letak astronomis indonesia

Letak Astronomis Indonesia Beserta Pengaruh dan Dampaknya

Total
0
Shares

Pernahkah Anda mendengar istilah letak astronomis Indonesia? Dalam pelajaran IPS, khususnya geografi letak astronomis Indonesia menjadi hal yang sangat biasa didengar. Sebenarnya apa sih letak astronomis itu?

Letak astronomis merupakan sebuah posisi suatu tempat yang dilihat dari garis imajiner bumi atau disebut pula dengan garis bujur dan garis lintang. Sehingga dapat diartikan bahwa letak geografis merupakan sebuah posisi suatu tempat yang dilihat dari posisi garis bujur dan garis lintang.

Apa itu garis bujur dan garis lintang? Garis bujur dan garis lintang merupakan sebuah garis yang menggambarkan permukaan bumi secara tegak lurus.

Adapun garis lintang digambarkan secara horizontal dan garis bujur digambarkan secara vertikal. Adapun fungsi dari kedua garis ini adalah untuk membagi posisi bumi bagian utara dan selatan.

Sedangkan garis bujur memiliki fungsi untuk membagi posisi bumi bagian barat dan timur. Adapun letak garis lintang akan berpengaruh terhadap keberadaan iklim, sedangkan pengaruh garis bujur akan berdampak pada waktu.

Letak Astronomis Indonesia

gambar letak astronomis indonesia

Perlu Anda tahu bahwa letak astronomis negara Indonesia terletak pada 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°. Jika diterjemahkan, Indonesia terletak pada 6 derajat Lintang Utara sampai 11 derajat Lintang selatan dan 95 derajat Bujur Timur sampai 141 derajat Bujur Timur.

Pada letak astronomis ini, garis lintang 0 disebut dengan garis ekuator atau garis khayal yang membagi bumi sama besar baik sisi utara maupun sisi selatan.

Adapun di Indonesia sendiri, garis ekuator ini sering disebut dengan nama garis khatulistiwa. Adapun garis ini memiliki panjang 40.007 kilometer yang mengelilingi bumi.

Jika dilihat secara astronomis, Indonesia berada di daerah khatulistiwa dimana garis ini melewati pulau-pulau batu di Sumatera, Pontianak di Kalimantan, Kepulauan Lingga, Kayoa, Sulawesi, Pulau Gebe dan juga Kepulauan Halmahera.

Sedangkan wilayah perairan yang dilalui oleh garis khatulistiwa adalah selat Karimata, Teluk Timini, Selat Makassar, Laut Maluku dan juga Laut Halmahera.

Adapun salah satu keistimewaan wilayah yang dilewati oleh garis khatulistiwa adalah waktu siang dan malam yang terjadi sama yakni durasinya adalah 12 jam.

Selain itu, pada saat ekuinoks, letak atau posisi dari matahari akan berada persis di atas kepala pada siang hari. Apa itu ekuinoks?

Ekuinoks adalah kondisi dimana pusat matahari berada di posisi yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Kondisi ini akan terjadi selama bertahun-tahun sekitar tanggal 20 Maret dan juga tanggal 22 September.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia Terhadap Iklim

pengaruh letak astronomis indonesia

Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki iklim tropis. Adapun wilayah yang beriklim tropis ini terletak pada posisi 23,5 derajat Lintang Utara dan 23,5 derajat Lintang selatan.

Sedangkan Indonesia sendiri terletak pada 6 derajat Lintang Utara dan 11 derajat Lintang Selatan. Hal inilah yang menjadikan Indonesia beriklim tropis.

Tidak hanya iklim tropis, Indonesia juga memiliki iklim lain yang saling berpengaruh satu sama lain. Untuk lebih jelasnya, ada baiknya jika Anda simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

1. Iklim Tropis

Negara yang memiliki iklim tropis hanya memiliki dua musim saja sepanjang tahunnya yakni musim hujan dan juga musim kemarau. Pergantian musim ini akan terjadi dengan selang waktu 6 bulan.

Ini karena, Indonesia terletak pada 6 derajat LU hingga 11 derajat LS yang termasuk dalam kategori iklim tropis. Hal ini juga yang membuat negara ini mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun pada siangnya. Selain itu, waktu siang dan malam juga durasinya hampir sama.

