interaksi sosial

Pengertian Interaksi Sosial: Syarat, Bentuk, Jenis dan Contohnya

Total
0
Shares

Apa Itu Interaksi Sosial? Interaksi Sosial adalah salah fitrah yang dimiliki manusia. Artinya, manusia tidak bisa lepas dari yang namanya interkasi untuk kebutuhan sosialnya. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain.

Sedangkan hubungan saling memerlukan diantara dua manusia dan lebih itu bisa juga dikenal dengan istilah interaksi sosial. Interaksi yang dimaksud di sini erat kaitannya dengan hubungan yang dilakukan oleh individu satu dengan individu lainnya.

Selain itu juga hubungan individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Interaksi hubungan yang ada di dalamnya saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lainnya.

Agar Anda lebih jelas dan paham mengenai interaksi yang seperti ini, di bawah ini adalah beberapa penjelasan serang lengkap mulai dari pengertian, syarat, dan hal lainnya yang berhubungan. Langsung saja simak ulasannya di bawah ini:

Pengertian Interaksi Sosial

interaksi sosial

Interaksi sosial pada dasarnya termasuk salah satu materi wajib yang Anda pernah pelajari pada saat belajar Sosiologi. Sebab, interaksi ini dalam ilmu sosiologi menjadi salah satu materi yang dasar.

Pengertiannya sendiri adalah hubungan serta pengaruh timbal balik yang ada di individu dengan individu, hubungan individu dengan kelompok, serta hubungan kelompok dengan kelompok.

Interaksi sosial juga kerap dikatakan sebagai sebuah proses untuk saling mempengaruhi tindakan dari individu atau kelompok lewat simbol-simbol maupun bahasa.

Jadi gambaran singkatnya begini interaksi sosial akan membahas mengenai bagaimana Anda berinteraksi bersama orang lain di dalam kehidupan baik itu dalam kehidupan sosial dan masyarakat.

Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial mempunyai berbagai bentuk dan juga bisa dikelompokkan atas dasar bentuk, subjek serta cara. Interaksi sosial yang ada pada individu adalah interaksi ketika individu bertemu secara langsung dan juga melakukan interaksi satu dengan lainnya walaupun itu termasuk pada bentuk sederhana.

Misalnya adalah saling menyapa serta tersenyum di saat berpapasan pada jalan. Yang kedua yakni interaksi yang ada pada kelompok, yang mana ini adalah sebuah interaksi di saat di kelompok berbeda saling bertemu.

Komunikasi terjalin bukan lagi berhubungan dengan hal yang mempunyai sifat pribadi melainkan juga kepentingan kelompok. Misalnya pertemuan di antara organisasi dan lain sebagainya.

Ketiga yakni interaksi individu bersama kelompok, menjadi sebuah interaksi yang ada pada seseorang melakukan komunikasi dengan beberapa jenis kelompok orang. Misalnya adalah ketika orang melakukan orasi pada podium.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Sama dengan yang lainnya interaksi sosial juga memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang khas sehingga bisa membedakannya dengan interaksi yang lainnya. Di bawah ini ada beberapa ciri tersebut:

  • Terdapat pelaku yang mana lebih dari satu orang
  • terdapat sebuah komunikasi diantara pelaku yang mana komunikasi tersebut dilakukan dengan memakai simbol
  • Terdapat dimensi waktu agar dapat menentukan sifat maupun aksi yang ada pada saat komunikasi tengah berlangsung
  • Memiliki tujuan tertentu.

Tidak semua tindakan nantinya akan dapat dikategorikan menjadi sebuah interaksi sosial. Di dalam interaksi tentunya wajib terdapat sebuah orientasi pada timbal- balik yang berasa; dari beberapa pihak bersangkutan. Entah itu timbal baik yang diwujudkan dalam bentuk cinta atau benci, menolong dan juga melukai, pengkhianatan maupun kesetiaan.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat Interaksi Sosial

Yang selanjutnya akan membahas mengenai syarat apa saja yang ada pada interaksi sosial. Sedangkan pada dasarnya syarat ini ada dua jenis sebagai syarat utama yakni kontak sosial dan komunikasi. Lebih jelasnya ada di bawah ini:

– Kontak Sosial

Kata kontak adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Latin yakni con atau cum, yang mana kata tersebut mempunyai arti bersama- sama. sedangkan kata tangere artinya menyentuh. Kontak sendiri mempunyai artian harfiah sebagai bersama-sama menyentuh.

