jaringan epitel

Jaringan Epitel: Ciri-ciri, Jenis dan Fungsinya

Total
1
Shares

Jaringan Epitel – Untuk bisa menjalankan berbagai macam fungsinya, tentu tubuh tidak hanya memiliki sel saja. Jaringan juga memiliki peranan yang sangat penting bagi tubuh. Ada banyak sekali jenis jaringan yang terdapat di dalam tubuh.

Nah, salah satu dari sekian jenis jaringan yang ada, yakni jaringan epitel. Apa itu epitel dan bagaimana ciri-cirinya?

Pengertian jaringan yang satu ini ialah sebuah jaringan yang menutup atau melapisi permukaan tubuh, baik itu permukaan tubuh yang ada di luar ataupun permukaan tubuh bagian dalam.

Jaringan epitel yang berguna untuk melapisi bagian permukaan luar tubuh disebut dengan epithelium. Sedangkan jaringan yang melapisi bagian dalam disebut dengan jaringan endothelium.

Hampir sama dengan berbagai macam jenis jaringan yang lainnya, untuk jaringan yang satu ini terdiri atas berbagai macam sel dimana tersusun oleh banyak sel yang sejenis. Selain itu, jaringan yang satu ini tidak memiliki ruang antar sel.

Ciri-ciri Jaringan Epitel

ciri ciri jaringan epitel

Selain beberapa penjelasan secara singkat yang sudah dijelaskan di atas, ada pula beberapa ciri yang dimiliki oleh epitel. Tentu saja, berbagai macam ciri-ciri jaringan tersebut berguna untuk membedakan dengan jaringan yang lainnya. Nah, apa saja ciri-cirinya? Berikut ini penjelasannya.

  • Memiliki sebuah permukaan yang mana tidak berhubungan dengan jenis jaringan lainnya, akan tetapi pada permukaan lain jaringan tersebut berhubungan dengan membran yang ada di bawahnya.
  • Terdapat beberapa jenis dari jaringan yang menunjukan spesialisasi yakni seperti tonjolan jaringan untuk bisa memperluas permukaan, memindahkan sebuah partikel asing ataupun sebagai pergerakan.
  • Jaringan tersusun atas sel serta molekul ekstraseluler yang mana memiliki bentuk matriks dan berfungsi sebagai pengikat jaringan dengan bagian yang ada di bawahnya.
  • Jaringan juga berguna sebagai penutup sekaligus kelenjar.
  • Jaringan yang satu ini banyak ditemukan pada seluruh bagian tubuh.
  • Bentuk dari sel yang ada di dalam jaringan sangatlah bervariasi dan bergantung pada fungsi dan letak dari sel itu sendiri.
  • Jaringan memiliki bentuk yang pipih, batang ataupun kubus.
  • Di dalam jaringan tidak ditemukan material yang terdapat diantara sel penyusunnya.

Dengan berbagai macam penjelasan jaringan ini semoga bisa membantu Anda untuk membedakan jaringan tersebut dengan berbagai macam jaringan lainnya. Meski tubuh memiliki banyak sekali jaringan, akan tetapi dengan berbagai macam ciri yang sudah disebutkan tersebut tentu saja tidak sulit untuk membedakan jaringan epitel dengan jaringan yang lain.

Jenis-jenis Jaringan Epitel

jenis jaringan epitel

Ternyata, untuk bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya, jaringan tersebut dibedakan menjadi beberapa jenis. Pastinya, berbagai macam jenis dari jaringan ini memiliki letak dan fungsi yang berbeda-beda. Lalu, apa saja jenis dari jaringan ini dan dimana letak serta fungsinya?

Untuk membantu Anda belajar lebih dalam mengenai jaringan yang satu ini, berikut akan diberikan penjelasannya.

1. Epitel Pipih Selapis

Jenis yang pertama yaitu ada epitel pipih selapis. Apa yang dimaksud dengan jaringan yang satu ini? Salah satu jaringan tersebut memiliki fungsi di dalam proses difusi baik itu O2 (Oksigen) maupun CO2 (Karbon Dioksida).

Tak hanya itu jaringan yang satu ini juga memiliki peranan yang baik dan proses filtrasi darah. Lalu, dimana letak jaringan epitel pipih selapis ini? Ternyata, jaringan tersebut berada di di paru-paru serta organ ginjal.

