Jaringan Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan: Pengertian dan Struktur Penyusunnya

Total
0
Shares

Jaringan Tumbuhan – Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki sumbangsinh besar dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Tidak hanya dapat dikonsumsi saja, akan tetapi tumbuhan juga memiliki peranan untuk menghasilkan oksigen.

Selain itu tumbuhan juga berperan untuk membuat lingkungan yang ada di sekitarnya menjadi lebih hijau dan sejuk. Masih ada banyak lagi peranan tumbuhan di muka bumi.

Namun, tahukah Anda? Jika semua peran tersebut tidak lepas dari berbagai jaringan yang ada di dalam tumbuhan?

Ya, tumbuhan sendiri mempunyai banyak sekali jaringan di dalam tubuhnya. Setiap jaringan tumbuhan memiliki fungsi dan peranan masing-masing untuk membantu proses fotosintesis.

Nah, agar Anda lebih paham dengan berbagai macam jaringan yang ada di tumbuhan, yuk kenal lebih jauh tentang jaringan tumbuhan lewat penjelasan di bawah ini.

Pengertian Jaringan Tumbuhan

Pengertian Jaringan Tumbuhan

Jaringan sendiri memiliki sebuah pengertian yakni sekelompok sel yang mempunyai fungsi, asal dan struktur yang sama. Nah, jaringan ini dipelajari dalam sebuah ilmu yang disebut dengan histology.

Sedangkan pengertian dari jaringan tumbuhan sendiri adalah kumpulan dari beberapa sel yang saling bekerja sama untuk bisa melakukan suatu fungsi pada suatu jaringan yang terdapat di tumbuhan. BACA JUGA: Jaringan Epitel: Ciri-ciri, Jenis dan Fungsinya

Struktur Jaringan Tumbuhan

Struktur Jaringan Tumbuhan

Ada berbagai macam struktur jaringan yang menyusun tumbuhan itu sendiri. Kira-kira apa saja struktur jaringan yang menyusun tumbuhan? Berikut ini penjelasannya:

1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah sebuah jaringan yang terdiri atas sekelompok sel yang tetap (tidak berubah) di dalam sebuah fase pembelahan.

– Sifat Jaringan Maristem

Untuk jaringan meristem ini sendiri mempunyai beberapa sifat, yakni:

  • Ukuran vakuola sel sangatlah kecil atau mungkin tidak ada.
  • Setiap sel yang dimilikinya terkandung banyak sitoplasma dan di dalamnya juga terkandung satu ataupun lebih inti sel.
  • Berbagai macam sel yang dimiliki oleh jaringan meristem ini memiliki bentuk yang lonjong, bulat ataupun polygonal yang mana dinding sel yang dimilikinya tipis.
  • Di antara beberapa sel meristem tersebut umumnya tidak ditemukan ruang antarsel.
  • Jaringan meristem terdiri atas berbagai macam sel muda yang ada dalam fase pembelahan serta fase pertumbuhan.

– Perbedaan Jaringan Maristem

Untuk jaringan meristem yang satu ini dibedakan atas beberapa kriteria yang dimilikinya. Beberapa kriteria tersebut diantaranya adalah berdasarkan posisinya, asal usul, jaringan tumbuhan yang dihasilkan, taraf perkembangan, struktur dan fungsi yang dimiliki. Agar lebih jelas, berikut pembahasan mengenai beberapa kriteria tersebut:

A. Berdasarkan Posisinya

1. Meristem Lateral: Jaringan yang satu ini sejajar dengan permukaan organ dari tempat ditemukannya. Contoh dari meristem lateral tersebut ialah di dalam kambium serta kambium gaus (felogen).

2. Meristem Apikal: Untuk jaringan yang satu ini berada di ujung pucuk utama serta pucuk lateral dan ujung akar.

3. Meristem Interkalar: Meristem interkalar adalah jaringan yang berada di antara jaringan dewasa. Contohnya yaitu pada meristem yang terdapat di pangkal ruas tumbuhan dari anggota suku rumput-rumputan.

