Mikrometer sekrup

Cara Membaca Mikrometer Sekrup dengan Mudah dan Tepat

Total
0
Shares

Cara Membaca Mikrometer Sekrup – Mikrometer sekrup adalah salah satu alat ukur yang memberikan tingkat presisi yang sangat baik sehingga hasil pengukuran bisa dikatakan begitu teliti dan tepat. Selain itu, mikrometer sekrup adalah variasi dari alat ukur mikrometer yang ada beberapa macam dan memiliki detail fungsi yang berbeda dalam penggunaannya.

Untuk mikrometer sekrup sendiri, alat ini bisa digunakan untuk mengukur panjang, tebal dan diameter luar sebuah benda kerja. Dalam hal ini, mikrometer sekrup bisa memberikan ketelitian pengukuran hingga mencapai 0.01 mm. Namun, salah satu hal yang sering dipertanyakan adalah bagaimana cara membaca mikrometer sekrup tersebut.

Ya, cara membaca mikrometer sekrup adalah salah satu hal yang cukup sering dibahas. Hal ini dikarenakan mikrometer sekrup memiliki beberapa skala dan langkah pengukuran yang sedikit lebih rumit. Tentu, menggunakan mikrometer sekrup untuk mengukur tidak sama dengan mengukur hanya menggunakan penggaris mistar saja.

Cara Membaca Mikrometer Sekrup

Nah, kita sampai pada pembahasan utama mengenai cara membaca mikrometer sekrup. Sebagaimana disinggung di awal bahwa cara untuk membaca mikrometer sekrup berbeda dengan cara membaca jangka sorong karena adanya beberapa skala yang digunakan pada alat ukur ini.

Dalam setiap mikrometer sekrup terdapat setidaknya dua skala yang digunakan. Adapun skala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Skala Utama

Skala pertama pada mikrometer sekrup adalah skala utama. Skala ini terdiri dari angka 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya serta berada di bagian bawah dari mikrometer sekrup.

2. Skala Putar

Skala kedua pada mikrometer sekrup adalah skala putar atau yang disebut dengan nama skala nonius. Skala ini terdiri dari angka 1 hingga 50. Jika skala ini berputar mundur 1 kali, maka hitungan skala utama akan bertambah senilai 0,50 mm.

Untuk membaca pengukuran dengan mikrometer sekrup ada beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Letakkan mikrometer sekrup tersebut satu arah sehingga angka-angka bisa terlihat dengan lebih jelas.
  2. Setelah itu, baca skala utama pada mikrometer sekrup tersebut. Dalam hal ini, bagian garis atas menunjukkan angka bulat mm, seperti misalnya 1 mm dan seterusnya. Sedangkan pada skala bawah, mikrometer sekrup menunjukkan bilangan 0,5 mm.

Dalam hal ini, sebagai contoh, skala atas menunjukkan angka 5 dan skala bawah menunjukkan angka 0,5 sehingga hitungan skala utama mikrometer sekrup adalah 5,5 mm.

  1. Selanjutnya baca skala nonius atau skala putar pada mikrometer sekrup dengan membaca garis samping yang tepat segaris dengan garis pembagi skala utama. Dalam hal ini, skala nonius menunjukkan angka 30. Jika dikalikan 0,01 mm, maka hasil dari skala nonius tersebut adalah 0,30 mm.
  2. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menambahkan hasil dari pengukuran menggunakan skala utama dan skala nonius pada mikrometer sekrup tersebut. Skala utama pada contoh di atas menunjukkan angka 5,5 mm sedangkan skala nonius menunjukkan angka 0,30 mm. jadi, hasil pengukuran yang dilakukan adalah 5,5 mm + 0,30 mm menjadi 5,8 mm.

Jika dilihat secara saksama, maka sebenarnya cara untuk membaca hasil perhitungan mikrometer sekrup tidaklah susah dan tergolong simple. Hanya saja, kesalahan umum yang biasa terjadi adalah kesalahan membaca skala utama bagian bawah.

