Fungsi Manajemen

Penjelasan Fungsi Manajemen Secara Lengkap

Total
0
Shares

Fungsi Manajemen – Pengertian Manajemen adalah proses mengatur sesuatu yang dilakukan oleh segolongan orang atau organisasi guna mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara tim work (bekerja tim) memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.

Secara etimologi kata manajemen disadur dari bahasa Perancis kuno, yaitu menagement, artinya adalah seni dalam mengatur dan melaksanakan sesuatu.

Manajemen dapat juga didefinisikan sebagai upaya untuk merencanakan / koordinasi / pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

Efektif dalam hal ini bisa dibilang untuk mencapai tujuan sesuai perencanaan dan efisien untuk melaksanakan pekerjaan dengan benar dan terorganisir.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

Fungsi manajemen adalah pokok-pokok dasar yang akan selalu melekat dalam proses manajemen yang akan menjadi acuan oleh seorang manajer dalam melaksanakan tugas untuk mencapai sasaran.

Fungsi manajemen pertama kali dipopulerkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Kala itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.

Saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

1. Perencanaan (planning)

Adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber daya yang ada. Perencanaan diperlukan guna menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhinya.

Manajer harus mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan, kemudian melihat apakah rencana yang dirasa cocok dan tepat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, sebab tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

2. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian dilakukan dengan tujuan membagi suatu pekerjaan besar menjadi pekerjaan-pekerjaan yang lebih sederhana. Pengorganisasian bisa mempermudah seorang manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas.

Pengorganisasian bisa dilakukan dengan cara menentukan tugas apa saja yang harus dikerjakan, siapa yang tepat mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan tepat diambil.

3. Pengarahan (directing)

Adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar seluruh anggota kelompok atau organisasi berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan pengorganisasian.

Unsur-unsur Manajemen

Unsur-unsur Manajemen

Dalam membentuk sistem manajerial yang baik dan tepat, dibutuhkan unsur-unsur manajemen di dalamnya. Unsur-unsur tersebut saling melengkapi satu dengan yang lain.

Dan jika salah satu saja dari unsurnya tidak ada, maka dapat berimbas pada hasil keseluruhan pencapaian hasil perusahaan. Berikut merupakan unsur-unsur manajemen tersebut:

1. Manusia (Human)

Faktor yang bisa dibilang paling menentukan dalam system manajemen adalah manusia. Dalam aplikasinya, manusia lah yang merencanakan tujuan dan melakukan proses pencapaian tujuan tersebut. Dengan kata lain, proses kerja system ini tidak akan terjadi bila tidak terdapat unsur manusia di dalamnya.

2. Uang (Money)

Uang merupakan unsur manajemen yang berpengaruh besar, karena hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah profit yang beredar di suatu perusahaan. Unsur uang dapat menjadi alat dalam proses pencapaian tujuan, dengan penggunaannya yang diperhitungkan secara logika.

3. Materials (Bahan)

Bahan dalam hal ini terdiri dari raw material (bahan setengah jadi) dan bahan jadi. Unsur material adalah factor yang penting dalam dunia usaha karena hasil yang baik hanya bisa dicapai bila terdapat material yang baik pula.

4. Mesin (Machines)

Mesin sangatlah dibutuhkan manusia untuk melakukan suatu pekerjaan yang awalnya sulit menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan berpotensi besar meningkatkan hasil dan keuntungan, serta membuat proses kerja lebih efektif dan efisien.

5. Metode (Methods)

Proses pengerjaan hanya dapat berjalan dengan efektif dan efisien bila dilakukan dengan metode yang benar. Suatu metode kerja harus mempertimbangkan tujuan, fasilitas, waktu, uang, dan kegiatan bisnis.

Tidak hanya itu, metode yang benar dan baik juga harus dipahami oleh manusia yang menjalankannya. Dengan kata lain, sebuah metode hanya bisa berjalan dengan baik bila manusia yang terlibat di dalamnya bisa memahami metode dengan baik.

6. Pasar (Market)

Proses pemasaran produk adalah unsur manajemen yang sangat krusial bagi sebuah perusahaan. Jika tidak ada pemasaran maka barang tidak bisa laku terjual.

Suatu bisnis bisa saja menguasai pasar bila menawarkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan minat dan daya beli konsumen dipasaran. Itu sebabnya proses pemasaran sangat erat hubungannya dengan kualitas produk yang dipasarkan.

Prinsip Manajemen

Prinsip Manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat fleksibel, dalam arti perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah.

Menurut Henry fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:

  1. Pembagian kerja
  2. Wewenang dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Kesatuan perintah
  5. Kesatuan pengarahan
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Pembayaran upah yang adil
  8. Pemusatan
  9. Hierarki
  10. Tata tertib
  11. Keadilan
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Inisiatif
  14. Semangat kesatuan

Keterampilan Manajer

Keterampilan Manajer

Manajer adalah seseorang yang bertugas melalui orang lain dengan mengoordinasikan pekerjaan-pekerjaan mereka guna mencapai tujuan prerusahaan.

Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengatakan bahwa setiap manajer memerlukan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:

1. Keterampilan Konseptual

Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan membuat konsep, ide, dan gagasan untuk kemajuan perusahaan. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian dijabarkan menjadi suatu rencana pekerjaan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya tersebut.

Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja biasanya disebut dengan proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.

2. Keterampilan Diplomasi

Manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, disebut juga dengan keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang baik harus selalu diciptakan oleh seorang manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya.

Dengan komunikasi yang baik, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, ataupun bawah.

3. Keterampilan Teknis

Keterampilan teknis pada umumnya merupakan pegangan bagi manajer pada level yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini adalah kemampuan menjalankan suatu pekerjaan, misalnya keahlian program komputer, kemampuan memperbaiki mesin, skil akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar lagi yang perlu dimiliki seorang manajer, yaitu:

– Manajemen Waktu

Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk mengatur waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang relatif masih sedikit.

Akan tetapi, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset yang berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang penghasilan dan mengurangi produktivitas perusahaan.

– Terampil Membuat Keputusan

Merupakan kemampuan untuk menjelaskan suatu masalah dan menentukan cara tepat dalam menyelesaikannya. Kemampuan untuk membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager).

Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus menggambarkan setiap masalah dan mencari berbagai alternatif yang mungkin diambil untuk menyelesaikannya.

Kedua, manajer wajib mengevaluasi setiap alternatif yang direncanakan dan mampu memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus menerapkan alternatif yang telah ia pilih serta memonitoring dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang tepat.

Demikianlah artikel tentang manajemen ini, semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post