rantai makanan

Rantai Makanan: Pengertian, Komponen dan Contoh

Total
0
Shares

Dalam pembahasan mengenai proses hidup makhluk hidup di lingkungan yang berbeda, rantai makanan atau jaring-jaring makanan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dilupakan.

Ya, rantai makanan tersebut terbentuk secara alami, akan sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup masing-masing dari makhluk hidup tersebut sehingga ia tidak akan punah.

Nah, tentu Anda secara tidak langsung sudah mengetahui contohnya melalui beberapa sumber. Namun, apakah Anda mengetahui sebenarnya apa itu rantai makanan?

Perlu diketahui bahwa jaring-jaring makanan adalah proses makan dan dimakan antar makhluk hidup di mana setiap makhluk hidup memiliki peran yang berbeda.

Dalam hal ini memang ada beberapa posisi berbeda yang ditempati oleh makhluk hidup yang berbeda pula. Ada makhluk hidup yang berperan sebagai produsen, konsumen dan juga dekomposer.

Tentu, jaring-jaring tersebut akan berbeda tergantung dari tempat hidup dari makhluk tersebut.

Pengertian Rantai Makanan & Jaring-jaring Makanan

rantai makanan

Secara singkat, rantai makanan adalah proses makan dan dimakan makhluk hidup. Proses ini memiliki hubungan satu sama lain sehingga disebut dengan nama rantai makanan. Proses ini disebut juga sebagai jaring-jaring makanan.

Dalam proses yang berlangsung, setiap makhluk hidup menempati posisi yang berbeda tergantung dari sifat dari makhluk hidup tersebut. Misalnya, dalam rantai makanan, ada makhluk hidup yang beroposisi sebagai produsen.

Makhluk hidup disebut menjadi produsen karena makhluk tersebut menghasilkan sesuatu untuk dimakan. Salah satu contoh produsen dalam ekosistem sawah adalah padi. Nah, proses makan dan dimakan tersebut adalah proses alami untuk menghindari kepunahan.

Komponen Dalam Rantai Makanan

komponen rantai makanan

Dalam jaring-jaring makanan, sebagaimana disinggung di awal, ada beberapa komponen yang berbeda yang mengisi rantai-rantai tersebut. Setiap komponen memiliki tugas dan fungsi sendiri-sendiri yang berbeda-beda.

Secara umum, beberapa komponen yang perlu diketahui untuk memahami detail rantai makanan ada tiga, yaitu:

  1. Produsen
  2. Konsumen
  3. Dekomposer

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut adalah penjelasannya:

1. Produsen

Produsen merupakan makhluk hidup yang menempati posisi pertama dalam sebuah rantai makanan. Makhluk hidup disebut sebagai produsen karena memiliki kemampuan produksi atau menghasilkan sesuatu untuk dimakan oleh makhluk hidup lainnya. Nah, dalam hal ini, tumbuhan menempati posisi sebagai produsen karena bisa menghasilkan bahan makanan.

2. Konsumen

Ada makhluk hidup yang menempati posisi konsumen. Posisi ini ditempati oleh makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanan sendiri. Oleh karena itu, dalam hal ini, konsumen akan sangat bergantung pada kelangsungan hidup dari makhluk hidup yang menempati posisi sebagai produsen.

Pada rantai makanan yang berlangsung, konsumen dibagi menjadi tiga macam. Adapun pembagian kelas konsumen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Konsumen tetap adalah konsumen pertama yang mendapatkan energi secara langsung dari produsen. Adapun contoh dari konsumen primer adalah sapi, kerbau, kelinci dan lainnya. Dari hal tersebut bisa dilihat bahwa konsumen primer biasanya diisi oleh makhluk hidup dengan karakter herbivora.
  • Konsumen sekunder adalah konsumen kedua yang mendapatkan sumber energi atau makanan yang berasal dari konsumen pertama atau konsumen primer. Secara singkat, konsumen sekunder akan memakan konsumen primer. Adapun contoh konsumen sekunder adalah anjing, kucing dan hewan lain yang termasuk carnivore.
  • Konsumen tersier adalah konsumen yang mendapatkan sumber makanan dan sumber energi dengan cara memakan konsumen kedua atau konsumen sekunder. Contoh dari makhluk hidup yang masuk ke kelas ini adalah elang, alap-alap, harimau dan lainnya.

