Membaca Jangka Sorong

Cara Membaca Jangka Sorong dan Panduan Menggunakannya

Total
0
Shares

Pernahkah Anda mendengar tentang jangka sorong? Ya, jangka sorong adalah salah satu jenis alat yang sudah banyak digunakan, terutama untuk keperluan industri, baik dunia permesinan ataupun otomotif. Nah, alat ukur ini bisa digunakan untuk mengukur panjang dan ketebalan suatu benda. Dengan alat ini, Anda akan mendapatkan tingkat akurasi tinggi sekitar 0,05 mm.

Biasanya, jangka sorong digunakan para teknisi untuk mengukur pipa atau beberapa benda lainnya. Nah, masalah yang sering muncul adalah beberapa orang belum mengetahui perihal cara membaca jangka sorong. Hal ini cukup beralasan karena jangka sorong memiliki standar dan detail pengukuran yang berbeda.

Tentu, mempelajari bagaimana cara membaca jangka sorong merupakan hal paling penting untuk diketahui. Dengan pengetahuan perihal cara untuk membaca jangka sorong, maka Anda akan bisa menggunakan alat ukur ini dengan baik dan Anda akan mampu mengukur beberapa benda yang Anda inginkan dengan baik dan presisi sebagaimana yang diinginkan.

Lantas, bagaimana detail cara membaca jangka sorong tersebut? Pada kesempatan ini kita akan membahas beberapa hal terkait jangka sorong termasuk bagaimana cara membaca yang harus diketahui. Nah, untuk Anda yang penasaran, simak beberapa ulasan di bawah ini.

Cara Membaca Jangka Sorong

Untuk menggunakan jangka sorong, ada beberapa langkah yang harus diketahui terlebih dahulu. Dengan mengetahui beberapa langkah tersebut, tentu saja menggunakan jangka sorong akan semakin mudah dan pengukuran bisa dilakukan dengan lebih baik. Agar lebih jelas, tonton video berikut:

Adapun beberapa langkah yang diterapkan untuk menggunakan jangka sorong adalah sebagai berikut:

  1. Mengendurkan baut pengunci terlebih dahulu, setelah itu geser rahang jangka sorong perlahan-lahan dan perkirakan sesuai dengan ukuran benda kerja yang hendak diukur. Selain itu, pastikan ketika rahang tertutup tetap menunjukkan angka nol.
  2. Jika alat sudah siap untuk digunakan, maka bersihkan terlebih dahulu permukaan benda yang akan diukur dan permukaan rahang. Kedua hal ini penting agar jangka sorong bisa mengukur dengan presisi anda akurasi pengukuran bisa lebih maksimal.
  3. Ukur benda kerja tersebut menggunakan rahang dari jangka sorong tersebut. Dalam hal ini, ukuran benda kerja bisa dilihat dengan memperhatikan skala utama dan juga skala nonius dari jangka sorong tersebut.

Ya, cara membaca jangka sorong terkadang memang menjadi sebuah masalah karena pada dasarnya, jangka sorong memiliki beberapa skala perhitungan yang berbeda-beda –sebagaimana dijelaskan di beberapa poin di awal. Oleh karena itu, ada rumus yang harus diketahui guna membaca jangka sorong tersebut.

Nah, untuk membaca jangka sorong, maka Anda harus memperhatikan skala utama dan juga skala nonius yang tertera pada jangka sorong tersebut. Untuk mempermudah pengukuran, perhatikan contoh pengukuran di bawah ini:

Pada skala utama jangka sorong, angka yang ditunjukkan adalah 58 mm, sedangkan pada skala nonius menunjukkan angka 5. Nah, untuk membaca angka pada jangka sorong tersebut, maka tambahkan skala utama dengan skala nonius yang sebelumnya skala nonius dikalikan dengan skala umum jangka sorong,

Misalnya, jika jangka sorong memiliki tingkat akurasi hingga 0,1 mm, maka cara membaca jangka sorong adalah 58 mm (dari skala utama) ditambah dengan 5 (skala nonius) x 0,1 (skala jangka sorong). Hasilnya menjadi 58 mm ditambah 0,5 mm dan hasil akhirnya menjadi 58,5 mm atau 5,85 cm.

