyata, mengidentifikasi etika dan studi tentang sebuah hakikat pengetahuan.

Penelitian yang satu ini juga mempertimbangkan berbagai macam gagasan ataupun isu-isu dari beberapa perspektif dengan menggunakan eksplorasi ekstensif atas literature, menguji ataupun menelaah secara dalam tentang sebuah makna. Metode yang satu ini juga akan merumuskan beberapa pertanyaan, mengajukan jawaban, dan menyarankan sebuah implikasi atas berbagai jawaban tersebut.

Seorang peneliti pun akan dipandu dengan berbagai macam pertanyaan tersebut. Ada 3 jenis inquiry filosofis yang bisa Anda ketahui, yakni:

  1. Foundational Inquiry
  2. Philosophical Analyses
  3. Ethical Analyses.

Untuk tujuan dari adanya analisis filosofis yang satu ini yakni untuk menguji makna dan mengembangkan sebuah teori yang diperoleh dari analisis konsep ataupun analisis linguistic.

BACA: Contoh Daftar Isi Skripsi | Contoh Proposal Skripsi

Ada 7 metode yang bisa Anda gunakan dalam membuat sebuah penelitian kualitatif. Tentu saja, penelitian yang akan membuat Anda terjun langsung di lapangan ini membutuhkan metode yang tepat agar bisa menyelesaikan penelitian tersebut dengan baik.

Bagi Anda yang masih bingung tentang bagaimana cara membuat sebuah penelitian yang valid serta bisa dipertanggung jawabkan, Anda bisa melihat beberapa contoh skripsi kualitatif yang sudah ada. Dengan begitu, mungkin akan sangat membantu untuk menyelesaikan tugas akhir semester tersebut.

Untuk membuat sebuah skripsi tentu saja bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan terlebih dengan penelitian kualitatif yang satu ini. Akan ada banyak sekali data yang bisa Anda dapatkan di lapangan. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode yang tepat serta melihat contoh skripsi kualitatif yang baik akan sangat membantu Anda untuk bisa membuat sebuah penelitian yang valid dan bisa dipertanggung jawabkan.

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post