3. Dekomposer

Dekomposer merupakan organisme yang berperan guna menguraikan zat organik menjadi sebuah zat anorganik. Dalam hal ini, dekomposer akan menguraikan bangkai dan juga tumbuhan yang sudah mati. Setelah itu, nutrisi yang terkandung di dalamnya akan digunakan oleh produsen atau tumbuhan sebagai sumber nutrisi.

Contoh Rantai Makanan Berbagai Habitat

Sebagaimana disinggung di awal bahwa jaring-jaring makanan adalah peristiwa makan dan dimakan makhluk hidup yang membentuk sebuah keterhubungan yang sambung menyambung.

Selain itu, detailnya akan sangat dipengaruhi oleh habitat dari makhluk hidup tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya, habitat harus diperhatikan.

Adapun beberapa contoh rantai makanan dengan ekosistem dan habitat yang berbeda adalah sebagai berikut:

1. Rantai Makanan di Sawah

Rantai Makanan di Sawah

Ekosistem sawah adalah sebuah ekosistem buatan yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup rendah. Dominasi ekosistem sawah adalah tumbuhan, terutama padi. Oleh karena itu, di area sawah ditemukan cukup banyak organisme pemakan padi, seperti burung, jangkrik dan lainnya.

Nah, padi merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh petani karena merupakan kebutuhan pokok untuk masyarakat Indonesia. Dalam ekosistem sawah. Pada berfungsi sebagai produsen. Selain padi, produsen di ekosistem sawah adalah rumput.

Adapun contoh detail rantai makanan yang terjadi di sawah adalah sebagai berikut:

  • Padi – burung – ular – elang – pengurai
  • Rumput – serangga – tikus – ular – pengurai
  • Padi – serangga – katak – ular – elang – pengurai.

2. Rantai Makanan di Laut

Rantai Makanan di Laut

Laut merupakan ekosistem yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Hal ini cukup beralasan karena memang pada dasarnya laut memiliki luas yang sangat besar dan mayoritas kondisi bumi adalah berbentuk lautan.

Nah, karena besarnya wilayah lautan, maka ada rantai makanan yang cukup kompleks yang terjadi di laut. Dalam ekosistem laut, terdapat beberapa jenis makhluk hidup yang berperan langsung dalam jaring-jaring ini. Beberapa makhluk hidup tersebut diantaranya adalah:

  • Fitoplankton
  • Zooplankton
  • Predator
  • Dekomposer.

– Fitoplankton

Perlu diketahui, fitoplankton merupakan makhluk hidup yang memiliki sel satu dan melayang-layang di tengah laut. Dalam kaitannya dengan rantai makanan, fitoplankton memiliki peran sebagai produsen. Hal ini dikarenakan ia dapat membuat makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari untuk berfotosintesis.

– Zooplankton

Sementara zooplankton adalah hewan dengan ukuran kecil dan hidupnya juga melayang di tengah lautan. Zooplankton memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada fitoplankton. Karena tidak memiliki klorofil, maka zooplankton akan memakan fitoplankton sebagai sumber energi dan makanan untuk mempertahankan hidupnya.

– Predator

Predator adalah hewan yang menempati posisi tertinggi dalam rantai makanan di ekosistem laut. Nah, salah satu hewan yang menempati posisi sebagai predator adalah ikan paus. Hal ini dikarenakan paus akan memakan ikan-ikan kecil yang ada di sekitar mereka dan paus tidak bisa membuat makanan mereka sendiri.

– Dekomposer

Sementara dekomposer adalah makhluk yang memiliki tugas untuk menguraikan bangkai makhluk laut menjadi partikel yang lebih kecil. Dalam hal ini, partikel tersebut akan digunakan oleh fitoplankton sebagai bahan guna membuat makanan mereka sendiri sebagai sumber energi. Contoh dekomposer di ekosistem laut adalah bentos.

Adapun contoh detail yang ada di ekosistem laut adalah sebagai berikut:

  • Energi matahari – alga – ikan kecil – hiu – pengurai
  • Energi matahari – fitoplankton – udang – ikan – singa laut – hiu – pengurai
  • Plankton – ikan kecil – ikan tuna – manusia – dekomposer .