Selain itu, kesalahan juga terjadi dalam pembacaan mengenai skala nonius. Selain keliru dalam menentukan garis pada hasil pengukuran, kesalahan juga terjadi karena hasil pengukuran tidak dikalikan 0,01 mm dan langsung ditambahkan dengan skala utama.

Lebih jelasnya, bisa simak tutorial video berikut:

Pengertian Umum Mikrometer Sekrup

Sebelum membahas tentang cara membaca mikrometer sekrup, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian secara umum mengenai mikrometer sekrup. Nah, dalam hal ini, telah disinggung sebelumnya bahwa mikrometer sekrup adalah salah satu jenis alat ukur yang memiliki ketelitian sangat baik sehingga hasil pengukuran menjadi lebih maksimal.

Alat ini pertama kali ditemukan sekitar abad ke-17 oleh seorang ilmuwan yang bernama William Gascoigne. Pada waktu itu, sang ilmuwan berpikir untuk menemukan alat ukur yang lebih baik dan lebih presisi daripada jangka sorong. Hal inilah yang membuat William melakukan beberapa percobaan sebelum akhirnya menemukan mikrometer sekrup.

Meskipun mikrometer sekrup memiliki kata mikro, namun alat ini tidak digunakan untuk mengukur benda-benda dengan ukuran mikro, seperti sel atau lainnya. Namun, kata mikro tersebut merujuk pada skala pengukuran dan tingkat presisi dari mikrometer sekrup tersebut. Alat ini diproyeksikan memiliki hasil yang lebih baik daripada jangka sorong.

Bagian-bagian Mikrometer Sekrup

Bagian mikrometer sekrup

Hal lain yang penting untuk diketahui sebelum membahas tentang cara membaca mikrometer sekrup adalah bagian-bagian dari mikrometer sekrup tersebut. Ya, bagian dari mikrometer sekrup harus diketahui sebelumnya karena beberapa bagian tersebut akan menentukan hasil dari pengukuran menggunakan mikrometer sekrup.

Jadi, secara singkat, tanpa mengetahui bagian dari mikrometer sekrup, maka cara membaca mikrometer sekrup pun akan terkesan lebih susah. Lantas, apa saja bagian dari mikrometer sekrup tersebut? Adapun beberapa bagian dari mikrometer sekrup adalah sebagai berikut:

1. Frame

Bagian pertama dari mikrometer sekrup adalah frame atau rangka. Bagian ini juga sering disebut sebagai bingkai dan memiliki bentuk seperti huruf C ataupun huruf U. Umumnya, frame dari mikrometer sekrup terbuat dari bahan logam.

Penggunaan logam sebagai bahan dari mikrometer sekrup sangat beralasan karena logam tergolong lebih awet. Selain itu, logam merupakan bahan yang cukup tahan terhadap panas. Oleh karena itu, selain tebal dan kuat, adanya resistant panas pada logam akan membuat mikrometer sekrup bebas dari peregangan yang mengganggu pengukuran benda.

2. Anvil

Anvil adalah bagian kedua dari mikrometer sekrup yang harus dipahami. Bagian ini seringkali disebut dengan nama poros. Nah, poros tetap ini berpengaruh pada cara membaca mikrometer sekrup. Hal ini dikarenakan poros tetap akan berfungsi sebagai penahan benda yang hendak diukur menggunakan mikrometer sekrup.

3. Spindel

Spindel adalah bagian lain dari mikrometer sekrup yang harus diketahui. Bagian ini juga disebut sebagai poros gerak dalam mikrometer sekrup. Nama poros ini sesuai dengan detail dari bagian tersebut di mana merupakan sebuah silinder yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan dalam proses pengukuran.

4. Lock Nut

Lock nut merupakan pengunci yang ada pada mikrometer sekrup. Seperti namanya, bagian mikrometer sekrup ini memiliki fungsi untuk mengunci poros gerak agar tidak bergerak saat proses pengukuran. Bagian ini juga akan berpengaruh terhadap cara membaca mikrometer sekrup yang akan dilakukan.

5. Thimble

Thimble atau skala putar adalah bagian lain yang terdapat dalam mikrometer sekrup dan berpengaruh pada cara membaca mikrometer sekrup. Hal ini dikarenakan thimble merupakan tempat dari skala nonius pada mikrometer sekrup.

