Contoh Essay Beasiswa Unggulan dan Tips Menulis yang Menarik

  • Whatsapp
essay beasiswa unggulan

Sedang mencari contoh essay beasiswa unggulan?

Nah, sebelumnya, harus Anda ketahui bahwa Essay merupakan ajang promosi Anda, yakni sebagai first impression yang menentukan layak tidaknya beasiswa yang akan Anda dapatkan.

Dengan demikian, tentu essay yang dibuat haruslah berisi tentang kehidupan nyata yang terbaik serta layak dan sesuai dengan yang diharapkan oleh sang pemberi beasiswa.

Terkait dengan hal tersebut, essay beasiswa unggulan sendiri mempunyai standar atau format khusus sesuai dengan ketentuan dari BU.

Lalu bagaimana contoh essay beasiswa unggulan dengan penulisan yang tepat?

Sebelumnya, untuk mempertimbangkan essay beasiswa unggulan yang Anda ajukan, maka gunakan ketentuan berikut ini:

  1. Essay harus berjudul “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”
  2. Isi sebanyak 3-5 halaman
  3. Dicetak menggunakan kertas ukuran A4,
  4. Dengan format penulisan Times New Roman, font 12, serta spasi 1.5.

Berkaitan dengan format diatas, tentunya Anda harus benar-benar memahami apa yang akan dimasukan ke dalam isi essay.

Cara Membuat Essay Beasiswa Unggulan yang Baik

Nah caranya sebenarnya sangat mudah, yakni hanya dengan memahami judulnya saja yakni “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”, maka dapat ditarik kata kunci yakni “Unggul” serta “Kebanggaan Bangsa Indonesia”.

Itu artinya, dengan dua kata kunci tersebut artinya penerima beasiswa yang dicari ialah yang mempunyai keunggulan dalam hal pengalaman serta kontribusi pada masyarakat sekitar.

Jadi intinya adalah memberikan kontribusi yang bermanfaat, berkelanjutan, serta dibutuhkan oleh masyarakat.

Lalu, membahas lebih jauh tentang hal tersebut, yang dimaksud dengan kontribusi itu yang seperti apa? Apakah kontribusi dalam ranah daerah atau nasional, serta seberapa luas ruang lingkup dari kontribusi sehingga layak diangkat ke dalam essay.

Selain demikian, kontribusi yang harus dilakukan tak harus dalam ranah nasional saja, sebab dalam ranah lingkungan desa atau kampus Anda misalnya, jika ada kaitannya untuk pergerakan Indonesia, tentu dapat menjadi yang terbaik.

Atau bahkan Anda juga bisa mengajak orang lain untuk memberikan kontribusi dalam mencari solusi, serta mengimplementasikan permasalahan di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Contoh Essay LPDP dan Cara Menulisnya

Untuk lebih jelasnya, berikut ini langkah tepat untuk membuat contoh essay beasiswa unggulan yang terbaik:

1. Awali dengan Perkenalan

Essay Beasiswa Unggulan
ilustrasi Perkenalan

Untuk bagian pertama, awalilah dengan memperkenalkan diri Anda, yakni meliputi riwayat biodata diri, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan bila ada, serta tak lupa kondisi keluarga.

Apa pentingnya bagian-bagian tersebut?

Perlu diketahui, bahwa ketika menulis essay penulis harus memposisikan reviewer sebagai orang asing yang belum mengenalnya. Sehingga Anda tentu perlu memperkenalkan diri agar pembaca bisa mengenal sang penulis.

2. Pastikan Menulis Kisah yang Inspiratif, Menarik, dan Penting

Essay Beasiswa Unggulan
Menulis Kisah Menarik

Bagaimana contoh essay beasiswa unggulan yang inspiratif, menarik dan penting?

Harus diketahui, bahwa essay yang baik ialah yang mampu menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita serta mengikuti alur kisah.

Sehingga, pastikan isi essay tersebut dengan kisah yang inspiratif, menarik dan penting, yakni bukan yang lebay atau tak penting untuk diceritakan.

Sehingga untuk memberikan ketertarikan terhadap pembaca, cobalah mengisi kisah dengan permasalahan-permasalah atau risiko yang pernah Anda alami dan bagaimana cara menghadapinya, serta bagaimana tantangan meraih prestasi yang pernah Anda lakukan dalam dunia pendidikan.

Nah, hal tersebutlah yang akan menjadi nilai plus untuk Anda, sebab beasiswa unggulan memang mencari masyarakat yang benar-benar berprestasi serta mau berkontribusi dalam berbagai ranah kehidupan.

3. Masukan Kontribusi Sesuai dengan Jurusan yang Akan Diambil

Essay Beasiswa Unggulan
Sesuai dengan Jurusan

Perlu diketahui, contoh essay beasiswa unggulan yang baik dan benar ialah menambahkan kontribusi dari lintas atau jurusan ilmu yang akan Anda ambil di jenjang pendidikan.