3. Rantai Makanan di Sungai

Rantai Makanan di Sungai

Ekosistem sungai merupakan salah satu ekosistem di mana di dalamnya terdapat tumbuhan serta hewan yang mampu hidup di air yang mengalir. Di ekosistem tersebut juga terdapat interaksi antara makhluk hidup untuk membentuk sebuah rantai makanan yang berkesinambungan dan saling mengisi.

Di dalam ekosistem sungai juga terdapat beberapa jenis organisme. Beberapa diantaranya adalah alga dan juga fitoplankton di mana berperan sebagai produsen. Hal ini dikarenakan organisme tersebut mampu menghasilkan makanan mereka sendiri.

Adapun contoh yang terjadi pada ekosistem sungai adalah sebagai berikut:

  • Matahari – alga – ikan sepat – burung bangau – buaya – pengurai
  • Matahari – fitoplankton – kepiting – burung bangau – pengurai.

4. Rantai Makanan di Hutan

Rantai Makanan di Hutan

Hutan merupakan salah satu bentuk dari ekosistem yang terjadi secara alami. Dalam hal ini, ada cukup banyak keanekaragaman hayati yang akan ditemukan di dalam hutan.

Oleh karena banyaknya keanekaragaman hayati tersebut, terjadi interaksi antar makhluk hidup yang akan membentuk rantai makanan yang saling mengisi satu sama lain.

Bisa dikatakan bahwa jaring makanan yang ada di hutan memang tergolong cukup kompleks. Hal ini dikarenakan adanya cukup banyak variasi makhluk hidup dan memiliki beberapa peran yang berbeda-beda pula.

Adapun contoh detail dari rantai makanan di hutan adalah sebagai berikut:

  • Matahari – rumput – kambing – harimau – pengurai
  • Matahari – tanaman – tikus – ular – elang – pengurai
  • Matahari – rumput – kelinci – ular – elang – pengurai.

5. Rantai Makanan di Kebun

Rantai Makanan di Kebun

Kebun merupakan ekosistem buatan yang sengaja dibuat oleh manusia. Umumnya, kebun merupakan area yang banyak ditanami dengan sayuran, buah dan beberapa tanaman lainnya.

Selain itu, ukuran kebun juga berbeda-beda tergantung dari selera siapa yang membuatnya dan juga adanya ketersediaan lahan untuk dibuat menjadi kebun.

Nah, sama seperti jaring-jaring makanan di ekosistem lainnya, di kebun pun terdapat rantai makanan dari beberapa makhluk hidup yang berada di dalamnya. Adapun contoh dari yang terjadi di ekosistem kebun adalah sebagai berikut:

  • Energi matahari – tanaman budidaya – serangga – katak – ular – dekomposer
  • Energi matahari – tanaman – ayam – musang – dekomposer
  • Energi matahari – tanaman – ulat – belalang – burung – ular – dekomposer.

6. Rantai Makanan di Danau

Rantai Makanan di Danau

Danau merupakan ekosistem alami dan buatan. Ada beberapa danau yang terjadi dan muncul karena proses alam, seperti letusan gunung berapi dan lainnya. Selain itu, ada pula danau buatan di mana biasanya digunakan untuk menampung air guna pengairan kebun atau sawah.

Nah, di dalam dan di sekitar danau hidup beragam jenis makhluk hidup di mana mereka saling berinteraksi dan membentuk sebuah rantai makanan yang cukup kompleks. Adapun beberapa contoh dari yang terjadi di area danau adalah sebagai berikut:

  • Matahari – fitoplankton – zooplankton – larva capung – ikan – burung – pengurai
  • Matahari – fitoplankton – ikan – ular – burung – pengurai.

Demikian beberapa ulasan mengenai contoh rantai makanan dan beberapa detail yang terjadi di ekosistem yang berbeda-beda. Dengan mengetahui beberapa hal di atas, Anda bisa belajar mengenai bagaimana makhluk hidup berproses. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
pidato persuasif

Kumpulan Contoh Pidato Persuasif

Contoh pidato persuasif merupakan salah satu dari jenis pidato yang ada di kehidupan sehari-hari. Pidato sendiri merupakan kegiatan berbicara di depan khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikandalam event tertentu. Sebagai salah…
View Post