jaringan saraf

Pengertian Jaringan Saraf, Fungsi dan Struktur Pembagiannya

Total
0
Shares

Jaringan saraf adalah komponen jaringan utama dari suatu sistem syaraf. Sistem saraf berfungsi untuk mengatur & mengontrol tubuh serta aktivitasnya.

Sistem saraf ini terdiri dari dua bagian: sistem saraf pusat atau disingkat dengan SSP. SSP terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Dan yang kedua adalah percabangan saraf perifer dari sistem saraf tepi (SST).

Pengertian Jaringan Saraf

Pengertian jaringan saraf – Adalah Komponen saraf utama atau pusat didalamnya ada serabut berbagai kandungan, yang dikembalikan pada efektor guna menghantarkan impuls dari reseptor.

Pada mahluk hidup jaringan saraf berfungsi untuk indikator perasa, yaitu kemampuan untuk merasakan panas, dingin, sakit, suara, cahaya, dan tekanan.

Kemampuan merasakan itu dengan menggunakan indera penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba yang mendapatkan sinyal dari susunan berbagai saraf yang terstruktur dan berfungsi dengan baik.

Maka dari itu jika mahluk hidup ada salah satudari inderanya yang tidak berfungsi dengan normal maka pastilah ada salah satu bagian dari saraf yang mengalami gangguan.

Adapun jaringan saraf yang berhubungan dengan indera – indera tersebut berbeda dengan jaringan ikat, jaringan epitel, dan jaringan otot.

Susunan Jaringan Sel Saraf

jaringan saraf

Jaringan saraf tersusun oleh jutaan sel – sel yang terstruktur secara baik yang terdiri dari saraf pusat dan saraf tepi atas semua jaringan – jaringan saraf tersebut, itulah yang dinamakan sel saraf NEURON.

1. Badan Sel

Badan sel adalah merupakan salah satu komponen dari sel saraf yang berukuran paling besar dari bagian saraf lainnya. Di dalam badan sel terdapat nukleus atau juga disebyt dengan inti sel dan sitoplasma yang keberadaannya memanjang dan bercabang – cabang.

Fungsi badan sel yaitu sebagai penerima impuls atau rangsangan dari cabang sitoplasma yang bercabang atau dedri menuju ke akson.

2. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel adalah inti dari sel saraf yang mempunyai fungsi sebagai pengkoneksi dari segala kegiatan yang terjadi di sel saraf. Keberadaan Intisel berada di tengah badan sel, mengambang di antara sitoplasma.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah merupakan cairan – cairan sel yang didalamnya terdapat kandungan protein tinggi. Sitoplasma dibungkus atau diselubungi oleh sel neurologia yang juga membantu sel dalam memperoleh suplai asupan nutrisi dari makanan.

4. Dendrit

Dendrit memiliki pengertian adalah sekumpulan banyak serabut sel saraf – saraf pendek yang memiliki cabang-cabang halus serta merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit memiliki kefungsian yaitu sebagai wadah impuls dan menyampaikan impuls yang diterimanya menuju badan sel.

5. Neurit (Akson)

Neurit atau akson memiliki pengertian yaitu adalah sebuah serabut sel saraf yang panjang yang merupakan perluasan dari badan sel. Akson ini memilik tujuan kefungsian yaitu berguna untuk mengirimkan sinyal impuls yang telah diolah badan sel menuju sel saraf lainnya melalui sinapsis.

Akson terproteksi atau dijaga oleh selubung meilin. Selubung meilin ini merupakan selaput yang terbentuk dan berbahan dari lemak yang berfungsi guna memproteksi akson oleh kerusakan.

6. Sel Schwann

Sel schwann adalah sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai makanan bagi metabolisme akson dan membantu regenerasi akson. Sel Schwann ini pada beberapa vertebrata, akson pada sel sarafnya diselubungi oleh sel schwann.

Antara satu sel schwan satu dengan sel schwann lainnya terdapat pengubung yang berfungsi untuk mempercepat pengiriman (transmisi) impuls menuju sinapsis. Pengkoneksi dari sel schwann ini bernama nodus rainver.