Nah, pemilihan kontribusi ini diusahakan harus linier dengan kontribusi yang Anda lakukan. Mengapa demikian?

Tujuannya adalah agar kontribusi yang akan Anda berikan untuk Indonesia bisa difasilitasi oleh jenjang pendidikan yang dipilih nantinya.

4. Gunakan Kunci 5W+1H

Essay Beasiswa Unggulan
Gunakan Kunci yang Pas

Langkah terakhir contoh essay beasiswa unggulan yang baik dan benar adalah menggunakan kunci 5W+1H, yakni meliputi

  • What: Apa kontribusi yang telah Anda lakukan, atau yang sedang dilakukan ataupun kegiatan berkelanjutan di masa mendatang? Serta apa tujuan dari kontribusi tersebut?
  • When: Kapan kontribusi tersebut dilakukan?
  • Why: Mengapa kontribusi atau kegiatan tersebut harus Anda lakukan? Tentu ini berisi latar belakang atau alasan Anda melakukan kontribusi.
  • Where: Dimana kontribusi tersebut dilakukan? Untuk mengembangkan point ini, pastikan kontribusi tersebut dilakukan dengan tepat sasaran, sehingga wajib membubuhkan dimana lokasi kontribusi tersebut dilaksanakan
  • Who: Bersama siapa atau untuk siapa kontribusi tersebut dilakukan? Nah, untuk point ini kontribusi yang paling baik ialah yang mampu mengajak orang lain agar mau bekerja sama melakukan kontribusi terhadap perubahan kearah yang lebih baik lagi, sehingga dalam hal ini pun sangat tepat bila Anda juga menyebutkan bersama siapa ketika mengerjakan kontribusi, dalam lingkup organisasi apa pengerjaannya, serta siapa yang menjadi sasaran kontribusi tersebut.
  • How: Bagaimana kontribusi tersebut berlangsung, bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang dialami, serta bagaimana dampak dari kontribusi tersebut untuk keberlanjutan.

Setelah memahami langkah membuat essay beasiswa unggulan, maka berikut ini contoh essay beasiswa unggulan yang baik dan benar.

Contoh Essay Beasiswa Unggulan

“Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia”

Perkenankanlah Saya memulai essay ini dengan memperkenalkan diri. Nama Saya Alvian Rahardi Prakoso anak ke-4 dari lima bersaudara, Saya lahir di ibukota Jakarta tepat pada tanggal 14 Agustus 1997. Dan saat ini Saya sedang menimba ilmu hukum S-1 di Universitas Harapan Bangsa Jakarta, angkatan 2015.

Bukan rahasia umum lagi, jika ketika seseorang mampu duduk di bangku perguruan tinggi merupakan hal yang sangat luar biasa, sebab dikatakan sebagai orang yang mampu dan pintar. Namun ternyata tak semua anggapan itu benar, sebab perjalanan Saya di perguruan tinggi benar-benar melalui berbagai hambatan dan rintangan, bahkan kegagalan. Ya, Saya merasakan kegagalan ketika tak lulus SNMPTN, karena Saya bukan 75% siswa terbaik di SMA.

Namun dari kegagalan tersebut tak membuat Saya menyerah begitu saja, untuk mendapatkan perguruan tinggi yang Saya mau, Saya mengadu nasi dengan mengikuti SBMPTN. Bahkan, di tahap ini pun Saya mengalami kegagalan. Akan tetapi itu tetap tak memudarkan semangat Saya. Sebab kegagalan ini membuat Saya belajar, dan terus belajar agar Saya dapat mencapai target yang diinginkan.

Nah, jalur terakhir yang Saya ambil untuk meraih jenjang universitas adalah melalui seleksi mandiri. Namun kali ini Saya tak mencoba di PTN, namun di swasta. Sehingga pada akhirnya pada jalan Saya meraih keberhasilan dan masuk ke Universitas Harapan Bangsa Jakarta, dan ini menjadi bukti bahwa kegagalan yang Saya lalui di tahap sebelumnya adalah keberhasilan yang tertunda.

Dan akhirnya pun Saya berhasil lulus tes masuk pada prodi ilmu hukum S-1 Universitas Harapan Bangsa Jakarta. Adapun alasan Saya mengapa memilih prodi ilmu hukum adalah karena Saya memang menyukai dunia hukum, dan yang kedua ialah Saya ingin mewujudkan kepastian pada seluruh masyarakat Indonesia agar mendapatkan keadilan.

Ya, jika kita melihat saat ini, maka hukum di Indonesia dapat dikatakan “tajam kebawah tumpul ke atas”, sehingga dengan Saya mempelajari hukum, tentu dapat mengubah atau menghapus julukan tersebut, agar di Indonesia tercipta keadilan.

Contoh essay beasiswa unggulan ini tentunya hanya sebagian kecil saja, karena Anda masih harus menceritakan secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *