seni tari

Mengenal Seni Tari : Aliran, Unsur dan Fungsinya

Total
0
Shares

Seni tari adalah sebuah seni yang mempelajari tentang gerak tubuh berirama yang dilakukan pada waktu tertentu untuk mengekspresikan suatu perasaan serta menyampaikan pesan dari seseorang ataupun kelompok.

Benar sekali, ketika Anda melihat pertunjukan tari di suatu acara, tentu setiap gerakan yang dilakukan oleh penari mengandung makna tertentu yang merupakan bentuk ekspresinya. Nah untuk lebih jelasnya, beberapa ahli ini menjabarkan pengertian seni tari secara lebih detail.

Pengertian Seni Tari

pengertian seni tari

Sebagai gambaran yang lebih detail tentang apa itu seni tari. Beberapa ahli ini akan membantu menjawab pertanyaan Anda.

  • Corrie Hartong: “Tari adalah perasaan yang mendesak dari dalam diri manusia, yang mendorong untuk mencari ungkapan yang berbentuk gerakan yang ritmis”. Jadi maksudnya adalah dikatakan tari jika gerakan itu ritmis”.
  • Aristoteles: “Gerakan ritmis yang menghadirkan suatu karakter manusia saat mereka bertindak”.
  • Soedarsono: “Tari adalah sebuah ungkapan dari dalam jiwa manusia yang diekspresikan melalui gerakan ritmis yang indah (estetis)”. Maksud dari Dr. Soedarnoso ungkapan rasa adalah keinginan dari dalam diri seorang yang melimpahkan atau menunjukkan rasa dan emosional seorang tersebut.

Sedangkan gerakan ritmis yang indah adalah gerakan tubuh yang disesuaikan dengan irama nada yang mengiringinya, sehingga menciptakan daya pesona yang memikat bagi yang melihatnya”.

  • Sachs: “Suatu ungkapan jiwa manusia melalui suatu gerak berirama yang mempunyai nilai tertentu”.
  • Yulianti Parani: “Gerakan ritmis yang keluar dari sebagian tubuh atau seluruhnya yang dilakukan seseorang ataupun kelompok yang disertai dengan ekspresi tertentu”.
  • Pangeran Suryadiningrat: “Tari adalah gerakan yang dihadirkan oleh seluruh anggota tubuh seseorang yang dilakukan selaras dengan irama musik dengan maksud tertentu”.
  • Enoch atmadibrata: “Tari adalah gerakan tubuh yang tersusun di dalam suatu ruang dan berlandaskan irama dan gerak”.
  • I Gede Ardika: “Seni tari adalah suatu hal yang mampu untuk melaraskan gerak tubuhnya dengan irama tertentu”.
  • Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay: “Seni tari adalah suatu bentuk seni ekspresionostis yang menggambarkan sikap jiwa manusia terhadap sebuah konflik dan masalah di dunia modern”.
  • Bagong Sudito: “Seni tari adalah suatu seni berupa sebuah gerakan ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia”.
  • Kamaladevi Chattopadhaya: “Tari adalah suatu desakan dari diri seseorang yang mengharuskan untuk diluapkan dan berbentuk gerakan yang ritmis”.
  • Haukins: “ Seni tari adalah suatu ungkapan jiwa yang dijadikan bentuk suatu gerakan oleh imajinasi penciptanya sendiri”.
  • M.A Theodora Retno Maruh: “Seni tari adalah suatu karya seni gerak yang tak akan pernah bersifat kontemporer”.
  • Judith Lynne Hanna: “Seni tari adalah seni plastis dari gerak visual yang terlihat sepintas”.
  • Kamala Devi Chattopadhyaya: “Seni adalah suatu insting yang mendesak emosi dari dalam diri manusia yang mendorong”.

Unsur Seni Tari

unsur seni tari

Sebuah tarian tidak bisa disebut sebagai seni apabila tidak memenuhi unsur-unsur yang ada di dalamnya. Lalu apa sajakah unsur-unsur tari yang dapat menciptakan gerakan ritmis yang indah?

Secara umum unsur seni tari dibagi menjadi 2 yaitu unsur utama dan unsur pendukung. Berikut penjelasan detailnya.

