doa qunut

Doa Qunut: Bacaan, Arti dan Penjelasanya Lengkap

Total
0
Shares

Doa Qunut – Dipandang dari segi etimologi kata Qunut (الْقُنُوْتُ) berasal dari bahasa arab yang mempunyai beberapa arti dan makna, antara lain ialah : patuh, diam, selalu taat, doa, berdiri lama, tunduk dan khusyu’.

Sedang secara istilah kata qunut dimaknai sebagai doa yang dibaca seorang muslim ketika sholat, yang waktunya adalah setelah i’tidal dan sebelum sujud.

Bacaan Doa Qunut

Bacaan doa qunut dibedakan menjadi dua, yaitu antara imam dan makmum, berikut adalah bacaan lengkapnya.

Untuk Imam

doa qunut

Untuk Makmum

bacaan doa qunut

Yang artinya adalah : “Ya Allah, berilah hambamu ini petunjuk bersama orang yang telah Engkau beri petunjuk, dan selamatkanlah hambamu dari penyakit dan apa yang tidak disukai bersama orang yang telah Engkau selamatkan”.

Lindungilah hamba bersama orang yang Engkau lindungi. Berilah keberkahan terhadap apa yang telah Engkau berikan kepada hamba, jauhkanlah hamba dari segala keburukan yang telah Engkau takdirkan.

Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan segala sesuatu, dan tidak ada orang yang memberikan keputusan kepada Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau sayangi tidak akan terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Maha suci Engkau, wahai tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau“

Penjelasan Doa Qunut

gambar langit cerah

Secara umum, doa qunut adalah bacaan yang dibaca pada rakaat kedua didalam sholat atau pada rakaat terakhir pada sholat witir pada bulan ramadhan.

Do’a Qunut Dibagi Menjadi Tiga Macam

Pertama, do’a Qunut Nazilah,

yaitu do’a qunut yang di baca setelah pada saat pada rakaat terakhir shalat. Hukumnya adalah sunnah hai’ad, yang jika lupa tidak dikerjakan maka tidak sunnah sujud syahwi

QUNUT NAZILAHQunut tersebut dilakukan karena adanya peristiwa musibah yang sedang terjadi, seperti peperangan, bencana alam banjir, tanah longsor, tsunami dan lainya.

Para ulama bersepakat mengenai qunut nazilah ini, karena adanya nash-nash yang sangat jelas dan shahih.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْصُّبْحِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ يَدْعُوْ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِيْ سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ، وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ.

Dari Sahabat Ibnu Abbas ra, ia berkata : Rasulullah SAW. pernah melakukan qunut selama satu bulan terus menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, yaitu apabila ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah pada raka’at yang akhir, lalu beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan amin. (HR. Abu Dawud, Ahmad, al Hakim dan al Baihaqi)

Imam al-Hakim menambahkan bahwa Ibnu Abbas Ra, berkata bahwa beliau Rasulullah SAW. pernah mengutus para mubaligh supaya mereka (kabilah-kabilah itu) memeluk Islam, tapi mereka justru membunuh para dai tersebut. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan.

عَنْ أنَسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللَّهِ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوْعِ يَدْعُو عَلَى حَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

Dari sahabat Anas Ra, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendo’a kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah Arab, kemudian beliau meninggalkannya (tidak melakukannya lagi).” (HR. Bukhari, Muslim)

Dalam hadits Ibnu Abbas dan sahabat Anas serta beberapa hadits yang lain, menunjukkan bahwa pertama kali doa qunut dilakukan ialah ketika Bani Sulaim yang terdiri dari Kabilah Ri’lin, Hayyan, Dzakwan dan ‘Ushayyah memohon kepada Rasulullah SAW supaya mau mengajarkan kepada mereka tentang Islam.

Maka, kemudian Rasulullah SAW. mengutus kepada mereka 70 orang qurra’ (penghafal Al Qur’an), Sampainya mereka di sumur Ma’unah, mereka itu semuanya dibunuh.

Lalu pada saat itu, tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan yang diterima Nabi selain kejadian tersebut. Maka kemudian beliau melakukan doa qunut selama satu bulan yang kemudian beliau tinggalkan.

Kedua, Qunut Shalat Witir.

Pendapat yang disebutkan oleh Imam Ahmad dan mayoritas para ulama’ adalah bahwa doa tersebut dianjurkan pada rakaat terakhir dari shalat witir. Disebutkan dalam kitab Al Mughni :

قال أحمد في رواية المروذي: كنت أذهب إلى أنه في النصف من شهر رمضان، ثم إني قلت: هو دعاء وخير، ووجهه ما روي عن أبي: “أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، كان يوتر فيقنت قبل الركوع

“Imam Ahmad dalam riwayat Al Marudzi mengatakan: dulu aku berpendapat bahwa qunut witir itu disunnahkan setelah pertengahan bulan Ramadhan, lalu aku berpendapat bahwa doa qunut itu adalah doa dan kebaikan (sehingga berlaku sepanjang tahun). Alasan lainya adalah hadits yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab: ‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasa membaca qunut dalam shalat witir sebelum rukuk’”

Dan dari Ali radhiallahu’anhu,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، كان يقول في آخر وتره: اللهم إني أعوذ برضاك من سخطك .إلخ

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasa berdoa di rakaat terakhir shalat witir: Allahumma inni a’udzu biridhaka min sakhatik… dst.

Dan lafadz كان menunjukkan perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus. Juga karena amalan ini disyariatkan di shalat witir maka ia disunnahkan di sepanjang tahun. Sebagaimana juga dzikir-dzikir yang lain.

Adapun doa yang dibaca ketika qunut witir, hendaknya berdoa dengan doa yang diriwayatkan dari Al Hasan bin Ali, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkanku doa yang dibaca ketika qunut witir, yaitu:

اللهمَّ اهدِني فيمن هديتَ وعافِني فيمن عافيتَ وتولَّني فيمن تولَّيتَ وبارِكْ لي فيما أعطيتَ وقِني شرَّ ما قضيتَ إنك تَقضي ولا يُقضى عليك وإنه لا يَذِلُّ من واليتَ ولا يعِزُّ من عاديتَ تباركتَ ربَّنا وتعاليتَ

Ketiga, doa qunut sholat shubuh

Menurut para Ulama’ dari madzhab Syafi’iyah, seperti Imam Ghazali, imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, mereka berpendapat bahwa hukum membaca doa qunut sholat subuh adalah sunnah muakkadah karena termasuk dalam sunnah ab’ad

Pendapat ini didasarkan pada Sabda Nabi SAW :

“Dari Sahabat Anas bin Malik Ra, sesungguhnya Rasulullah SAW membaca qunut selama satu bulan penuh untuk mendoakan orang-orang, kemudian beliau meninggalkannya. Adapun di waktu sholat subuh beliau tidak pernah meninggalkan doa qunut sampai beliau meninggal.” (HR. Imam Baihaqi dan Ad Daruqutni)

Semoga Penjelasannya bermanfaat.

BACA JUGA:

3 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like