puisi lama

Contoh Puisi Lama dan penjelasannya

Total
0
Shares

Puisi adalah karya sastra tulis yang berisi ungkapan perasaan seorang penyair. Dengan menggunakan bahasa sarat akan makna serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik serta baitnya.

Banyak yang menyebutkan pengertian puisi adalah karya sastra yang isinya mengandung ungkapan kata-kata bermakna kiasan dan penyampaiannya disertai dengan rima, irama, larik dan bait, menggunakan gaya bahasa yang dipadatkan.

Para ahli modern mengartikan puisi sebagai wujud imajinasi dan curahan hati seorang penyair untuk mengajak orang lain ke “dunianya”. Meski berbentuk singkat dan padat, banyak orang lain kesulitan untuk mengartikan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya.

Secara garis besar, puisi dibagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi modern. Berikut penjelasan lengkap tentang puisi lama:

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama (konvensional) adalah jenis puisi yang terikat oleh persajakan, pengaturan larik pada setiap bait, dan jumlah kata disetiap larik, serta musikalitas puisi sangat ditekankan. Yang tergolong jenis-jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun, dan banyak lagi yang lainnya.

Ciri-Ciri Puisi Lama

Kemudian ciri-ciri atau karateristik puisi lama adalah sebagai berikut:

  • Merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya.
  • Warisan sastra Melayu lama.
  • Disampaikan dari mulut ke mulut, sering disebut sastra lisan.
  • Begitu terikat aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait dan jumlah suku kata.

Macam-macam Puisi Lama

Puisi lama dibagi menjadi tujuh bentuk, yaitu Mantra, Pantun, Karmina, Gurindam, Syair, Seloka dan Taliban. Mari kita bahas penjelasan lengkapnya:

1. Mantra

Mantra ialah sejenis puisi tua yang dianggap memiliki kekuatan ghaib seperti sebuah doa. Karya sastra ini sarat akan rima dan irama yang terkenal misterius. Biasanya menggunakan majas metafora (membandingkan).

Contoh puisi lama mantra:

slideshare.net

2. Pantun

Pantun ialah salah satu dari jenis puisi lama yang populer hingga saat ini dan dikenal oleh masyarakat luas. Ciri khusus pantun adalah bersajak a-b-a-b, 1 bait terdiri dari 4 baris, setiap baris terdapat 8 sampai 12 kata dan 2 baris awal dinamakan sampiran, 2 baris berikutnya adalah isi.Pantun sendiri juga memiliki jenis-jenis seperti pantun jenaka, pantun anak, pantun nasehat dan lain-lain.

Contoh puisi lama pantun:

contoh pantun
sharingkali.com

3. Karmina

Karmina juga disebut pantun kilat karena karmina adalah sebuah pantun tapi isinya pendek. Biasanya karmina hanya memiliki dua baris pada setiap baitnya, terdiri atas 8 sampai 12 suku kata disetiap baris, baris pertama senagai sampiran dan baris kedua merupakan isi serta bersajak a-a.

Contoh puisi lama karmina:

contoh karmina
slideplayer.info

4. Gurindam

Jika tadi disebutkan bahwa karmina adalah pantun singkat. Maka gurindam adalah syair singkat atau syair pendek. Gurindam biasanya berisi pesan yang sarat akan nasehat dengan aturan 2 baris ditiap baitnya, bersajak a-a dan tiap baris adalah isi.

Contoh puisi lama gurindam:

contoh gurindam

5. Syair

Syair sendiri berasal dari negeri Arab dengan ciri khas terdiri dari 4 baris dalam 1 bait menggunakan sajak a-a-a-a. Syair biasanya berisi sebuah cerita dengan berisikan nasehat didalamnya.

Contoh puisi lama syair:

contoh syair
www.slideshare.net

6. Seloka

Seloka ialah salah satu macam puisi lama yang berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung sindiran, senda gurau, atau bahkan ejekan. Seloka merupakan bentuk puisi warisan Melayu lama yang ditulis dalam 4 baris atau lebih.