Tentu, cara membaca jangka sorong tersebut sama saja meskipun detail dari skala jangka sorong tersebut berbeda. Memang, perbedaan skala atau tingkat akurasi jangka sorong akan berpengaruh pada hasil akhir perhitungan meskipun tidak terlalu signifikan.

Fungsi dan Manfaat Jangka Sorong

Sebelum membahas tentang cara membaca jangka sorong, hal pertama yang perlu diketahui adalah apa fungsi dan manfaat dari alat ukur yang satu ini. Sebagaimana diketahui bersama bahwa jangka sorong merupakan alat untuk mengukur beberapa keperluan, seperti kedalaman, diameter, panjang dari suatu benda dan lainnya.

Nah, secara lebih detail, ada beberapa fungsi dari jangka sorong seperti:

  • Jangka sorong digunakan untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit
  • Jangka sorong berfungsi untuk mengukur sisi dalam dari suatu benda di mana biasanya benda tersebut memiliki lubang, seperti pipa
  • Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur kedalaman celah atau lubang dengan cara menusukkan bagian dari pengukur. Bagian pengukur tersebut tidak terlihat karena ada pada gagang dari alat ukur tersebut
  • Jangka sorong bisa digunakan untuk mengukur ketebalan dari suatu benda
  • Jangka sorong bisa membantu mengukur diameter dari suatu benda.

Nah, dari beberapa poin di atas bisa dilihat bahwa secara lebih detail ada beberapa fungsi dari jangka sorong yang perlu diketahui. Dengan mengetahui fungsi dari jangka sorong tersebut, tentu saja Anda bisa memanfaatkan dan memaksimalkan alat ukur ini sebagaimana fungsi awalnya.

Bagian-bagian Jangka Sorong

bagian jangka sorong

Hal lain terkait jangka sorong yang penting untuk diketahui sebelum membahas tentang bagaimana cara membaca jangka sorong adalah apa saja bagian dari jangka sorong tersebut. Ya, jika dibedah, maka alat ukur ini akan terpisah menjadi beberapa bagian yang berbeda-beda.

Adapun beberapa bagian dari jangka sorong yang perlu diketahui adalah sebagai berikut:

– Rahang Dalam

Bagian pertama dari jangka sorong adalah rahang dalam. Rahang dalam pada jangka sorong ini terdiri dari 2 buah rahang, yakni rahang geser dan rahang tetap. Secara umum, fungsi dari rahang dalam ini adalah untuk mengukur diameter luar serta ketebalan dari benda kerja.

– Rahang Luar

Rahang luar adalah bagian lain dari jangka sorong yang berbentuk lebih kecil dari rahang luar. Secara umum. Fungsi dari rahang dalam pada jangka sorong adalah untuk mengukur diameter dari sebuah benda kerja.

– Depth Probe

Bagian lain dari jangka sorong yang penting untuk diketahui adalah depth probe. Bagian ini digunakan sebagai cara untuk mengukur kedalaman dari suatu benda.

– Skala Utama (cm)

Skala utama pada jangka sorong adalah angka-angka yang memberikan dan menyatakan hasil pengukuran dengan satuan sentimeter

– Skala Utama (inch)

Seperti poin sebelumnya, skala utama merupakan angka-angka yang memberikan hasil dari pengukuran. Bedanya, skala utama ini memberikan hasil pengukuran dengan satuan inch.

– Skala Nonius

Bagian lain dari jangka sorong yang cukup penting adalah skala nonius. Skala ini merupakan ukuran dalam jangka sorong yang menunjukkan skala 1/10 mm. Namun, ada juga jangka sorong yang memiliki skala nonius 1/20 mm dan lainnya. Perbedaan dari skala nonius ini juga akan mempengaruhi hasil dari cara membaca jangka sorong, terutama terkait akurasi.

– Skala Nonius Untuk Inch

Dalam jangka sorong juga terdapat skala nonius untuk inch. Fungsi dari bagian jangka sorong adalah untuk menunjukkan skala pengukuran suatu benda dengan fraksi dari inch.