B. Berdasarkan Asal-Usulnya

1. Meristem Primer: Meristem primer memiliki sel yang berkembang secara langsung dari beberapa sel embrionik (meristem apical).

2. Meristem Sekunder: Sedangkan untuk meristem sekunder, setiap sel yang dimilikinya berkembang dari jaringan dewasa yang mengalami diferensiasi. Contoh dari jaringan meristem satu ini ialah yang ada di kambium serta kambium gabus (felogen).

Tentu saja, untuk membedakan jaringan meristem yang satu ini dnegan jaringan yang lainnya, ada beberapa ciri-ciri yang harus Anda pahami dengan baik. Adapun ciri-ciri yang dimilikinya ialah sebagai berikut:

– Ciri-ciri Jaringan Meristem

  • Mempunyai bentuk prismatic atau kuboid
  • Nucleus dan vakuola yang dimilikinya mempunyai ukuran yang lebih kecil damn mengandung banyak sekali sitoplasma
  • Memiliki ukuran yang lebih kecil dengan dinding yang tipis
  • Jaringan meristem aktif membelah serta belum mengalami proses diferensiasi.

2. Jaringan Dewasa

Sama halnya dengan jaringan sebelumnya, untuk jaringan dewasa ini juga memiliki beberapa sifat, berikut penjelasannya.

Sifat Jaringan Dewasa

  • Adanya ruang antar sel diantara para sel
  • Sel yang ada di dalamnya sudah mengalami penebalan dinding yang sesuai dengan fungsi yang dimilikinya
  • Tidak jarang ditemui sel yang telah mati
  • Mempunyai vakuola dengan ukuran yang besar sehingga plasma selnya lebih sedikit serta selaput yang dimiliki menempel di dinding sel
  • Memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan sel yang ada di jaringan meristem
  • Tidak ditemukan aktivitas sel membelah diri.

Itulah beberapa sifat yang dimiliki oleh jaringan dewasa pada tumbuhan. Tentunya, berbagai macam sifat tersebut saling bertolak belakang dengan jaringan meristem.

Ruang Antar Sel Jaringan Dewasa

Sementara itu, terbentuknya ruang antar sel yang terdapat di dalam tumbuhan ternyata dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berikut:

1. Reksigen: Reksigen adalah ruang antar sel yang mengalami pembentukan karena sel yang dimilikinya robek. Hal tersebut terjadi karena proses pertumbuhan yang menarik sel itu sendiri. Hal ini bisa Anda temui pada berkat pengangkut barang jagung (Zea Mays).

2. Sisolisigen: Sisolisigen ini merupakan sebuah ruangan yang berasal dari larutnya suatu sel tertentu dan diikuti oleh proses saling menjauhi antar sel yang ada di sekitarnya. Contohnya ada di ruang antara protoxilem.

3. Lisigen: Lisigen adalah ruang antar sel yang terbentuk karena sel dan isinya telah larut. Anda bisa menemuinya pada ruang minyak yang terdapat di daun jeruk (Citrus sp).

4. Sisogen: Sisogen adalah beberapa sel yang saling memenuhi, sehingga dapat membentuk ruang diantaranya. Hal ini ada pada sel tangkai daun teratai (Nymphaea).

Itu dia beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ruang antar sel.

Macam-macam Jaringan Dewasa

Sementara itu, ternyata jaringan dewasa itu sendiri dibagi menjadi beberapa macam seperti yang akan dijelaskan berikut ini:

1. Jaringan Parenkim: Jaringan parenkim atau jaringan dasar adalah jaringan yang ada di setiap tumbuhan. Jaringan yang satu ini mempunyai peran dalam proses fotosintesis, respirasi, sekresi serta penyimpanan cadangan dan air.

2. Jaringan Kolenkim: Jaringan yang satu ini disebut juga dengan jaringan penguat. Nah, fungsi dari jaringan ini sebagai penopang untuk organ muda.

3. Jaringan Sklerenkim: Sklerenkim berguna untuk menopang berbagai macam organ tua pada tumbuhan.

4. Jaringan Xilem: Jaringan tersebut berguna untuk mengangkut air serta mineral dari tanah menuju daun untuk diolah menjadi makanan lewat proses fotosintesis.

