struktur sel hewan

Organel Sel Hewan: Struktur Pembentuk dan Fungsinya

Total
0
Shares

Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang mendiami bumi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang, tentu saja di dalam tubuh hewan ada berbagai macam jenis sel. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan dan persamaan tersendiri.

Berbagai macam sel yang dimiliki oleh hewan tersebut ialah bentuk dari sel eukariotik dimana berbagai macam sel tersebut membentuk sebuah jaringan tubuh yang kemudian membentuk suatu organ. Ada banyak sekali perbedaan yang dimiliki oleh sel hewan yang satu ini dengan sel tumbuhan.

Struktur Organel Sel Hewan

Struktur Organel Sel Hewan

Jika pada sel tumbuhan Anda bisa menemukan kloroplas dan dinding sel, lain halnya pada struktur yang ada di sel hewan. Tidak adanya dinding sel dan kloroplas sudah cukup jelas menjadi perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan.

Tentu saja, tidak semua hewan memiliki bentuk, ukuran serta fungsi yang sama. Berbagai macam sel yang dimiliki oleh hewan tersebut hadir dengan berbagai macam bentuk serta ukuran.

Bahkan, ada juga sebagian jenis sel yang ditutupi oleh dinding, namun ada juga sebagian lainnya yang tidak ditutupi oleh dinding. Beberapa dari sel tersebut juga mempunyai mantel yang berlendir.

Meski berbeda-beda, akan tetapi semua sel tersebut mempunyai mekanisme seluler utama yakni sama-sama dalam hal membantu fungsi tubuh hewan itu sendiri.

Sel yang dimiliki oleh hewan bisa terlibang cukup unik, hal ini karena beberapa dari mereka memiliki sebuah lapisan tebal yang berada di sekitar sel tersebut.

Nah, lapisan tebal inilah yang dinamakan sebagai kapsul serta dapat ditemui di dalam sel bakteri. Ada banyak sekali penjelasan mengenai sel hewan. Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai sel yang satu ini, berikut pembahasannya.

1. Membran Sel

Membran Sel

Di dalam sel hewan terdapat sebuah membran sel yang mana memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. Sel yang satu ini terletak pada bagian paling luar dari sebuah sel dan tersusun atas lemak (lipid) serta protein (lipoprotein).

Fungsi Membran Sel

Membran sel tersebut berguna untuk mengatur masuknya mineral serta nutrisi baik ke dalam ataupun ke luar sel. Sedangkan, untuk fungsi dari membran sel itu sendiri ialah sebagai berikut:

  • Sebagai tempat terjadinya berbagai macam reaksi kimia.
  • Tempat yang tepat untuk menerima rangsangan yang datang dari luar.
  • Membantu untuk mengatur keluar masuknya nutrisi serta mineral yang sangat diperlukan oleh sel itu sendiri.
  • Berguna sebagai pelindung sel karena merupakan lapisan yang paling luar.

2. Sitoplasma

Sitoplasma

Bagian organel sel hewan yaitu ada sitoplasma. Apa yang disebut dengan sitoplasma ini? Sitoplasma merupakan cairan sel atau suatu zat yang bentuknya seperti gel. Di dalam sitoplasma tersebut terdapat dua bagian yakni Fase Gel (cair) serta Fase Sol (padat).

Sedangkan untuk cairan yang berada di nukleus sendiri disebut dengan nukleoplasma. Sitoplasma merupakan bagian sel yang terdiri atas air dan protein.

Apabila konsentrasi air yang ada di dalamnya rendah, maka hal tersebut akan membuatnya menjadi lebih lembek serta padat. Hal itulah yang kemudian disebut dengan gel.

Sedangkan apabila konsentrasi air sedang tinggi maka akan membuatnya menjadi lebih mudah encer, dan membuatnya biasa disebut dengan sol.

Fungsi Sitoplasma

Dengan penyusunan yang ada di dalamnya tersebut menjadikan sitoplasma sebagian besar tersusun oleh air yakni sekitar 90%. Karena hal itulah yang menjadikan sitoplasma memiliki fungsi sebagai pelarut.

