fotosintesis

Fotosintesis: Pengertian, Proses, Reaksi dan Hasilnya

Total
0
Shares

Fotosintesis adalah proses biokimia pada tumbuhan / tanaman dalam pembentukan zat makanan, yakni karbohidrat. Fotosintesis ini merupakan proses alami yang dilakukan tumbuhan untuk bertahan hidup.

Tumbuhan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bisa dibayangkan, tanpa adanya tumbuhan mungkin kehidupan yang ada bumi tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Manfaat tumbuhan ini sendiri tidak hanya menguntungkan manusia, namun juga makhluk bumi lainnya. Selain dapat dijadikan sebagai bahan makanan, tumbuhan juga menghasilkan oksigen yang berguna bagi proses pernapasan makhluk hidup.

Nah, tahukah Anda? Ternyata dalam menghasilkan oksigen tersebut, tumbuhan harus melalui sebuah proses yang disebut dengan proses fotosintesis.

Pengertian Fotosintesis

Fotosintesis

Fotosintesis merupakan suatu proses biokimia dalam pembentukan zat makanan yakni karbohidrat yang mana dilakukan oleh tumbuhan.

Utamanya, tumbuhan yang bisa melakukan proses fotosintesis yang satu ini ialah tumbuhan yang mengandung klorofil atau zat hijau daun.

Nah, jika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, fotosintesis ialah pemanfaatan energi cahaya matahari yang dilakukan oleh tumbuhan berhijau daun ataupun bakteri untuk bisa mengubah karbondioksida dan air agar bisa menjadi karbohidrat.

Sementara itu, untuk definisi secara umum tentang fotosintesis yang satu ini yakni sebuah proses tumbuhan di dalam membuat makanan sendiri dengan menggunakan bantuan dari cahaya matahari.

Proses Fotosintesis

proses fotosintesis

Satu hal yang perlu Anda pahami dengan baik, bahwa tumbuhan yang bisa mengalami proses fotosintesis adalah tumbuhan yang mempunyai klorofil atau zat hijau daun.

Hal ini karena zat hijau daun memiliki peranan yang sangat penting agar proses fotosintesis itu sendiri dapat berjalan dengan baik. Tak hanya itu saja, ternyata proses fotosintesis hanya terjadi pada saat siang hari saja atau pada saat matahari bersinar.

Sama halnya dengan zat hijau daun, sinar matahari juga memiliki peranan yang penting dalam proses tersebut. Begitu pula dengan air dan karbondioksida yang juga memiliki peranan penting untuk bisa menghasilkan oksigen dan karbohidrat dalam proses kimia fotosintesis.

Tumbuhan sendiri akan mendapatkan karbondioksida (CO2) yang ada di udara. Kemudian, karbon dioksida tersebut akan masuk ke daun tumbuhan melalui mulut daun atau yang disebut dengan stomata.

Sedangkan, air (H2O) diperoleh melalui akar tumbuhan yang nantinya akan disalurkan ke daun lewat batang tumbuhan itu sendiri. Pada saat sinar matahari jatuh pada permukaan daun, klorofil atau zat hijau daun kemudian akan menangkap energi dari sinar matahari tersebut.

Cahaya matahari itu kemudian akan masuk melalui lapisan epidermis yang transparan atau tanpa warna. Setelah itu, cahaya matahari akan diteruskan menuju mesofil. Pada bagian mesofil tersebutlah sebagian besar dari proses fotosintesis terjadi.

Energi yang ada pada bagian tersebut dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi gula atau glukosa (C6H12O6) serta oksigen (O2). Hal inilah yang menghasilkan makanan untuk tumbuhan.

Sementara itu, oksigen yang dihasilkan karena proses fotosintesis tersebut akan keluar dari tumbuhan melalui stomata. Oksigen tersebut nantinya keluar ke udara bebas dan akan dihirup oleh makhluk hidup lain yakni manusia dan hewan.

Jadi, tidak kebayang bukan jika proses kimia fotosintesis tidak dapat berjalan dengan baik? Tak hanya membuat bahan pangan menjadi menipis saja.

Akan tetapi, kehidupan makhluk hidup yang ada di muka bumi pun akan terancam. Oleh karena itulah, mengapa fotosintesis merupakan bagian yang penting bagi keberlangsungan kehidupan yang ada di muka bumi.

