metamorfosis katak

Proses Metamorfosis Katak dan Penjelasannya

Total
0
Shares

Metamorfosis Katak – Katak adalah salah satu hewan yang memiliki banyak keistimewaan, seperti kemampuannya hidup di dua alam yaitu darat dan air (hewan amfibi). Hewan ini mempunyai permukaan tubuh yang lunak dan keras secara bersamaan jika disentuh. Pada bagian kaki katak juga terdapat semacam perekat yang digunakannya ketika sedang sesuatu agar tidak jatuh dan digunakan ketika berenang.

Selain itu, pada proses perkembang biakannya katak juga melewati tahap yang cukup banyak dan berbeda dengan hewan lain. Dengan kata lain, kata mengalami metamorfosis. Metamorfosis ialah proses perkembangan hewan mulai dari lahir sampai dewasa, dimana setiap proses menyebabkan perubahan pada sel dan juga diferensiasi sel yang berbeda.

Proses semacam ini tidaklah dialami oleh semua hewan, hanya hewan tertentu saja seperti tunicate, Mollusca, echinodermaa, crustacea dan beberapa jenis serangga juga katak. Hewan-hewan tersebut selalu mengalami perubahan yang signifikan pada sel atau bentuk tubuhnya.

Untuk kata sendiri berasal dari telur, kemudian berbentuk kecebong, katak muda dan menjadi katak dewasa. Nah untuk lebih jelasnya, yuk langsung saja tahapan dari metamorfosis katak di bawah ini.

Proses Metamorfosis Katak

proses metamorfosis katak

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika metamorphosis katak secara umum dibagi menjadi 4 fase, yaitu telur katak-beludru-fase katak muda-fase katak dewasa. Berikut penjelasan lengkapnya.

– Fase Telur

fase telur katak

Bisa dikatakan semua hewan yang mengalami metamorphosis mengawali hidup dari fase telur. Ketika musim pembuahan tiba, katak betina akan melepaskan banyak telur sekaligus di dalam air. Setelahnya katak jantanlah yang bertugas membuahi telur tersebut. Proses ini juga disebut dengan pembuahan eksternal atau fertilisasi eksternal.

Pembuahan eksternal sendiri sangat rawan kegagalan. Begitu banyak faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan tersebut, semisal adanya arus air yang kuat, adanya predator seperti ikan dan gangguan lainnya. Telur katak banyak ditemukan dalam keadaan berkelompok, dimana mereka disatukan oleh semacam gel yang melindungi sel telur.

Sedangkan untuk katak pohon, umumnya mereka meletakkan telur di cabang pohon. Bentuk luarnya menyerupai busa yang berfungsi untuk melindungi sel telur dari panas matahari. Telur kata ini akan menetas menjadi larva ketika sudah memasuki usia 21 hari.

– Fase Kecebong

fase kecebong

Face berudu atau yang lebih dikenal dengan fase kecebong merupakan fase kedua setelah telur. Setelah menetas, katak akan berubah menjadi kecebong dan hidup di sekitar telur untuk memakan sisa makanan yang terdapat pada cangkang telur. Hal ini akan berlangsung sampai kecebong memiliki fungsi tubuh yang benar-benar siap membawanya mencari makanan sendiri.

Berudu katak juga akan melakukan pembentukan organ insang, mulut dan ekor hingga tubuhnya terbentuk sempurna. Sampai usia satu minggu organ kecebong sudah berbentuk sempurna, sehingga siap untuk mencari makan sendiri.

Awalnya insang kecebong berada di permukaan kulitnya, namun setelah masuk usia 4 minggu, insang akan ditutupi kulit sehingga insang akan masuk ke dalam tubuh dan seakan menghilang perlahan.

Masuk pada usia 6 minggu, proses metamorphosis kata di fase kecebong terus berubah khususnya pada fungsi fisiologisnya dan bentuk morfologinya. Kaki belakang katak sudah mulai tumbuh lalu diikuti pertumbuhan kaki depan. Begitu juga dengan organ dalam, seperti paru yang sudah mulai berkembang.

Di masa 6 sampai 9 minggu, bentuk kepala dan tubuh katak juga sudah mulai terlihat namun masih memanjang, sehingga terlihat seperti kolaborasi katak dan ikan. Makanan kecebong pada masa ini ilah serangga mati yang tenggelam di perairan.