Namun, bagian organel sel yang satu ini juga memiliki fungsi lainya seperti yang akan dijelaskan berikut ini:

  • Sebagai sumber bahan kimia sel.
  • Sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

3. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma

Di bagian yang ketiga ada Retikulum Endoplasma. Bagian organel sel yang satu ini biasa disingkat dengan RE. Nah, ternyata Retikulum Endoplasma (RE) adalah bagian terbesar kedua setelah mitokondria.

Yang mana, Retikulum Endoplasma (RE) tersebut membentuk sebuah rangkaian interkoneksi rata terowongan, dan mempunyai sebuah bentuk seperti benang-benang jala.

Retikulum Endoplasma (RE) yang satu ini dibagi ke dalam dua jenis, yakni Retikulum Endoplasma (RE) Kasar dan Retikulum Endoplasma (RE) halus.

Untuk Retikulum Endoplasma yang kasar ternyata mempunyai tanggung jawab yang cukup besar untuk memegang protein yang terbentuk di ribosom.

Hal inilah yang membuat Retikulum Endoplasma (RE) kasar ditempeli oleh ribosom, sedangkan pada Retikulum Endoplasma (RE) halus tidak ditempeli oleh ribosom.

Fungsi Retikulum Endoplasma

Ada beberapa fungsi yang dimiliki oleh kedua organel sel hewan tersebut. Adapun beberapa fungsinya akan dijelaskan di bawah ini:

  • Sebagai tempat untuk sintesis protein (REk)
  • Sebagai tempat untuk membantu detoksifikasi berbagai macam sel berbahaya yang ada di dalam sel (REh)
  • Sebagai tempat penyimpanan steroid, glikolipid serta fosfolipid
  • Retikulum Endoplasma (RE) digunakan sebagai tempat untuk mengangkut sintesis dari lemak serta steroid.

4. Mitokondria

Mitokondria

Pada bagian selanjutnya yaitu ada Mitokondria. Bagian organel sel yang satu ini adalah bagian terbesar yang ada di dalam sel hewan dan sering disebut sebagai mesin sel. Mitokondria memiliki bentuk yang hampir sama dengan cerutu.

Yang mana, pada organel sel tersebut mempunyai dua buah lapisan membran dengan bentuk yang berlekuk-lekuk dan biasa disebut dengan kritas.

Di dalam mitokondria ini, oksigen serta glukosa saling bekerja sama untuk membantu dalam hal proses pembentukan energi (ATP) yang mana sangat dibutuhkan dalam sistem metabolisme serta aktivitas selalur yang ada pada organel.

Karena proses itulah yang membuat mitokondria disebut dengan The Power House.

Fungsi Mitokondria

Untuk fungsi yang dimiliki oleh mitokodria sendiri ialah sebagai berikut:

  • Sebagai tempat untuk respirasi sel.
  • Sebagai tempat untuk menghasilkan energi di dalam bentuk ATP.

5. Mikrofilamen

Mikrofilamen

Ada banyak bagian yang terdapat dalam organel sel suatu hewan. Dari beberapa organel sel yang sudah disebutkan di atas, bagian organel sel hewan berikutnya ialah mikrofilamen.

Mikrofilamen merupakan salah satu bagian dari sel hewan yang terbentuk dari miosin serta protein aktin. Bentuk dari mikrofilamen ini sendiri hampir sama dengan mikrotubulus, akan tetapi diameter yang dimiliki oleh mikrofilamen lebih kecil serta lebih lembut.

Nah, untuk fungsi dari mikrofilamen ini sendiri yakni memiliki peran yang sangat penting dalam eksositosis, endositosis serta pergerakan sel. BACA JUGA: Jaringan Tumbuhan

6. Peroksisom

Peroksisom

Pada bagian selanjutnya ada peroksisom. Untuk peroksisom tersebut merupakan bagian yang berbentuk kantong kecil yang mana di dalamnya berisi enzim katalase. Fungsi dari bagian organel yang satu ini ialah untuk menguraikan peroksida (H2O2).

Yang mana merupakan sisa dari hasil metabolisme dan bersifat toksik atau racun. Peroksida tersebut akan menjadi air serta oksigen yang akan sangat berbahaya bagi sel itu sendiri.