Contoh puisi lama seloka:

contoh seloka
www.yuksinau.id

7. Talibun

Yang terakhir dari macam-macam puisi lama adalah Talibun. Talibun merupakan pantun yang lebih panjang dari pada pantun pada umumnya. Memiliki baris yang relatif lebih panjang seperti 6 baris, 8 baris, 10 baris dan seterusnya.

Contoh puisi lama talibun:

contoh talibun
http://www.duniapuisi.com

Unsur-Unsur Puisi

Secara hakiki puisi memiliki struktur batin dan struktur fisik yang terkandung di dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan yang saling menyempurnakan. Adapun penjelasan lengkap unsur-unsur dalam puisi tersebut antara lain:

A. Struktur Batin

Struktur batin puisi disebut juga sebagai ruh suatu puisi, yang terdiri dari beberapa hal, mari kita bahas lebih lanjut:

1. Tema/ Makna (sense)

Tema / makna ini merupakan unsur utama dalam puisi, karena bisa menjelaskan maksud yang ingin disampaikan oleh seorang penyair dimana medianya berupa Bahasa yang disampaikan.

2. Rasa (feeling)

Rasa merupakan wujud sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang ingin diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini sangat erat kaitannya dengan latar belakang dan suasana hati sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas sosial, pengalaman sosial, percintaan, persahabatan dan lain sebagainya.

3. Nada (tone)

Nada merupakan wujud sikap sang penyair terhadap pemerhatinya. Serta sangat berkaitan erat dengan arti dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat lebih lugas menyampaikan suatu pusi sesuai maksud yang diinginkan dengan penekanan tertentu, misalnya dengan nada mendikte, menjerit, mendesah, memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap pendengar.

4. Tujuan (intention)

Tujuan juga biasa disebut maksud atau amanat, merupakan suatu pesan tertentu yang hendak disampaikan sang penyair kepada pendengarnya.

B. Struktur Fisik

Struktur fisik puisi sering disebut juga metode penyampaian sang penyair tentang hakikat suatu puisi. Struktur fisik puisi terdiri dari beberapa hal, antara lain:

1. Perwajahan Puisi (tipografi)

Tipografi merupakan bentuk format suatu puisi, seperti penyesuaian baris, pengaturan tepi kanan-kiri, dan rekayasa halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwajahan puisi seperti penjelasan diatas sangat berpengaruh pada pemahaman arti puisi itu sendiri.

2. Diksi

Diksi merupakan pemilihan setiap kata oleh seorang penyair dalam menuliskan puisinya sehingga didapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan setiap kata pada puisi sangat erat kaitannya dengan makna yang hendak disampaikan seorang penyair.

3. Imaji

Imaji merupakan susunan kata dalam puisi yang dapat mencitrakan pengalaman pribadi sang penyair berdasarkan pendengaran, penglihatan, dan perasaan yang dialaminya. sehingga bisa mempengaruhi pendengar seolah-olah ikut merasakan secara langsung yang dialami sang penyair.

4. Kata Konkret

Kata konkret ialah pemilihan bentuk kata sang penyair yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang digunakan penyair pada umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata “embun” untuk menjelaskan kesejukan jiwa.

5. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah pemilihan bahasa sang penyair yang bisa menimbulkan efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figurative, sehingga sarat akan makna dan tafsir. Gaya bahasa ini sering disebut dengan majas (metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).

6. Rima/ Irama

Irama/ rima ialah adanya persamaan bunyi dalam penulisan puisi, baik di awal, tengah, ataupun di akhir puisi. Berikut adalah macam-macam irama / rima, antara lain:

  • Onomatope, yaitu tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya desahan tangis yang mengandung efek magis.
  • Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, dan lain sebagainya.
  • Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah, dan hentak-lembut suatu bunyi.

Demikianlah pembahasan tentang macam-macam puisi lama dan contoh singkatnya. Semoga artikel ini menambah pengetahuan sahabat semua seputar karya sastra puisi.

Baca Juga: Cara Penulisan Footnote yang Benar

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post