Nah, itulah penjelasan mengenai proses kimia fotosintesis. Namun, proses penjelasan di atas merupakan gambaran secara umum bagaimana fotosintesis itu terjadi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, agar bisa melakukan proses fotosintesis dengan baik, ada beberapa faktor yang harus ikut andil di dalam proses tersebut.

Tentu saja, tanpa adanya berbagai macam faktor yang akan disebutkan di bawah ini, proses fotosintesis tidak bisa menghasilkan karbohidrat serta oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup yang ada di muka bumi.

Nah, ada 4 faktor yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk bisa melakukan fotosintesis. Agar lebih jelas, berikut penjelasan tentang berbagai macam faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

Gambar Fotosintesis

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses terjadinya fotosintesis. Yaitu:

  1. Karbondioksida (CO2)
  2. Air (H2O)
  3. Cahaya Matahari
  4. Klorofil

Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

– Karbondioksida (CO2)

Sebagian besar dari Anda mungkin memiliki pemikiran bahwa karbondioksida tidak memiliki manfaat dalam kehidupan yang ada di muka bumi.

Namun, siapa sangka jika karbondioksida mempunyai peranan yang cukup besar, terutama dalam proses fotosintesis. Tanpa adanya gas karbondioksida yang satu ini, pastinya proses fotosintesis tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Nah, tumbuhan bisa mendapatkan gas karbondioksida (CO2) ini melalui udara bebas yang ada di sekitarnya. Kemudian, gas karbondioksida tersebut akan masuk ke dalam tumbuhan melalui stomata.

Karbondioksida ini dihasilkan oleh berbagai macam proses kimia yang ada di muka bumi, termasuk juga sisa respirasi yang dilakukan oleh manusia serta hewan.

Nah, semakin banyak jumlah karbondioksida yang ada di udara, tentu saja akan semakin banyak pula karbondioksida yang digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses kimia fotosintesis.

– Air (H2O)

Tak hanya gas karbondioksida CO2 saja yang menjadi komponen penting dalam sebuah proses fotosintesis. Air atau yang memiliki rumus kimia H2O ini juga sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk bisa melakukan fotosintesis.

Karena merupakan satu hal yang sangat penting dan harus ada dalam proses tersebut, kurang atau tidak adanya air akan menghambat proses fotosintesis itu sendiri.

Berbeda dengan gas karbondioksida yang bisa didapatkan dari udara bebas yang ada di sekitarnya. Untuk komponen air ini sendiri bisa didapat dari dalam tanah yang kemudian akan diserap oleh akar untuk bisa disalurkan ke daun.

Ternyata, kekurangan air akibat kekeringan bisa membuat mulut daun atau stomata menjadi tertutup. Jika sudah demikian, tentu penyerapan gas karbondioksida tidak dapat maksimal.

Karena masalah itulah yang bisa membuat proses fotosintesis menjadi terganggu. Oleh karena itu, air menjadi bagian yang sangat penting dalam proses kimia yang satu ini.

– Cahaya Matahari

Seperti yang sudah ada pada penjelasan di atas, bahwa fotosintesis tidak akan terjadi tanpa adanya bantuan dari cahaya matahari. Hal inilah yang membuat cahaya matahari memiliki peranan yang sangat penting.

Bergantungnya tumbuhan pada cahaya matahari untuk bisa melakukan proses fotosintesis membuat proses tersebut hanya bisa berlangsung pada siang hari, terutama pada saat matahari bersinar.

Tentu saja, intensitas cahaya dari matahari akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam fotosintesis. Semakin tinggi intensitas dari cahaya matahari tersebut, maka hal ini akan membuat energi yang dihasilkan akan semakin banyak.

Pastinya, ini akan membuat fotosintesis bisa berjalan lebih cepat. Begitu pula sebaliknya. Semakin sedikit intensitas cahaya matahari yang didapatkan oleh tumbuhan, maka proses fotosintesis yang terjadi akan lebih lambat.

Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki tanaman di rumah, penting untuk meletakkannya pada bagian yang lebih terang dan lebih banyak mendapatkan sinar matahari.

– Klorofil (Zat Hijau Daun)

Hanya tumbuhan yang memiliki klorofil atau zat hijau daun saja yang bisa melakukan proses fotosintesis. Mengapa demikian?