– Tombol Pengunci

Bagian jangka sorong yang juga cukup penting adalah tombol pengunci. Tombol pengunci pada jangka sorong memiliki fungsi untuk menahan bagian yang bergerak sehingga pengukuran benda kerja akan menjadi lebih mudah dan hasil pengukuran menjadi lebih presisi.

Jenis Jangka Sorong

Tambahan selain pembahasan mengenai cara membaca jangka sorong adalah jenis dari jangka sorong tersebut. Dalam praktiknya, ada beberapa jenis jangka sorong yang digunakan untuk beberapa detail pengukuran yang berbeda. Adapun beberapa jenis dari jangka sorong tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jangka Sorong Analog

Jangka sorong analog

Salah satu jenis jangka sorong yang cukup sering digunakan adalah jangka sorong manual. Jenis jangka sorong ini sering digunakan untuk praktik yang ada di sekolah. Cara menggunakan jangka sorong ini masih manual sehingga terkadang memerlukan ketelitian yang lebih. Selain itu, ada perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui ukuran benda.

2. Jangka Sorong Digital

Jangka sorong digital

Jenis jangka sorong kedua adalah jangka sorong digital. Ini adalah jangka sorong yang merupakan hasil dari pengembangan jangka sorong manual. Pada jangka sorong jenis ini, maka ada layar digital yang muncul untuk menunjukkan hasil dari pengukuran benda kerja. Dengan jangka sorong ini, Anda tidak perlu melakukan penghitungan hasil pengukuran.

Dilihat dari detail, jangka sorong ini tidak banyak ditemukan di sekolah sebagai alat praktik. Biasanya, jangka sorong ini digunakan oleh pabrik-pabrik besar dan modern. Tentu, harga dari jangka sorong ini bisa dipastikan lebih mahal daripada jangka sorong manual dan cara perawatannya pun bisa dikatakan lebih ribet.

Nah, demikian beberapa ulasan terkait cara membaca jangka sorong dan beberapa hal lain yang terkait dengan jangka sorong. Pemahaman mengenai beberapa hal tentang jangka sorong tentu akan membuat Anda lebih memahami fungsi dari alat ukur ini.

Selain itu, Anda juga akan bisa menggunakan jangka sorong sebagaimana fungsinya dengan lebih baik dan hasil pengukuran yang lebih maksimal. Jika Anda ingin membeli jangka sorong, maka Anda bisa menuju ke toko alat lab untuk mendapatkannya.

Kelebihan dan Kekurangan Jangka Sorong

 

Sebagai salah satu alat ukur, jangka sorong memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, sebelum membahas tentang cara membaca jangka sorong, mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan dari jangka sorong juga merupakan hal penting. Dengan pemahaman dari kedua hal tersebut, tentu saja Anda bisa memanfaatkan jangka sorong dengan lebih maksimal.

Kelebihan Jangka Sorong

  • Memiliki akurasi atau kecermatan pengukuran yang cukup teliti. Alat ini memiliki beberapa ukuran atau skala akurasi mulai dari 0,05 mm hingga 0,01 mm
  • Dapat digunakan untuk mengukur diameter luar dan diameter dalam suatu benda tanpa perlu berganti alat
  • Harga termasuk terjangkau dibandingkan dengan alat ukur lainnya.

Nah, beberapa poin di atas menjelaskan beberapa kelebihan dari jangka sorong yang bisa menjadi alasan kenapa alat ukur ini begitu berguna. Namun, di samping beberapa kelebihannya tersebut, jangka sorong juga memiliki kekurangan.

Kekurangan Jangka Sorong

  • Tidak bisa digunakan untuk mengukur benda yang berukuran besar karena keterbatasan jangka
  • Alat jangka sorong bisa memuai
  • Rawan kerusakan yang terjadi pada sisi bagian pengukur karena bersentuhan langsung dengan benda kerja sehingga rawan terjadi goresan atau benturan di mana bisa mengurangi akurasi pengukuran.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Pelajari Juga:

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post