Bukan hanya itu saja, bahkan jaringan yang satu ini juga dapat Anda temui pada alveolus, parikardium, pembuluh limfe, endotel dan kapsul glomerulus. Dengan letaknya tersebut tentu saja membuat jaringan epitel pipih selapis dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

2. Epitel Kubus Selapis

Jenis jaringan yang kedua yaitu epitel kubus selapis. Apa yang disebut dengan jaringan kubus selapis satu ini? Epitel kubus selapis adalah jaringan yang berupa sel penyusun yang terdiri atas berbagai macam sel dengan bentuk seperti kubus. Karena bentuknya yang satu ini menjadikan jaringan tersebut dijuluki sebagai epitel kubus selapis.

Dengan bentuk yang dimilikinya, tentu menjadikan jaringan tersebut memiliki fungsi yang sangat penting tubuh. Dimana, jaringan yang satu ini berguna sebagai alat sekresi pada bagian ginjal serta juga berguna sebagai pelindung.

Epitel kubus selapis tersebut bisa Anda temukan pada beberapa organ tubuh seperti saluran nefron yang ada pada ginjal, ovarium, kelenjar tiroid serta kelenjar tiroid.

3. Epitel Selapis Silindris

Jenis epitel yang ketiga yaitu epitel selapis silindris. Jaringan silindris merupakan sebuah jaringan berguna di dalam proses absorpsi, sekresi, membersihkan bahkan memindahkan benda asing yang ada di dalam tubuh.

Dengan fungsi yang dimilikinya tersebut, hal inilah yang membuat epitel selapis silindris bisa ditemukan pada bagian lambung, rahim, kelenjar sistem pencernaan, saluran pernafasan bagian atas serta kantong empedu. Tentu saja, bentuk dari jaringan ini sudah disesuaikan dengan fungsi yang dimilikinya.

4. Epitel Batang Silia

Untuk jenis berikutnya yakni epitel batang silia. Jaringan tersebut merupakan sebuah jaringan yang dapat menghasilkan lendir terutama bagian hidung. Tak hanya itu, jaringan yang satu ini juga berguna sebagai filter terhadap pathogen yang masuk ke dalam organ sehingga bisa dikeluarkan lagi.

Nah, seperti yang sudah Anda ketahui dari fungsi jaringan epitel batang silia, tentu saja letak dari jaringan tersebut berada di rongga hidung serta saluran pernafasan. Tidak terbayang bukan, apabila jaringan tersebut tidak ada pada beberapa bagian tubuh yang sudah disebutkan tadi?

5. Epitel Pipih Berlapis

Jenis jaringan selanjutnya ialah epitel pipih berlapis. Jaringan yang satu ini terdiri atas beberapa macam sel pipih dan memiliki bentuk yang berlapis-lapis. Berbagai macam sel tersebut mempunyai jumlah yang sangat banyak dan rapat.

lalu, apa fungsi yang dimiliki oleh jaringan ini? Fungsi dari jaringan epitel pipih berlapis ialah sebagai proteksi tubuh ataupun untuk mencegah terjadinya sebuah gesekan. Letak dari jaringan ini yakni berada di vagina, epidermis serta esophagus.

6. Epitel Kubus Berlapis

Ada banyak jenis dari jaringan epitel yang perlu Anda ketahui, selain beberapa jenis jaringan yang sudah disebutkan di atas, ada juga jaringan lainnya yang perlu Anda ketahui. Salah satunya yakni epitel kubus berlapis.

Jaringan tersebut merupakan sebuah jaringan yang tersusun atas berbagai macam sel yang berbentuk kubus dan berlapis-lapis. Fungsi dari jaringan yang satu ini ialah untuk membantu dalam proses sekresi. Letak dari jaringan tersebut berada di ovarium, kelenjar minyak, testis serta kelenjar keringat.

7. Epitel Silindris Berlapis

Jenis berikutnya dari jaringan epitel ialah epitel silindris berlapis. Jaringan yang satu ini merupakan sebuah jaringan yang mempunyai fungsi untuk tempat berlangsungnya ekskresi, absorpsi, serta berguna sebagai pelindung untuk gerak suatu zat.

Tak hanya itu saja, bahkan jaringan yang satu ini juga berguna sebagai saluran ekskresi dari kelenjar susu.

