Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Total
0
Shares

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah sekali. Ya, kupu-kupu memang memiliki sayap yang indah dengan berbagai macam corak.

Hal ini juga yang membuat banyak orang pecinta kupu-kupu yang mengoleksinya dengan cara diawetkan. Eitss, namun cara ini jangan ditiru ya, biarkan kupu-kupu hidup dengan bebas di dunia ini.

Tahukah Anda jika kupu-kupu yang indah itu memerlukan waktu yang lama untuk memperoleh keindahannya. Nah, waktu yang ditempuh kupu-kupu untuk menjadi kupu-kupu disebut dengan metamorfosis kupu-kupu.

Metamorfosis Kupu-kupu

metamorfosis kupu-kupu

Tahukah kamu bahwa sebelum kupu-kupu yang cantik terbang ke dunia, dia adalah seekor ulat yang banyak ditakuti banyak orang. Nah, proses yang diawali oleh seekor ulat untuk menjadi seekor kupu-kupu sangatlah panjang. Hal inilah yang membuat metamorfosis kupu-kupu disebut sebagai metamorfosis yang sempurna.

Adapun metamorfosis ini dimulai dari saat menjadi telur, kemudian menjadi ulat, berubah menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang begitu indah. Daripada Anda penasaran bagaimana sih proses metamorfosis ini, yuk langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

– Fase Telur

Telur kupu-kupu

Jika di sekitar rumah Anda masih ada tanaman, coba deh lihat biasanya di tanaman ada telur kupu-kupu yang menempel pada daun. Telur ini biasanya berwarna putih dengan jumlah yang banyak.

Perlu Anda tahu bahwa kupu-kupu saat memutuskan bertelur ia tidak akan bertelur di tempat yang sembarangan. Biasanya mereka akan cenderung bertelur pada daun yang disukai. Nah, setiap kupu-kupu juga memiliki daun kesukaan sendiri-sendiri.

Biasanya mereka akan bertelur pada jenis daun yang mana saat telurnya menetas akan bisa langsung memperoleh makanan dengan mudah. Menariknya lagi, kupu-kupu juga akan bertelur dan meletakkan telurnya pada bagian ujung daun paling bawah.

Mengapa? Ini bertujuan agar telur kupu-kupu dapat terlindungi dari berbagai macam gangguan yang ada di luar. Sebelum menetas, telur kupu-kupu ini akan bertahan 3 sampai 5 hati. Adapun proses menetasnya adalah dengan cara memberikan lubang kecil ada bagian kulit telurnya.

– Fase Ulat (Larva)

Fase larva kupu-kupu

Pernahkah kamu nonton serial kartun larva? Ya, seperti itulah kiranya penampakan ulat. Namun, ulat yang biasa ditemukan di dunia nyata tidak selucu dan seimut larva di kartun. Karena bentuknya yang menggelikan dengan bulu-bulu yang bisa membuat gatal-gatal membuat banyak orang tidak suka saat melihat ulat.

Bahkan mereka akan merasa jijik dan membenci ulat. Alasannya juga bervariasi, dimulai karena ulat suka makan tanaman, atau karena takut dengan ulat tersebut. Padahal memang ulat ini membutuhkan banyak sekali makanan dalam fase pertumbuhannya. Dan daunlah menjadi sumber makanan utama dari ulat.

Hal inilah yang menjadikan ulat sering merusak tanaman. Nah, pertumbuhan yang terjadi pada ulat bisa dikatakan sangat cepat, bahkan ukuran tubuhnya melebihi ukuran kulitnya yang asli.

Sehingga untuk menjadi seekor ulat, ia harus berganti kulit kurang lebih sebanyak empat hingga 6 kali. Nah, roses pergantian kulit ulat ini disebut dengan istilah molting. Jika ulat sudah mencapai ukuran yang maksimal, maka ia akan mencari tempat untuk berlindung agar bisa berubah menjadi kepompong.

– Fase Kepompong (Pupa)

fase kepompong

Setelah ulat dewasa, ia akan mencari daun untuk berlindung sebagai tempat untuk membungkus diri. Nah, di sinilah si ulat akan berubah menjadi kepompong. Biasanya kepompong memiliki warna hijau dan ada pula yang berwarna cokelat.

