penulisan footnote

Cara Penulisan Footnote / Catatan Kaki yang Benar

Total
0
Shares

Di dalam karya tulis yang berjenis ilmiah ataupun non-ilmiah, mengandung referensi dari buku, majalah, internet, surat kabar, jurnal, dan lain-lain sudah sepatutnya dicantumkan catatan kaki atau footnote.

Hal ini dikarenakan penulisan footnote yang benar akan merapikan karya tulis. Selain itu, penulisan sumber, periwayat, serta penjelasan tidak langsung pada badan tulisan melainkan diberi tanda seperti angka yang kemudian dijelaskan pada bagian akhir tulisan.

Footnote akan menambah kevalidan karya yang Anda tulis. terlebih jika yang Anda tulis adalah skripsi, tesis, ataupun makalah. Meski begitu, masih banyak yang belum paham perihal tata cara penulisan footnote yang benar.

Nah, untuk itu, mari bahas sistematika penulisan dan contoh-contohnya. Berikut ulasannya secara lengkap:

Cara Penulisan Footnote yang Benar

penulisan footnote

1. Penulisan Footnote dari Buku

Untuk menulis footnote dari buku, perhatikan urutan-urutan partikel yang mesti ada dalam catatan kaki sesuai dengan ketentuan PUEBI. Ada dua jenis format penulisan catatan kaki yang benar, yaitu:

Format penulisan footnote yang pertama

Nama pengarang, judul (kota: nama penerbit, tahun terbit), hal. nomor halaman.

Format yang satu ini bisa disingkat dengan Na-Ju-Ko-Pen-Ta-Hal (supaya lebih mudah dalam menghafalnya).

Format penulisan footnote yang kedua

Nama pengarang, judul, penerbit, kota, tahun terbit, hal. nomor halaman.

Format ini dapat disingkat dengan Na-Ju-Pen-Ko-Ta

Contohnya adalah sebagai berikut:

Freddy Rangkuti, Analisis SWOT; Teknik Membedah Kasus Bisnis (Jakarta: Gramedia Pustaka Umum, 2008), hal. 7.

Silfia Hanani, Menggali Interelasi Sosiologi dan Agama, Humaniora, Bandung, 2011, hal. 36.

Muhamad Mulkan Fauzi dan Hasanudin, Mahasiswa di Ujung Penantian, Jones Publishing, Tasikmalaya, 2015, hal. 51.

Muhamad Mulkan Fauzi dkk., Jomblo Berdasi (Tasikmalaya: Lingkar Pena, 2014), hal. 15.

2. Penulisan Footnote dari Internet

Saat ini, internet menjadi sumber ilmu yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, di internet semua tersedia dan memudahkan seseorang dalam mencari referensi untuk karya tulisnya.

Format penulisan footnote yang bersumber dari internet adalah sebagai berikut:

Nama Penulis, “Judul Tulisan”, diakses dari URL / Alamat Web, pada tanggal …, pukul …

Contohnya adalah sebagai berikut:

Muhamad Fauzi Abdillah, “Sintesa, Pesantren Paling Modern Kuadrat”, diakses dari http://satriabajahitam.com/pondok-pesantren-modern-sintesa/, pada tanggal 14 April 2019 pukul 10.27.

3. Penulisan Footnote dari Majalah

Selanjutnya mengenai tata cara penulisan catatan kaki yang bersumber dari majalah. Berikut adalah format penulisannya yang baik dan benar:

Nama Penulis, “Judul Artikel” Nama Majalah, Edisi, hlm. Nomor Halaman.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Adi Prasojo Yudhistiro, “Pemuda Islam Pilar Kebangkitan” El-Fata, Edisi XIV, April 2019, hlm. 12.

4. Penulisan Footnote dari Surat Kabar

referensi penulisan ilmiah atau non-ilmiah juga bisa diambil dari surat kabar dan koran. Formatnya sedikit berbeda dengan penulisan catatan kaki dari sumber sebelumnya. Bagaimana? Begini formatnya secara detail:

Nama Surat Kabar, Tanggal Terbitan, hlm. Nomor Halaman.

Contohnya adalah sebagai berikut:

Republika, 20 Desember 2018, hlm. 17.