Ini karena tumbuhan yang mempunyai klorofil (zat hijau daun) bersifat autotrof yaitu bisa menghasilkan makanannya sendiri melalui sebuah proses yang disebut dengan fotosintesis.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa tumbuhan lainnya yang tidak memiliki zat hijau daun tidak dapat melakukan proses tersebut.

Tentu saja, meski ketiga faktor yang sudah dijelaskan di atas memiliki jumlah yang cukup untuk melakukan fotosintesis, namun jika tumbuhan tersebut tidak memiliki klorofil, maka proses fotosintesis tidak dapat berjalan dengan baik.

Reaksi Fotosintesis

reaksi fotosintesis
Sumber: generasibiologi.com

Untuk penjelasan secara umum mengenai proses fotosintesis yang satu ini, tumbuhan memanfaatkan gas karbondioksida (CO2) serta air (H2O) untuk bisa menghasilkan gula atau glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2) dengan menggunakan bantuan cahaya matahari.

Di bawah ini merupakan persamaan reaksi dari proses fotosintesis itu sendiri:

6H2O + 6CO2 + Cahaya Matahari | C6H12O6 +6O2

Keterangan:

H2O = Air

CO2 = Karbondioksida

C6H12O6 = Gula/Glukosa

O2 = Oksigen

Dengan penjelasan mengenai reaksi fotosintesis yang satu ini semoga bisa membuat Anda menjadi lebih paham tentang bagaimana proses fotosintesis itu terjadi.

Nah, seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa proses dari fotosintesis yang satu ini memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup yang ada di muka bumi.

Dengan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa fotosintesis memiliki banyak sekali manfaat. Lalu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan oleh makhluk hidup seperti manusia dan hewan lewat proses fotosintesis yang satu ini?

Hasil Fotosintesis

Ada beberapa hal yang dapat dihasilkan dari proses fotosintesis. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Produksi Makanan
  2. Produksi Energi
  3. Menyehatkan Manusia
  4. Menghasilkan Udara yang Lebih Lembab
  5. Menetralisir Racun
  6. Menghasilkan Cadangan Makanan
  7. Menghasilkan Oksigen

Lebih jelasnya simak penjelasan berikut:

– Memproduksi Makanan

Proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan nantinya akan menghasilkan gula atau glukosa. Nah, gula tersebut yang menjadi karbohidrat dan dikonsumsi baik oleh manusia ataupun hewan.

– Memproduksi Energi

Ternyata, proses fotosintesis yang terjadi tidak hanya akan menghasilkan makanan saja, namun juga energi. Hal ini karena matahari akan diubah menjadi sebuah energi yang lebih efisien untuk bisa meningkatkan produksi.

Dengan adanya berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh manusia, hal tersebut membuat manusia mulai menciptakan alat untuk memanfaatkan energi matahari.

– Baik Untuk Kesehatan

Ternyata, fotosintesis juga baik untuk kesehatan tubuh. Ini karena cahaya matahari akan lebih diserap oleh tumbuhan untuk bisa melakukan fotosintesis sehingga manusia bisa terhindar dari kanker kulit dan penuaan.

– Udara Lebih Lembab

10% kelembaban udara ternyata berasal dari tumbuhan melalui proses fotosintesis. Kelembaban udara ini sangat baik untuk membuat udara menjadi lebih segar, membuat pikiran menjadi lebih tenang dan terhindar dari stress.

– Menghilangkan Racun

Bahkan, proses fotosintesis yang terjadi juga sangat membantu untuk menyerap berbagai macam racun yang sering menyerang sistem imun manusia. Gas karbondioksida yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis membuat racun yang ada di sekitarnya menjadi berkurang.

– Menghasilkan Cadangan Makanan

Dari hasil fotosintesis inilah akan tercipta cadangan makanan yang disimpan dalam bentuk buah dan umbi. Nah, buah dan umbi-umbian itulah yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia dan memberikan banyak manfaat karena kandungan gizi di dalamnya.

– Menghasilkan Oksigen

Sudah bukan menjadi hal yang asing lagi bagi tumbuhan untuk bisa menghasilkan oksigen dalam proses fotosintesis. Dengan hasil yang diperoleh dalam proses tersebut tentu saja memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup lainnya.

Demikian pembahasan mengenai proses fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan. Tentu saja, tanpa adanya tumbuhan makhluk hidup yang ada di muka bumi tidak bisa bertahan hidup sampai sekarang.

BACA ARTIKEL LAINNYA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post