Warna kepompong ini disesuaikan dengan lokasi dimana ia tinggal dengan tujuan untuk menyamarkan diri dari gangguan lingkungan sekitar. Jika diamati dari luar, ulat yang berada di dalam kepompong seperti sedang bertapa, padahal di dalamnya ia sedang berproses menjadi seekor kupu-kupu yang sangat cantik dan indah.

Jika kepompong dipegang, maka ia akan memberikan sensasi tekstur kulit yang keras dan halus. Adapun proses pembentukan kepompong menjadi kupu-kupu biasanya antara 7 hingga 20 hari sesuai dengan jenis spesiesnya. Nah, setelah fase kepompong berakhir, maka kepompong ini akan memasuki fase imigo.

– Fase Kupu-Kupu (Imigo)

menjadi kupu-kupu

Imigo adalah fase metamorfosis kupu-kupu yang paling sempurna dimana ia sudah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan indah. Pada fase ini, ulat akan berubah menjadi kupu-kupu yang memiliki sayap dan agak terlihat lebih kecil, kusut dan juga basah. Bahkan kadang pula kupu-kupu yang sudah jadi masih ditempeli oleh cangkang kepompongnya.

Adapun cairan basah pada sayap kupu-kupu disebut dengan hemolympah. Adapun fungsi dari hemolympah menurut penelitian adalah untuk membentuk tubuh dan sayap pada kupu-kupu.

Sebab, kupu-kupu yang baru lahir untuk mencari nektar biasanya masih merangkak dan belum menggunakan sayapnya. Jika saat menjadi ulat a memakan daun, maka pada saat sudah berubah menjadi kupu-kupu makanannya pun berubah menjadi nektar.

Kupu-kupu yang sudah jadi, biasanya akan aktif seharian dan bahkan akan sangat sulit ditemukan di malam hari. Keunikan yang dimiliki oleh kupu-kupu adalah ia tetap bisa terbang dengan ketinggian 2 hingga 3 meter layaknya burung.

Selain itu, dalam proses pencarian makannya, kupu-kupu akan terbang secara terpisah dengan kawanannya. Jika Anda melihat kupu-kupu yang sedang bergerombol, maka mereka sedang memasuki fase reproduksi.

Biasanya, kupu-kupu akan mulai bereproduksi saat keluar dari kepompong 5 hingga 6 hari. Saat fase reproduksi selesai, kupu-kupu akan bertelur dan memulai fase metamorfosis kupu-kupu selanjutnya.

Gambar Kupu-kupu yang Indah

gambar kupu-kupu

gambar kupu-kupu

gambar kupu-kupu cantik

Pengertian Metamorfosis

metamorfosis kupu kupu

Berdasarkan pengertiannya, metamorfosis adalah suatu proses pertumbuhan yang terjadi pada hewan dengan mengubah struktur fisik dari menetas hingga ia tumbuh dewasa. Adapun perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu ini mengalami perbedaan yang sangat berbeda.

Nah, adanya perbedaan ini terjadi karena perubahan serta diferensiasi sel yang terjadi secara radikal. Bahkan, perbedaan ini terlihat seperti dua buah organisme yang tidak memiliki hubungan sedikitpun.

– Hewan yang Mengalami Metamorfosis

Salah satu hewan yang mengalami metamorfosis adalah kupu-kupu. Selain kupu-kupu, ada pula hewan lain yang mengalami metamorfosis seperti katak, mollusca, crustacea, dan masih banyak lainnya.

Namun, salah satu hewan yang mengalami metamorfosis dengan hasil yang sempurna, cantik dan mengagumkan adalah kupu-kupu. Saking cantiknya, banyak orang yang menangkap dan bahkan menjadikan kupu-kupu sebagai binatang peliharaan.

Sebenarnya, untuk melihat kupu-kupu setiap saat, Anda tidak perlu menangkapnya suah-suah. Yang perlu dilakukan adalah tanam saja bunga dan kupu-kupu pasti akan datang. Sebab, kupu-kupu sangat menyukai bunga sebagai sumber makanannya.

Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana si perjalanan metamorfosis kupu-kupu sehingga bisa tumbuh menjadi hewan yang sangat indah. Daripada Anda penasaran, langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Seperti itulah kiranya roses metamorfosis kupu-kupu yang terjadi di dalam kehidupan. Jika Anda ingin melihat banyak kupu-kupu, biarkanlah ulat tetap hidup agar jumlah kupu-kupu semakin banyak. Semoga informasi seputar metamorfosis kupu-kupu ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Pelajari Juga:

4 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like