Cara Menulis Catatan Kaki yang Benar

catatan kaki

Ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan saat akan menuliskan footnote pada karya ilmiah. Diantaranya:

  • Nomor penanda footnote diangkat ke atas yang mirip dengan penulisan kuadrat. Akan tetapi tidak sampai satu spasi penulisannya. Ukuran penandanya pun lebih kecil. Contohnya adalah sebagai berikut:

Mengevaluasi strategi yang diimplementasikan dengan menggunakan sistem umpan balik, dan mengendalikan berbagai aktivitas untuk memastikan penyimpangan minimal dari yang mereka rencanakan1

  • Nama pengarang ditulis berdasarkan urutan nama aslinya. Sedangkan pangkat atau gelar tidak perlu dicantumkan.
  • Judul buku yang dijadikan referensi pada footnote dicetak miring (apabila diketik menggunakan Ms. Word) dan digaris bawahi jika ditulis menggunakan mesin tik.
  • Apabila buku referensi ditulis oleh lebih dari satu orang, maka nama-namanya dicantumkan semua.
  • Apabila lebih dari tiga orang, maka pengarang hanya ditulis oleh yang pertama dan diikuti dengan dkk. atau et al.
  • Apabila sumber referensi berasal dari internet, maka footnote tetap ditulis.

– Singkatan dalam Footnote

Pada beberapa bagian buku atau karya ilmiah, terdapat beberapa singkatan yang mungkin belum Anda mengerti maksudnya. Diantaranya Ibid, Op. Cit, dan juga Loc. Cit. Setiap singkatan ini memiliki arti tersendiri. Fungsi singkatan dalam penulisan footnote diantaranya:

  • Ibid merupakan singkatan dari ibidem yang memiliki arti ‘di tempat sama serta belum diselingi dengan kutipan yang lainnya.
  • Op. Cit berasal dari kata Opera Citato yang memiliki arti ‘dalam karangan yang telah disebut dan diselingi sumber lainnya’.
  • Loc. Cit yang merupakan akronim dari loco citato yang berarti ‘di tempat yang sudah disebutkan’. Fungsi Loc. cit adalah untuk merujuk pada halaman yang sama pada sumber yang sudah disebutkan.

– Perbedaan Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit.

Ibid Op. Cit Loc. Cit
Ditulis pada bagian bawah catatan kaki yang sudah mendahuluinya Memiliki arti bahwa ada dalam karya yang sudah disebut Memiliki arti bahwa sudah ada pada tempat yang disebutkan sebelumnya
Tidak digunakan jika terdapat footnote lain yang menyelingi Merujuk pada buku sumber yang sudah disebutkan serta diselingi oleh adanya sumber lain Merujuk pada sumber data pustaka yang sama berupa buku kumpulan essai, ensiklopedi, jurnal, majalah, yang sudah diselingi dengan sumber lainnya
Ditulis menggunakan huruf kapital di awal kata serta dicetak miring serta diakhiri dengan tanda titik Ditulis menggunakan huruf kapital di awal suku kata dan dicetak miring serta pada setiap suku diikuti dengan titik Apabila halaman berbeda, maka Loc. Cit diikuti dengan nomor halaman rujukan
Jika ada referensi berikutnya yang berasal dari jilid maupun halaman lain, urutan penulisannya adalah sebagai berikut: Ibid, jilid, halaman Format penulisannya adalah sebagai berikut: nama pengarang, nama panggilan family, Op. Cit. nama buku, halaman Menyebutkan nama keluarga dari pengarang

Berikut adalah contoh penulisan footnote menggunakan singkatan Ibid, Op. Cit, dan Loc. Cit:

1Muhamad Mulkan Fauzi, Menulis Novel Semudah Itukah?, Pustaka Utama Sejahtera, Bandung, 2014, hal. 20.

2ibid., hal 40 (berarti dikutip dari buku yang sama dengan sumber di atasnya)

3Hasanudin, Yuk Berfikir dan Berdzikir!, Risalah Pustaka, Depok, 2016, hal 25.

4Andi Sofyan dan Agung Prasetya, Kapan Lagi Berceloteh Ria, Peka Publishing, Bandung, hal. 28.

5Muhamad Mulkan Fauzi, Op.cit hal. 55. (buku yang sudah disebutkan di atas).

6Hasanudin, loc.cit. (berarti di buku dan halaman yang sama seperti yang sudah disebutkan di atas, yakni halaman 40).

7Andi Sofyan dan Agung Prasetya, loc.cit. hal 77. (di buku dan halaman sama dengan sumber di atas, yakni halaman 23).

Sudah paham kan? Ternyata mudah sekali tata cara penulisan footnote asal Anda memahaminya dengan baik. Pastikan karya tulis Anda menyertakan catatan kaki atau footnote agar teruji validitasnya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan membantu Anda! Terimakasih!

Baca Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
pidato persuasif

Kumpulan Contoh Pidato Persuasif

Contoh pidato persuasif merupakan salah satu dari jenis pidato yang ada di kehidupan sehari-hari. Pidato sendiri merupakan kegiatan berbicara di depan khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikandalam event tertentu. Sebagai salah…
View Post