Kontak jadi gejala sosial jika bisa dipahami dalam ilmu sebuah sosiologis. Seseorang akan juga bisa berhubungan bersama orang lain tanpa harus ada sentuhan fisik, misalnya begini berkomunikasi lewat surat, saling bertukar pesan dengan sms, telepon dan hal yang lainnya.

Apabila kontak sosial merupakan sebuah aksi dari kelompok maupun individu yang mana bisa diwujudkan pada bentuk isyarat maupun maka mempunyai makna sebagai pelaku sebagai seorang penerima. Penerima sendiri akan membalas aksi memakai reaksi. Kontak dapat Anda bedakan atas dasar tingkat yang ada pada sebuah hubungan, sifat, bentuk serta cara.

– Berdasarkan Cara

Kontak bisa Anda bedakan berdasarkan sebuah masalah. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan kontak langsung serta kontak tidak langsung. Kontak langsung nantinya akan terjadi apabila terdapat sentuhan fisik misalnya saja bahasa isyarat, berbicara serta tersenyum. Sedangkan kontak secara tidak langsung akan dilakukan melalui media diantaranya HP, telepon, surat menyurat, radio dan lainnya.

– Berdasarkan Sifat

Dilihat dari sifatnya dapat dipastikan ada tiga jenis kontak. Kontak pertama yakni antar individu, yang kedua individu bersama dengan kelompok kemudian yang selanjutnya adalah adalah kelompok bersama dengan kelompok.

Sedangkan kontak yang ada pada individu dapat dilihat di saat anak yang sedang belajar tentang kebiasaan di dalam keluarganya saat berada di rumah. Kontak yang kedua dilakukan individu bersama dengan kelompok.

Hal ini bisa dilihat ketika guru melatih murid dan pada akhirnya murid bisa ikut gerakan sama seperti guru mereka. Yang terakhir adalah kontak yang terjadi diantara kelompok bersama kelompok di mana dapat dilihat ketika pertandingan sepak bola.

– Berdasarkan Bentuk

Jika dilihat dari bentuknya maka interaksi sosial bisa dibedakan jadi dua macam bentuk yaitu kontak positif dan kontak negatif. Kontak positif sendiri pada dasarnya hanya terjadi di saat kerja sama, yang mana hal ini dapat dilihat ketika seorang penjual sedang melayani pembeli menggunakan cara baik.

Sedangkan jenis kontak negatif sendiri hanya bisa terjadi apabila terdapat sebuah pertentangan di mana pertentangan tersebut bisa jadi akan memutuskan interaksi misalnya saja perang yang terjadi diantara Negara.

– Berdasarkan Tingkat Hubungan

Apabila dilihat dari tingkat hubungan yang ada kontak dalam interaksi sosial sendiri bisa dibagi menjadi dua yaitu kontak jenis sekunder dengan kontak jenis primer. Kontak primer sendiri ada pada saat orang bertemu secara langsung.

Contohnya begini orang-orang saling melempar senyum, saling jabat tangan serta hal yang lainnya.

Sedangkan untuk kontak sekunder terjadi lewat media atau yang dikenal dengan perantara. Media ini nantinya bisa berupa alat dan juga orang. Kontak satu ini dilakukan menggunakan cara langsung dan juga tidak langsung. Misalnya pada saat berbicara memakai telepon.

– Komunikasi

Ketika Anda melakukan interaksi sosial maka hal yang wajib dilakukan adalah komunikasi. Komunikasi sendiri merupakan pembacaan yang berasal dari sebuah perasaan dan gerak- gerik secara fisik.

Setelah itu muncul sebuah ungkapan dari perasaan bahkan juga sikap takut, rasa ingin menolak, senang, keraguan dan lainnya. Ini menjadi sebuah reaksi yang ada dari pesan lewat komunikasi tersebut.

Jika terdapat aksi maupun reaksi maka hal ini nantinya akan disebut sebagai komunikasi. Komunikasi merupakan sebuah tindakan di mana akan dilakukan seseorang sebagai cara menyampaikan pesan untuk seseorang.