2. Iklim Laut

Selain iklim tropis, Indonesia juga memiliki iklim laut yang mengakibatkan curah hujan yang tinggi. kondisi ini juga dikarenakan 2/3 dari wilayah yang dimiliki oleh Indonesia adalah perairan.

3. Iklim Muson

Iklim muson adalah sebuah iklim yang dipengaruhi oleh adanya perubahan angin yang terjadi pada waktu tertentu. Adapun angin muson dibagi menjadi dua jenis yakni angin muson timur dan juga angin muson barat.

Angin muson timur adalah angin yang berhembus dari arah timur yakni Benua Australia menuju ke benua Asia. Sedangkan angin muson barat adalah angin yang berhembus dari Benua Asia menuju ke Benua Australia.

Pengaruh Letak Astronomi Indonesia Terhadap Pembagian Waktu

letak astronomis indonesia

Selain berpengaruh terhadap iklim, letak astronomis Indonesia juga berpengaruh terhadap pembagian waktu di wilayah Indonesia. Sebab, letak dari wilayah terhadap garis bujur akan menentukan pembagian waktunya.

Adapun standar pembagian waktu berdasarkan garis bujur 0 derajat yang letaknya berada di kota Greenwich di Inggris. Adapun letak astronomis Indonesia yang berada pada garis bujur 95 derajat BT sampai 141 derajat BT membuat negara ini memiliki tiga waktu yang berbeda.

Adapun pembagian waktu di Indonesia juga sudah atur dan juga berdasarkan surat Keputusan Presiden No 41 tahun 1987. Adapun pembagian waktu di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Waktu Indonesia Barat (WIB)

Pembagian waktu yang pertama adalah waktu Indonesia barat. Zona waktu Indonesia Barat sendiri berada pada garis 95 derajat Bujur Timur sampai 105 Bujur Timur.

Adapun wilayah Indonesia yang menggunakan pembagian waktu ini adalah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan bagian Barat, dan Pulau Madura. Adapun secara Internasional, waktu Indonesia Barat disebut dengan GMT+7.

2. Waktu Indonesia Tengah (WITA)

WITA merupakan waktu Indonesia tengah dimana waktu ini terjadi pada wilayah yang terletak pada 105 derajat Bujur Timur sampai 120 derajat Bujur Timur.

Adapun wilayah Indonesia yang masuk zona WITA adalah Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan selain Barat, Pulau Bali, Nusa Tenggara Timur, dan juga Nusa Tenggara Barat.

Adapun waktu Indonesia tengah sendiri berada di tengah-tengah antara waktu Indonesia Timur dengan waktu Indonesia barat. Berdasarkan waktu Internasional. WITA sama dengan GMT+8.

3. Waktu Indonesia Timur (WIT)

Wilayah Indonesia yang berada pada kawasan Zona timur adalah wilayah yang berada pada 120 derajat Bujur Timur sampai 135 derajat Bujur Timur.

Adapun wilayah Indonesia yang termasuk dalam zona Waktu Indonesia Timur adalah Kepulauan Maluku dan Pulau Papua. Berdasarkan waktu Internasional, Waktu Indonesia Timur disebut pula dengan nama GMT +9.

Dampak Letak Astronomis Indonesia Terhadap Kehidupan Masyarakatnya

Dampak letak astronomis indonesia

Secara tidak langsung, adanya letak astronomis Indonesia juga turut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat yang hidup pada iklim tropis cenderung memiliki curah hujan yang lebih tinggi,.

Sehingga masyarakat harus belajar dan juga menyesuaikan diri dengan alam sekitar. Adapun pengaruh letak astronomis Indonesia terhadap kehidupan masyarakatnya adalah sebagai berikut.

1. Bidang Pertanian

Akibat letak astronomis ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang semua wilayahnya mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sinar matahari, negara ini juga memiliki curah hujan yang tinggi.

Hal inilah yang menjadi salah satu keuntungan dimana masyarakat Indonesia dapat bertani sepanjang tahun. Selain itu, tanah yang ada di Indonesia juga sangat subur, sehingga dapat ditanami apa saja dengan mudah.