7. Sinapsis

Sinapsis memiliki pengertian yaitu adalah ujung dari sel saraf akson yang berfungsi untuk menghubungkan sinyal impuls menuju ke sel saraf neuron lainnya.

Sinapsis yang terperoleh dari satu neuron akan mengkoneksikan dengan dendrit dari neuron satu dengan neuron lainnya. Sinyal impuls ini dilakukan dengan mengeluarkan bahan kimia yang bernama neurotransmitter sebagai sinyal impuls yang baru bagi dendrit di neuron lainnya.

Neurotransmitter merupakan hasil dari oleh kantong yang terdapat di ujung akson, yang memiliki sebutan atau nama bulbus akson. Neurotransimitter mrupakan bentukan dari beberapa campuran asetilkolin serta kolinesterase yang memiliki tujuan fungsinya yaitui dalam penyampaian impuls saraf dari sinapsis.

Ciri-ciri Jaringan Sel Saraf

jaringan saraf

Jaringan sel saraf yang dimiliki oleh manusia dan sebagian hewan memiliki ciri – ciri sebagai berikut ini yaitu :

  • Dimiliki pada manusia dan sebagian hewan ( tidak semua )
  • Mengirimkan semua rangsangan dan menerima rangsangan
  • Saling ketergantungan antar struktur
  • Mempunyai seluruh inti sel atau nucleus
  • Seluruh aktivitas yang melalui otak dan sumsum tulang belakang

Jenis-jenis Sistem Saraf

Sistem saraf akan membentuk jaringan saraf dan sistem saraf akan mengirimkan sinyal sebagai pesan yang dikirimkan ke semua bagian dari tubuh manusia maupun hewan ( sebagian hewan ).

Sistem yang berupa rangsangan itu dinamakan implus yang mengirimkan sinyal rangasangan ke saraf tepi kemudian diteruskan atau diterima oleh saraf pusat.

Adapun sistem saraf pusat pada manusia itu dibedakan menjadi :

  • Yang berada pada bagian sumsum tulang belakang dan bagian otak dinamakan sistem saraf pusat.
  • Yang berada pada bagian sistem saraf somatik atau sistem indra dan sistem saraf otonom atau sistem saraf tidak sadar dinamakan sistem saraf tepi.

Sistem saraf terbentuk dari jaringan saraf yang menerima sinyal, jadi antara keduanya yaitu sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat. Keduanya harus terkordinasi dengan baik, agar indera normal dan selanjutnya dapat mengirimkan sinyal respon dan rangsangan.

Fungsi Sistem Saraf

fungsi jaringan saraf

Sistem saraf mengirimkan semua sinyal dari semua struktur saraf yang ada, adapun fungsinya sebagai berikut ini:

  • Saraf sensorik yaitu menerima sinyal rangsangan dari luar.
  • Menghubungkan semua sistem panca indera yang berada pada seluruh anggota tubuh dengan saraf pusat yakni otak dan sumsum tulang belakang.
  • Pengatur dan control pengendali dari jaringan otot.
  • Mengatur kinerja sekresi pada kelenjar.
  • Mengatur dan control serta mendukung perkembangan mental dalam tubuh
  • Mengatur homeostasis atau keseimbangan pada tubuh.

Gangguan pada Sistem Saraf

Jika saraf mengalami gangguan makan panca indera akan mengalami gangguan dan menimbulkan berbagai macam penyakit yang timbul akibat kelainan saraf tersebut. Karena saraf-saraf tersebut akan mengirimkan sinyal perintah pada sistem indera yang bekerja. Adapun penyakit – penyakit yang timbul dari kelainan saraf terbagi sebagai berikut :

  • Sakit saraf sensorik, secara umum berupa nyeri, sensitif, kebas atau mati rasa, kesemutan, perih, dan gangguan kesadaran posisi.
  • Sakit saraf otonom, secara umum berupa berkeringat terlalu banyak, mata dan mulut kering, sulit buang air besar, disfungsi kandung kemih, dan disfungsi seksual.
  • Sakit saraf motorik, secara umum berupa kelemahan otot, atrofi otot (ukuran otot mengecil), otot berkedut, dan kelumpuhan.

Baca Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post