6. Sleeve

Sleeve adalah skala utama dalam mikrometer sekrup. Sleeve ini akan menunjukkan ukuran dari benda yang diukur Nah, dalam mikrometer sekrup, skala utama ini memiliki satuan milimeter.

7. Ratchet Knob

Bagian terakhir dari mikrometer sekrup adalah ratchet knob. Bagian ini memiliki fungsi guna memutar poros gerak saat si poros gerak sudah dekat dengan benda yang diukur. Dengan adanya bagian ini, maka cara membaca mikrometer sekrup bisa dilakukan dengan lebih baik dan hasilnya akan lebih maksimal.

Nah, dari beberapa ulasan di atas, ada beberapa bagian dari mikrometer sekrup yang harus diketahui. Pengetahuan mengenai beberapa bagian dari mikrometer sekrup ini merupakan hal yang penting untuk diketahui agar proses pengukuran benda menggunakan mikrometer sekrup akan lebih mudah dan lebih maksimal untuk dilakukan.

Kegunaan dan Fungsi dari Mikroskop Sekrup

Secara umum, mikrometer sekrup merupakan alat ukur untuk menghitung besar, tebal dan diameter luar dari sebuah benda kerja. Namun, perlu diketahui bahwa mikrometer sekrup ini cenderung lebih cocok digunakan untuk mengukur benda-benda dengan ukuran yang tidak terlalu besar, seperti lempeng baja, diameter kabel, lebar kertas dan lainnya.

Secara umum, mikrometer sekrup bisa digunakan layaknya sebuah jangka sorong karena pada dasarnya mikrometer sekrup adalah pengembangan dari mikrometer sekrup tersebut. Nah, mikrometer sekrup ini memiliki ketelitian yang lebih bagus daripada alat ukur jangka sorong.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

Sebelum membahas cara membaca mikrometer sekrup, hal lain yang perlu diketahui adalah cara menggunakan mikrometer sekrup. Ya, mengetahui cara menggunakan mikrometer sekrup ini akan berpengaruh pada akurasi pengukuran yang dilakukan.

Berbincang mengenai cara menggunakan mikrometer sekrup ini, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, seperti:

  • Untuk menggunakan mikrometer sekrup, pertama pastikan pengunci dari alat ukur mikrometer sekrup dalam kondisi yang terbuka.
  • Setelah itu, lakukan pengecekan terhadap bagian dari mikrometer sekrup tersebut. Dalam hal ini cek apakah poros tetap dari mikrometer sekrup dan juga poros geser mikrometer sekrup tersebut bertemu dengan skala nonius mikrometer sekrup yang tetap menunjukkan angka nol.
  • Lalu, setelah itu, buka ragang mikrometer sekrup dengan cara menggerakan pemutar dari bagian tersebut ke arah kiri. Langkah ini akan membuat benda kerja yang hendak diukur dapat masuk ke dalam rahang mikrometer sekrup yang dimaksud.
  • Keempat, letakkan benda kerja yang akan diukur diantara poros tetap dan poros geser. Setelah itu, tutup kembali rahang mikrometer sekrup sampai benda kerja terjepit dengan sempurna dan tidak bisa bergerak lagi.
  • Terakhir, putar kunci mikrometer sekrup agar pemutar tidak bergerak lagi. Setelah itu, hitung panjang, lebar, kedalaman atau diameter luar dari benda kerja tersebut menggunakan mikrometer sekrup.

Beberapa poin di atas menunjukkan cara umum menggunakan mikrometer sekrup. Mengetahui detail cara menggunakan mikrometer sekrup ini sangat penting karena akan menentukan pula hasil dan cara membaca mikrometer sekrup saat pengukuran benda kerja berlangsung.

Demikian beberapa ulasan terkait pengertian, fungsi, bagian dan juga cara membaca mikrometer sekrup yang perlu diketahui. Beberapa hal tersebut harus dipahami dengan baik agar penggunaan mikrometer sekrup bisa menjadi semakin mudah. Semoga bermanfaat.

Pelajari Juga:

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post