5. Jaringan Floem: Jaringan ini berguna untuk mengangkut hasil fotosintesis seperti karbohidrat untuk disebarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Baca Juga: Rantai Makanan

3. Jaringan Epidermis

Epidermis merupakan jaringan terluar dari tumbuhan. Epidermis ini terbentuk dari protoderm ysng umumnys terdiri dari satu lapis. Ada juga beberapa tumbuhan yang memiliki jaringan epidermis ganda seperti Anggrek, dsb.

– Fungsi dan Ciri Jaringan Epidermis

Ada beberapa fungsi dari jaringan epidermis ini. Berikut di antaranya:

  • Sebagai pelindung tumbuhan dan menutupi seluruh organ tumbuhan
  • Membatasi aktivitas menyokong, penguapan, penyerapan dan penyimpanan air.

– Ciri-ciri Jaringan Epidermis

  • Mengalami proses modifikasi menjadi stomata, trikomata, velamen, spina, sel kersik dan sel kipas.
  • Dinding pada bagian dalam mengalami penebalan sedangkan pada bagian luar tetap tipis.
  • Tidak memiliki klorofil.
  • Tidak mempunyai ruang antar sel dan selnya satu sama lain rapat.
  • Berbentuk persegi panjang.
  • Tersusun dari berbagai macam sel yang masih hidup.

Jaringan epidermis yang satu ini jaringan tumbuhan yang berupa lapisan dan berada di bagian luar. Umumnya, jaringan yang satu ini ditemukan pada berbagai organ tumbuhan primer seperti biji, buah, bunga, daun, batang dan akar.

4. Jaringan Parenkim

Jaringan yang satu ini terbentuk karena adanya kumpulan sel yang masih hidup. Jaringan tersebut juga memiliki struktur dan fisiologis yang beragam. Berdasarkan fungsinya. jaringan ini memiliki 5 macam pembagian, yaitu:

  1. Jaringan Parenkim Air
  2. Jaringan Parenkim Asimilasi
  3. Jaringan Parenkim Udara
  4. Jaringan Parenkim Penimbun, dan
  5. Jaringan Parenkim Angkut

Sedangkan berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dibagi menjadi 4, yaitu:

  1. Jaringan Parenkim Palisade
  2. Jaringan Parenkim Lipatan
  3. Jaringan Parenkim Bunga Karang
  4. Jaringan Parenkim Bintang

Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Jenis Jaringan Parenkim Berdasarkan Fungsi

Nah, berdasarkan fungsi yang dimilikinya, ternyata jaringan tersebut dibagi ke dalam 5 macam, yakni:

1. Jaringan Parenkim Air: Jaringan yang satu ini bisa ditemui pada tumbuhan xerofit ataupun epifit, yang mana sebagai penimbun air pada saat musim kemarau.

2. Jaringan Parenkim Asimilasi: Memiliki peranan dalam fotosintesis dan terdapat pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau.

3. Jaringan Parenkim Udara: Jaringan tersebut berguna sebagai pelampung bagi tumbuhan.

4. Jaringan Parenkim Penimbun: Jaringan ini berguna sebagai tempat cadangan makanan dalam bentuk tepung, protein, lemak dan gula.

5. Jaringan Parenkim Angkut: Digunakan sebagai pembuluh angkut balik seperti makanan atau air.

– Jenis Jaringan Parenkim Berdasarkan Bentuk

Nah, berdasarkan bentuknya sendiri jaringan parenkim ini dibagi menjadi 4 macam, yakni:

1. Jaringan Parenkim Palisade: Jaringan tersebut merupakan jaringan yang menyusun mesofil pada daun.

2. Jaringan Parenkim Lipatan: Jaringan yang mengandung banyak kloroplas ini terjadi karena perlipatan ke arah dalam di dinding sel.