Dengan fungsi yang dimilikinya, tentu saja bahwa Anda sudah bisa mengira dimana letak dari jaringan tersebut. Epitel silindris berlapis terletak di kelenjar susu, kelenjar ludah, bagian permukaan laring dan juga faring.

8. Epitel Transisional

Cukup berbeda dengan beberapa jenis jaringan yang sudah disebutkan di atas, jaringan yang satu ini memiliki bentuk yang tidak beraturan serta dapat mengembang ataupun merubah bentuknya sendiri.

Dengan kemampuan yang dimilikinya tersebut ternyata menjadikan jaringan yang satu ini memiliki fungsi untuk mengubah suatu bentuk dalam kondisi tertentu. Letak dari jaringan epitel transisional ialah berada di kandung kemih, uretra serta kelenjar.

Dengan kemampuan yang dimilikinya pasti akan sangat membantu beberapa organ tubuh tersebut untuk bisa melakukan proses sekresi urin.

9. Epitel Kelenjar

Yang terakhir yaitu ada epitel kelenjar. Apa itu epitel kelenjar dan bagaimana fungsinya? Epitel kelenjar merupakan suatu jaringan yang memiliki fungsi dalam proses sekresi zat serta membantu untuk membentuk proses biologis dari makhluk hidup.

Berbeda dengan beberapa jenis jaringan yang lainnya, untuk epitel kelenjar yang satu ini dibagi menjadi dua, yakni kelenjar eksotrin dan kelenjar endokrin. Anda bisa menemukan epitel kelenjar pada bagian feromon, pancreas, lidan dan kulit.

Di atas merupakan berbagai macam jenis dari jaringan epitel yang perlu Anda ketahui. Meski fungsi utama dari jaringan yang satu ini untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya, akan tetapi berbagai macam jenis dari jaringan tersebut juga memiliki fungsinya masing-masing.

Bahkan, letak dari berbagai jenis jaringan epitel tersebut juga berbeda-beda. Hal ini bertujuan agar setiap jenis dari jaringan epitel dapat melakukan fungsinya dengan baik. Nah, selain beberapa fungsi jaringan yang sudah disebutkan di atas, ternyata ada pula beberapa fungsi lain yang dimiliki oleh jaringan satu ini. Apa sajakah itu?

Fungsi Jaringan Epitel

fungsi jaringan epitel

Lalu, apa fungsi utama yang dimiliki oleh sebuah jaringan epitel? Ternyata, fungsi utama yang dimiliki oleh jaringan tersebut ialah sebagai pelindung dari jaringan yang ada di bawahnya.

Sementara itu, letak dari jaringan tersebut berada di sepanjang sistem pencernaan yang mana akan sangat membantu untuk proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dari proses pencernaan itu sendiri.

  • Sebagai penerima impuls sel epitel khusus yang ditembus dari rangsangan sensorik. Yang mana sel epitel tersebut terletak di ujung saraf sensorik dan berada di bagian telinga, lidah, kulit serta hidung.
  • Jaringan digunakan sebagai alat difusi.
  • Jaringan juga memiliki fungsi sebagai alat filtrasi atau penyaring.
  • Jaringan yang satu ini juga digunakan sebagai alat absorpsi dan dan juga alat sekresi.
  • Jaringan berguna untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara darah dengan dinding pembuluh darah.
  • Jaringan juga berfungsi sebagai alat ekskresi.
  • Jaringan berguna untuk melindungi jaringan yang ada di bawahnya dari berbagai jaringan mekanik dan berbagai jaringan kimia lainnya.

Dengan adanya fungsi secara umum dari jaringan epitel ini tentu membantu Anda untuk lebih paham bahwa jaringan tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi tubuh.

Tentu saja, tanpa adanya jaringan epitel, berbagai macam proses tubuh akan terganggu yang mana beberapa jaringan tidak dapat terlindungi.

Tak hanya itu saja, bahkan tubuh juga tidak dapat melakukan proses ekskresi dengan baik karena tubuh tidak dapat mengeluarkan toksik yang dihasilkan dari sisa metabolisme. Demikian pembahasan tentang jaringan epitel semoga memberikan banyak manfaat bagi Anda.

Baca Juga:

4 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post