1. Unsur Utama

Unsur utama pada seni tari ialah unsur yang apabila salah satu diantaranya tidak ada maka gerakan tersebut tidak bisa dikatakan sebagai tari. Berikut adalah 3 unsur utama seni tari.

  • Wiraga (Raga): sebuah tari haruslah menampakkan gerakan badan, baik dengan posisi berdiri maupun posisi duduk.
  • Wirama (Irama): sebuah seni tari haruslah mempunyai unsur irama yang menyatukan gerakan badan dengan musik pengiring, baik dalam segi tempo ataupun iramanya.
  • Wirasa (Rasa): sebuah seni tari haruslah dapat menyampaikan sebuah perasaan yang ada pada jiwa, melalui sebuah tarian dan juga gerakan serta ekspresi penarinya.

2. Unsur Pendukung

Unsur pendukung ialah sebuah ajang untuk memikat orang agar tertarik dan melihat pertunjukan tari tersebut. Sebenarnya unsur pendukung ini tidak begitu mempengaruhi seni tari, sehingga apabila salah satunya tidak ada pada sebuah tarian maka itu masih bisa dikatakan sebagai seni tari.

Meski begitu, namun akan ada baiknya jika unsur pendukung seni tari tetap dipenuhi, sehingga akan memberikan penampilan yang lebih indah dan menarik. Berikut beberapa unsur pendukung pada seni tari.

– Ragam Gerak

Sebuah tarian akan terlihat indah jika seluruh anggota tubuh berkolaborasi. Bukan hanya tangan dan kaki, namun kombinasi raut wajah sampai lirikan mata pun sangat dibutuhkan.

– Ragam Iringan

Tari bisa dinikmati ketika diiringi dengan musik yang ritmis serta cocok dengan gerak sebuah tarian. Dengan menampilkan paduan indah antara gerakan dan musik, maka penampilan seni tari akan terlihat lebih menawan.

Selain itu, sebuah seni tari juga akan terlihat lebih menarik ketika mengeluarkan suara atau irama dari gerakan tubuh penarinya, baik tepukan tangan, teriakan, hentakan atau lain sebagainya.

– Rias dan Kostum

Walaupun tidak akan menghilangkan pengaruh pada seni tari, akan tetapi sebuah tarian akan lebih bagus ketika dipadukan dengan riasan dan kostum yang indah. Pemilihan kostum dan riasan bisa disesuaikan dengan makna tarian atau asal usul tarian tersebut. Sebab tanpa adanya unsur pendukung satu ini, sebuah pertunjukan tari akan terasa sangat gambar.

– Pola Lantai / Blocking

Satu lagi unsur pendukung yang dapat memaksimalkan keindahan sebuah pertunjukan seni tari, yaitu pola lantai atau blocking. Penari bisa melakukan blocking atau tidak hanya berdiri pada satu titik lantai saja. Bahkan penari pun harus menyesuaikan gerakan dengan tempat serta penonton, sehingga pertunjukan terasa lebih hidup.

Jenis Seni Tari

seni tari

Saat menyaksikan pertunjukan tari, mungkin Anda akan melihat perbedaan pada jumlah penari maupun genre tarian tersebut. Ya perbedaan ini sebenarnya merupakan salah satu ciri jika seni tari terbagi menjadi 2 jenis utama. Dimana pertunjukkan tari dibedakan berdasarkan jumlah pemainnya dan genre tarian tersebut.

Tarian Berdasarkan Jumlah Penarinya

Sebuah pertunjukan tari pasti membutuhkan satu atau lebih subjek, dimana subjek disini ilaha penari. Begitu pentingnya subjek dalam sebuah pertunjukan, menjadi objek atau faktor lain hanyalah pendukung semata. Nah subjek pada seni tari sendiri dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

Tari Tunggal (Solo)

Tarian yang dilakukan oleh satu orang penari saja, baik pria maupun wanita. Contoh tari tunggal adalah Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.

Tari Berpasangan (Duet)

Tarian yang dilakukan atau dibawakan oleh dua orang penari. Bisa dilakukan oleh 2 penari pria, 2 penari wanita ataupun penari pria dan wanita. Contoh tari berpasangan adalah Tari Topeng asal Jawa Barat.

Tari Berkelompok (Group)

Tarian yang dilakukan atau dibawakan oleh banyak orang atau secara berkelompok. Jumlah penari lebih dari 2 orang, baik pria semua, wanita semua ataupun campur pria dan wanita. Contoh tari berkelompok adalah Tari Saman asal Aceh.