Yang mana orang tersebut yang nantinya memberikan sinyal atau tafsiran berdasarkan pesan yang mana menunjukkan cara mengenai bagaimana perasaan dan juga perilaku. Komunikasi sendiri memiliki empat unsur, berikut diantaranya.

  • Pengirim merupakan pihak yang mengirimkan pesan untuk orang lain dan biasa dikenal dengan istilah komunikator.
  • Penerima adalah pihak yang bisa menerima pesan yang berasal dari pengirim, pihak satu ini sering dikenal dengan nama komunikan.
  • Media merupakan sarana atau alat yang digunakan dalam menyampaikan sebuah pesan. Media terdiri dari empat kelompok diantaranya adalah media massa, media kelompok, media publik dan juga media antar pribadi.
  • Feedback dikenal sebagai umpan balik dari reaksi yang dilakukan penerima pada pesan yang sudah diterima

Jenis-jenis Interaksi Sosial

jenis Interaksi Sosial

Interaksi sosial dibagi menjadi dua macam bentuk yaitu bentuk asosiatif dan disosiatif. Masing- masing dari bentuk tersebut memiliki sub di bagian lainnya dimana bentuknya. Berikut inilah beberapa penjelasan lengkapnya:

– Interaksi Sosial Asosiatif

Asosiatif sendiri merupakan hasil yang ada dari sebuah hubungan positif dan juga bisa menghasilkan persatuan. Di bawah ini ada beberapa macam interaksi sosial dengan bentuk asosiatif:

– Kooperasi

Bentuk yang pertama ini adalah usaha yang dilakukan banyak orang dengan tujuan bersama. Kerja sama dan juga saling membantu, bersinergi serta saling mendukung. Hasil pada kerja sama sendiri pastinya akan menghasilkan kerukunan dengan saling gotong royong misalnya kerja bakti yang dilakukan oleh warga desa.

– Akomodasi

Apabila masyarakat bisa mematuhi semua norma di daerahnya maka dapat dipastikan apabila hal ini bisa disebut dengan akomodasi. Akomodasi ini mempunyai bentuk segresi, konsiliasi, mediasi, koersi, adjudikasi dan kompromi. Tujuan dari hal ini adalah menyatukan pemahaman pada beberapa kelompok yang ada agar tidak terdapat pertikaian bertikai.

– Asimilasi

Hal ini akan jadi pelaburan yang ada diantara dua kebudayaan yang mana berbeda dan menjadi satu kesatuan kebudayaan baru dan dapat bisa memperoleh tujuan bersama.

– Akulturasi

Hal yang satu ini pada dasarnya cukup mirip pada bentuk asimilasi namun kebudayaan asli yang terdapat pada sebuah kelompok juga tetap ada. Dua jenis kebudayaan akan berpadu agar dapat menghasilkan budaya baru tanpa membuat budaya asli hilang.

Contoh Interaksi Asosiatif

Dalam sebuah kampung atau desa ada waktu di mana masyarakat wajib memilih serta menentukan siapa calon dari RT dan juga RW. Kemudian nantinya akan ada proses tawar menawar yang dilakukan antara satu pihak dengan pihak yang lainnya.

– Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk interaksi sosial yang kedua adalah disosiatif. Disosiatif sendiri adalah hasil dari adanya hubungan negatif di mana dapat menimbulkan perpecahan. Di bawah ini ada jenis dari bentuk disosiatif:

  • Oposisi
  • Kompetisi
  • Diantara oposisi dan juga kompetisi.

Contoh Interaksi Disasosiatif

Seperti yang Anda lihat saat ini ada banyak sekali perselisihan yang terjadi pada pelajar, suporter dan lainnya. Intinya kelompok dengan kelompok. Misalnya saja tawuran yang terjadi pada antar supporter bola dan beberapa contoh lainnya.

Di atas adalah beberapa penjelasan yang berkaitan dengan interaksi sosial. Kini tidak semua komunikasi dan hubungan bisa dikatakan sebagai interaksi sosial ya. Anda pun kini sudah paham dan tau bagaimana cara melakukan interaksi yang baik dengan orang lain sehingga tidak menimbulkan hal yang tidak diharapkan. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post