3. Jaringan Parenkim Bunga Karang: Memiliki fungsi untuk menyusun mesofil.

4. Jaringan Parenkim Bintang: Memiliki bentuk seperti bintang dan bersambungan pada bagian ujungnya.

Ciri-ciri Jaringan Parenkim

Untuk bisa membedakan jaringan parenkim dengan jaringan yang lainnya, berikut ini ada beberapa ciri-ciri dari jaringan parenkim:

  • Mempunyai banyak ruang antar sel yang digunakan untuk tempat pertukaran gas
  • Letak dari inti jaringan mendekati sel
  • Dinding sel yang dimiliki tipis dan mempunyai vakuola yang besar guna menyimpan cadangan makanan
  • Segi sel yang dimilikinya sangat banyak.

5. Jaringan Penguat

Untuk jaringan mekanik atau yang juga disebut dengan jaringan penguat, ternyata hanya dibagi menjadi dua macam seperti pada penjelasan berikut ini:

– Jaringan Kolenkim

Jaringan yang satu ini mempunyai fungsi sebagai jaringan penguat, terutama di bagian organ tumbuhan yang masih aktif dalam proses membelah, tumbuh dan berkembang. Jaringan tersebut mempunyai bentuk agak memanjang, penebalan dinding primer yang tidak teratur dan lunak.

– Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat tumbuhan yang memiliki dinding sekunder tebal. Tak hanya itu, jaringan yang satu ini juga memiliki zat lignin.

Berbeda dengan jaringan sebelumnya, jaringan yang satu ini terdiri dari berbagai macam sel yang telah mati namun mempunyai dinding sel yang tebal.

6. Jaringan Pengangkut

Terdapat dua jenis golongan yang ada pada jaringan pengangkut yaitu Floem dan Xilem. Berikut penjelasannya:

– Floem

Floem adalah jaringan pengangkut yang terdapat di tumbuhan dan berguna untuk mengangkut serta mengedarkan zat makanan dari hasil fotosintesis. Floem ini sendiri terdiri atas berbagai bentuk sel yang hidup dan mati.

– Xilem

Xilem adalah jaringan pengangkut tumbuhan kompleks yang mana terdiri atas berbagai bentuk sel. Sel penyusun yang dimiliki oleh xilem pada umumnya sudah mati namun memiliki dinding yang tebal.

7. Jaringan Idioblas

Idioblas merupakan jaringan tumbuhan yang terdiri dari beberapa sel. Sel-sel tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda satu sama lain dengan sel yang ada di sekitarnya.

Jaringan idioblas ini ada yang berupa kelenjar dan ada yang berupa alat sekresi yang berada pada jaringan makanan.

– Kelenjar

Kelenjar dalam jaringan idioblas ialah jaringan yang tersusun atas sekumpulan sel dan mampu menghasilkan sebuah zat. Zat tersebut kemudian dikeluarkan dari sel penghasilnya.

Sedangkan kelenjar epitel yaitu beberapal sel yang berdampingan antara satu sama lainnya sehingga membentuk sebuah lapisan sel. Berbeda dengan kelenjar rambut, yang mana merupakan sekumpulan dari sel yang menghasilkan zat pada permukaan epidermis.

Yang merupakan salah satu contoh kelenjar yaitu nektaria. Nektaria biasa ditemukan pada bunga penghasil nektar yang berguna dalam menarik perhatian para serangga dalam proses penyerbukannya.

– Alat Sekresi

Alat sekresi ini adalah kebalikan dari kelenjar, yaitu sekumpulan sel yang memiliki fungsi untuk bisa menghasilkan zat tertentu. Namun zat tersebut tidak dikeluarkan dari penghasilnya.

Anda bisa dengan mudah menemukan bermacam-macam jenis jaringan ini dalam tumbuhan. Seperti misalnya saluran getah, sel-sel lendir, minyak, sel-sel resin, sel-sel penyamak, dan kumpulan sel mirosin.

Demikian pembahasan tentang jaringan tumbuhan beserta fungsinya. Tentu saja, tanpa adanya berbagai macam jaringan tersebut, tumbuhan tidak dapat hidup dan memiliki peranan yang penting terhadap makhluk hidup yang lainnya.

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post