Tari Berdasarkan Genre/Aliran

Selain berdasarkan jumlah penarinya, jenis tari juga dibedakan berdasarkan genre tarian tersebut. Dalam hal ini mencakup aliran gerakan tarian tersebut serta variasi musik yang dibawakan. Aliran seni ini bisa dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu:

Tari Tradisional

Sebuah seni tari yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu kala, yang dilestarikan kemudian menjadi budaya pada sebuah daerah. Tarian tradisional sendiri mengandung nilai, simbol, unsur religious serta filosofi.

Tari tradisional umumnya tidak berubah dari masa ke masa. Baik dari segi kostum, gerakan tari, rias dan musik, sebab tujuannya ialah untuk menjaga tarian agar tidak hilang ditelan zaman.

Tarian Tradisional Klasik

Yaitu sebuah tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keratin saja. Sama seperti tarian tradisional, tari tradisional klasik juga tidak boleh diganti semua unsurnya. Sebab ketika isi dari tarian tersebut diubah, maka dapat merubah nilai atau makna dari tarian itu sendiri.

Ciri dari tarian tradisional klasik ialah bernuansa anggun dan berwibawa serta mengenakan jubah dan aksesoris mewah yang dikenakan oleh para penari saat pertunjukan. Umumnya tari ini dipertunjukan untuk menghormati tamu. Beberapa contoh tarian tradisional klasik adalah tari Sang Hyang asal Bali dan tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah.

Tari Tradisional Kerakyatan

Berbanding terbalik dengan tarian tradisional klasik, jenis tarian ini justru hanya dikembangkan oleh masyarakat atau kaum dari kasta bawah/rakyat biasa. Perbedaan mencolok dari kedua jenis tarian ini adalah pada gerakannya yang tidak terlalu baku.

Menariknya, tari tradisional kerakyatan ini bisa dipadukan dengan gerakan baru yang akan membuat pertunjukan seni tari semakin menarik. Biasanya tarian ini akan dipertunjukkan saat upacara kerakyatan atau sebagai tari pergaulan. Contoh tari tradisional kerakyatan antara lain adalah Tari Lilin asal Sumatera Barat, Tari Jaipong asal Jawa Barat dan lain sebagainya.

Tari Kreasi Baru

Yaitu tarian yang dikembangkan oleh koreografer atau biasa disebut sebagai penata tari. Seni gerakan yang ditampilkan pada tarian ini sudah tidak terlalu kaku, bersifat bebas tetapi tetap memperlihatkan keindahan dan estetika.

Riasan dan iringan musik yang digunakan pun begitu beragam, tergantung dengan tema atau tujuan dari tarian tersebut dibawakan, Tari kreasi baru dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

Tari Kontemporer

Yaitu tarian yang menggunakan gerakan yang bersifat simbolik, unik serta mengandung pesan tertentu di dalamnya. Irama musik yang digunakan pu tidak biasa atau bisa dikatakan cukup unik. Mulai dari musik sederhana, musik flutyloops, orchestra dan sebagainya.

Tak cukup sampai disini, riasan serta kostum pada pertunjukan tarian kontemporer juga bisa dikatakan aneh, yaitu sesuai dengan tema tarian. Sedangkan untuk alur tariannya sendiri bisa tentang perjuangan seorang tokoh, menceritakan suatu kejadian dan lain sebagainya.

Fungsi Seni Tari

fungsi seni tari

Pertunjukan tarian tidak akan ditampilkan jika tidak memiliki fungsi, berikut adalah beberapa fungsi dari seni tari.

  • Pertunjukan, yaitu tarian yang disiapkan untuk sebuah acara atau pertunjukan
  • Upacara, yaitu tarian yang dilakukan ketika berlangsungnya upacara adat maupun upacara keagamaan
  • Hiburan, yaitu sebagai sarana menghibur penonton saja
  • Pergaulan, yaitu untuk bermain serta berinteraksi dengan orang sekitar/sesama penari
  • Kesenian, yaitu berfungsi untuk melestarikan budaya.

Itu dia penjelasan lengkap tentang seni tari, semoga pengetahuan kita terhadap salah satu cabang seni ini semakin bertambah.

Baca Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like