Bahkan, hal ini juga sudah dibuktikan berdasarkan naskah sejarah yang di sana berisikan sebelum pengaruh India masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah memulai bercocok tanam, yakni menanam jewawut dan padi.

2. Bidang Ekonomi

Dengan keadaan iklim yang stabil memberikan keuntungan ada masyarakat Indonesia. Keuntungan ini membuat masyarakat Indonesia dapat melakukan kegiatan perekonomian sepanjang tahun.

Tidak seperti negara yang beriklim subtropis atau lainnya dimana ada salah satu musim yang menyulitkan masyarakatnya untuk bekerja seperti bercocok tanam.

3. Bidang Kelautan

Berdasarkan sejarah, konon katanya nenek moyang masyarakat Indonesia adalah seorang pelaut yang ulung. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya angin muson timur dan barat yang melewati Indonesia.

Hal ini juga yang membuat Indonesia menjadi salah satu jalur pelayaran Internasional di dunia sejak zaman dahulu. Dengan letak astronomis yang dimiliki Indonesia juga membuat banyak ikan ada di wilayah laut ini.

Bahkan dengan luas wilayah yang sebagian besar perairan membuat Indonesia juga kaya akan keindahan alam baik pantai maupun keindahan alam bawah lautnya.

4. Bidang Arsitektur Bangunan

Akibat letak astronomis Indonesia hal ini ternyata juga berpengaruh terhadap bidang arsitektur bangunannya. Sebagian besar masyarakat Indonesia membangun rumah dengan atap yang berbentuk prisma.

Lantas, apa hubungan atap rumah dengan letak astronomis di Indonesia? Ternyata keduanya memiliki hubungan yang sangat erat lho. Rumah dengan atap prisma memiliki bentuk miring ke arah bawah pada bagian tepinya.

Hal ini dibuat karena curah hujan di Indonesia yang tinggi. dengan bentuk atap rumah yang demikian akan mempermudah air hujan mengalir ke bawah dari atap dengan mudah. Hal inilah mengapa dikatakan pengaruh letak astronomis juga terletak pada arsitektur bangunannya.

Keuntungan dan Kerugian Letak Astronomis Indonesia

keuntungan letak astronomis indonesia

Pengaruh letak astronomis tersebut memiliki pengaruh yang sangat tinggi terhadap masyarakat Indonesia. Selain berpengaruh terhadap perubahan iklim, adanya letak astronomis juga berpengaruh terhadap pembagian waktu yang ada di Indonesia.

Dengan tiga pembagian waktu tersebut membuat perbedaan siang dan malam di Indonesia juga berbeda. Meskipun perbedaannya tidak terlalu lama, namun hal ini membuat waktu di Indonesia semakin beragam, salah satunya pada saat malam tahun baru.

Masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah dengan waktu Indonesia Timur dan tengah akan mengalami pergantian tahun terlebih dahulu dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di wilayah Indonesia barat.

Namun, adanya perbedaan waktu ini juga cukup memberikan warna dan keberagamaan dalam kehidupan bersosial. Masyarakat juga memiliki kebudayaan yang beragam, kondisi sosial yang beragam sehingga membuat negara ini begitu unik.

Oleh sebab itu, sudah sepantasnya sebagai warga negara Indonesia kita berbangga dan bersyukur karena tinggal di wilayah dengan letak astronomis ini. Mengapa? Sebab dengan letak astronomis ini Indonesia tidak berada di kawasan yang terlalu dingin dan juga tidak berada di kawasan yang terlalu panas.

Adanya kondisi ini tentunya memberikan banyak keuntungan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya informasi letak astronomis Indonesia ini semoga dapat menambah wawasan kita semua mengenai keberadaan dari negara kita yang tercinta.

Selain itu, informasi ini juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk terus bersyukur karena diberikan tempat tinggal yang aman, nyaman, dengan tanah yang subur, ikan yang berlimpah, iklim yang baik, waktu yang beragam serta kebudayaan yang beragam.

BACA ARTIKEL LAINNYA:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post