Fungsi Peroksida

Nah, untuk organel sel peroksisom yang satu ini banyak dijumpai pada organ dalam seperti sel hati dan ginjal. Berikut fungsi yang dimiliki oleh peroksisom:

  • Sebagai tempat untuk mengubah lemak menjadi karbohidrat
  • Sebagai tempat untuk menguraikan peroksida (H2O2) dari berbagai sisa metabolisme yang bersifat toksik atau racun.

7. Ribosom

Ribosom

Ribosom adalah sebuah organel sel padat dan kecil. Dimana, sel yang satu ini mempunyai ukuran sekitar 20 nm dan terdiri atas 35% protein ribosom (RNP) dan 65% RNA Ribosom (rNA).

Di dalam organel sel yang satu ini juga terdiri atas dua buah sub unit yakni sub unit besar serta sub unit kecil. Adapun fungsi yang dimilikinya yaitu sebagai tempat untuk berlangsungnya proses fotosintesis. BACA JUGA: Jaringan Epitel

8. Mikrotubulus

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah salah satu organel sel hewan yang ada pada sitoplasma dan ditemui dalam sel eukariot. Sel yang satu ini mempunyai bentuk silindris panjang yang berangga.

Dimana, diameter dari mikrotubulus dalamnya yaitu 12 nm sedangkan untuk bagian luarnya memiliki diameter 25 nm. Mikrotubulus yang satu ini terdiri atas molekul yang memiliki bentuk bulat protein globurat yang mana biasa disebut dengan tubulin.

Nah, pada kondisi tertentu, tubulin ini nantinya akan spontan berubah menjadi sebuah bentuk silindris yang panjang berongga. Selain itu, mikrotubulus juga mempunyai sifat yang kaku jika dibandingkan dengan organel sel lainnya.

Fungsi Mikrotubulus

Sama seperti bagian sel yang lain, mikrotubulus juga memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memiliki peran di dalam pembentukan silia, flagella serta sentriol
  • Membantu untuk memberikan bentuk sel
  • Membantu untuk melindungi sel.

9. Badan Golgi

Badan Golgi

sel hewan memiliki banyak sekali bagian di dalamnya. Tentu saja, berbagai macam bagian tersebut juga mempunyai peranan yang sangat penting. Salah satunya yaitu Badan Golgi. Badan Golgi ini juga disebut dengan kompleks golgi ataupun apparatus golgi.

Bagian dari sel tersebut dapat ditemukan pada semua sel eukariotik serta ada pula pada fungsi ekskresi yakni ginjal. Badan golgi memiliki bentuk seperti kantong pipih dengan ukuran yang kecil sampai besar dan terikat dengan membran.

Nah, setiap hewan ternyata mempunyai badan golgi dengan jumlah 10 hingga 20 buah. Tahukah Anda? Ternyata, badan golgi ini diambil dari nama penemunya, yakni Camillo Golgi yang berasal dari Italia.

Fungsi Badan golgi

Dengan bentuk yang dimilikinya, lalu apa fungsi dari organel sel badan golgi yang satu ini?

  • Badan golgi digunakan untuk membentuk membran plasma.
  • Badan golgi digunakan sebagai tempat untuk memproses protein.
  • Badan golgi digunakan sebagai tempat untuk membentuk lisosom.
  • Badan golgi digunakan sebagai tempat untuk membentuk vesikula atau kantung untuk proses ekskresi.

10. Nukleus

Nukleus

Nukleus atau inti dari sel hewan memiliki peranan untuk mengatur serta mengendalikan berbagai macam aktivitas sel baik itu pembelahan sel hingga metabolisme sel.

Untuk bagian nukleus atau inti sel ini sendiri dapat Anda temukan dengan mudah pada sel eukariotik. Nukleus memiliki kandungan materi genetic yakni DNA (Asam Deoksiribonukleat) serta kromosom.

DNA yang ada di dalamnya tersebut terdiri atas nukleotida serta memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu pembentukan protein yang terjadi dalam proses translasi serta transkripsi.

Nukleus atau inti sel terdiri atas membran inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), kromosom (kromatim) dan nucleolus. Tentu saja, berbagai macam bagian dari nukleus ini memiliki peranan masing-masing untuk membuat sel hewan bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Nah, di atas merupakan penjelasan mengenai berbagai macam organel sel hewan. Demikian pembahasan tentang sel hewan ini semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda. BACA JUGA: Rantai Makanan: Pengertian, Komponen dan Contoh

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post