– Fase Katak Muda

fase katak muda

Metamorphosis katak masuk pada fase katak muda ketika sudah berusia 12 minggu. Setelah mengalami proses pertumbuhan, kecebong mulai masuk pada fase pertumbuhan katak muda. Perubahan bentuk pada fase ini antara lain pada bagian ekor yang memendek, insang hilang, mulut melebar, paru-paru yang baru terbentuk dan sudah bisa berfungsi.

Kata muda sudah bisa melakukan aktifitas di daratan dna mulai meninggalkan perairan. Selain itu, sistem pencernaan katak muda juga akan beradaptasi menjadi karnivora, yaitu pemakan serangga. Namun fase ini hanya berlangsung selama kurang lebih 3 minggu saja, sampai katak muda sempurna menjadi katak dewasa.

– Fase Katak Dewasa

fase katak dewasa

Masuk pada minggu ke-16, katak sudah terbentuk sempurna dan menjadi katak dewasa. Katak dewasa sudah tidak lagi memiliki insang dan digantikan dengan paru-paru. Bentuk katak dewasa sendiri sudah sangat berbeda dengan berudu atau kecebong. Seperti sudah tidak memiliki ekor, kaki yang kuat dengan selaput diantara jari-jarinya yang berfungsi untuk membantunya berenang.

Meski memiliki selaput untuk membantunya berenang, namun katak dewasa tidak lagi hidup di air. Mereka hanya akan pergi ke perairan ketika sudah masuk masa pembuahan, kemudian terulang lagi proses metamorfosis katak.

Proses metamorfosis tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 16-18 minggu. Dimana bisa dilihat jika proses paling lama yaitu terjadi ketika katak masih dalam fase kecebong. Di fase ini katak mengalami perubahan yang begitu banyak. Namun ketika sudah beranjak menjadi katak muda dan katak dewasa, hewan amfibi ini justru lebih mudah dikenali.

Ciri-Ciri Katak

Ciri-ciri katak

Untuk lebih mengenal hewan ini, Anda juga bisa belajar mengenali ciri-ciri katak sebagai berikut:

  • Katak berkembang biak dengan cara bertelur
  • Binatang amfibi atau bisa hidup di dua alam, yaitu air dan darat
  • Katak muda hidup di dalam air dan bernapas menggunakan insang
  • Katak bergerak dengan menggunakan empat kaki
  • Katak dewasa hidup di darat dan bernafas menggunakan paru-paru
  • Katak mengalami proses metamorfosis, mulai dari telur-kecebong-katak muda-katak dewasa
  • Katak memiliki kulit yang basing, ini berfungsi untuk membantunya bernapas
  • Katak juga memiliki selaput pada jari-jari kakinya yang berfungsi untuk membantunya berenang atau bergerak di dalam air.

Selain dari ciri-ciri di atas Anda juga pasti sudah tidak asing lagi dengan suara katak yang sangat familiar. Terlebih lagi bagi Anda yang hidup di daerah pedesaan atau dekat dengan area perairan semisal rawa, danau, dan sebagainya. Suara katak pasti sangat kerap di dengar, mengingat kebanyakan dari mereka hidup di daerah yang dekat dengan perairan sehingga proses pembuahan nantinya bisa lebih mudah.

Bagaimana sudah paham dengan proses metamorfosis katak? Perlu Anda ketahui dalam setiap proses metamorfosis tidak semua katak bisa bertahan hidup, terutama saat masih menjadi telur dan kecebong. Hal ini lantaran banyaknya predator dan faktor kondisi alam yang tidak mendukungnya untuk tetap hidup.

Sedangkan ketika sudah masuk pada fase katak dewasa, predator ialah faktor terbesar yang mengancam hidup seekor katak. Predator terbanyak yang mengincar katak sebagai santapannya ialah ular. Dimana hewan melata ini banyak memangsa katak di malam hari.

Meski demikian, namun popularitas katak bisa dikatakan jauh lebih banyak dibanding predatornya, sehingga kemungkinan katak mengalami kepunahan pun masih sangat kecil.

Semoga penjelasan di atas membantu dan wawasan Anda tentang metamorfosis katak bisa bertambah.

Baca Selanjutnya:

3 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post