Bagian mikroskop

Bagian-bagian Mikroskop Cahaya & Elektron

Total
0
Shares

Bagian-bagian Mikroskop – Mikroskop merupakan salah satu alat optik yang cukup dikenal secara luas oleh masyarakat. Alat optik satu ini digunakan untuk melihat atau mengamati benda yang berukuran sangat kecil di mana biasanya benda tersebut tidak mampu dilihat oleh kasat mata. Misalnya, mikroskop digunakan untuk melihat bakteri atau sel dari tumbuhan.

Dengan menggunakan mikroskop, maka benda-benda atau partikel yang sangat kecil tersebut akan bisa diamati dengan lebih baik dan detail partikel akan terlihat lebih jelas. Biasanya, mikroskop digunakan untuk keperluan lab biologi dan juga digunakan dalam praktik sekolah. Nah, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang mikroskop secara lengkap.

Mengetahui dengan detail dari sebuah mikroskop akan membuat Anda menjadi tahu apa saja part dari mikroskop yang membentuk sebuah kesatuan alat. Selain itu, dengan mengetahui beragam unsur mikroskop tersebut, maka Anda juga akan bisa mengetahui bagaimana cara menggunakan dan juga cara kerja dari mikroskop tersebut.

Lantas, apa saja bagian mikroskop yang harus diketahui agar pemahaman mengenai mikroskop menjadi lebih maksimal? Simak beberapa ulasan di bawah ini.

Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya

Bagian mikroskop

Secara umum, bagian mikroskop tersebut dibagi menjadi dua, yakni bagian optik dan mekanik. Pada bagian optik, ada beberapa bagian yang akan membuat proyeksi bayangan. Bagian dari optik tersebut terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, kondensor dan reflektor.

Sementara itu, bagian mikroskop yang masuk dalam kelompok mekanik adalah pengatur fokus, tabung mikroskop, revolver, penjepit objek, diafragma, meja objek, lengan mikroskop, kaki mikroskop dan sendi inklinasi. Nah, jika dilihat, bagian mekanik memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan mikroskop optik.

Lantas, bagaimana penjelasan lebih detail mengenai mikroskop tersebut? Kita akan melihat beberapa detail dari unsur mikroskop tersebut beserta fungsinya di bawah ini.

1. Lensa Objektif

Lensa Objektif

Lensa objektif ini adalah lensa dari mikroskop yang terletak di dekat objek yang akan diamati. Jadi, lensa objektif bisa disebut juga sebagai lensa pengintai dari objek benda.

Nah, secara umum, fungsi dari lensa objektif adalah untuk memperbesar bayangan benda atau objek yang diamati tersebut. Dalam hal ini, ada beberapa jenis perbesaran dari lensa objektif yang bisa disesuaikan. Adapun perbesaran tersebut adalah 10x, 40x dan 100x.

2. Lensa Okuler

Lensa Okuler

Bagian kedua dari mikroskop yang masuk dalam bagian optik adalah lensa okuler. Berbeda dengan lensa objektif, lensa okuler terletak di dekat mat dari pengamat. Dalam hal ini, lensa okuler akan ditempatkan di sebuah tabung yang akan membantu proses pengamatan dengan menggunakan mikroskop.

Nah, fungsi dari lensa okuler tersebut adalah untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Adapun perbesaran yang bisa dilakukan dengan menggunakan lensa okuler pada mikroskop ini adalah 5x, 10x dan 12,5x.

3. Reflektor

Reflektor

Reflektor juga masuk dalam bagian optik pada mikroskop. Nah, reflektor ini seringkali disebut dengan nama lain cermin pengatur. Ini merupakan cermin yang berfungsi untuk membuat refleksi atau memantulkan cahaya ke dalam diafragma.

Secara umum, reflektor memiliki 2 sisi, yakni sisi datar dan sisi cekung. Kedua sisi ini bisa dilepas dan diganti dengan sumber cahaya menggunakan lampu. Pada model-model mikroskop yang terbaru, cermin ini sudah tidak digunakan lagi karena sudah ada sumber cahaya secara langsung yang terpasang di bawah atau kaki mikroskop.

4. Kondensor

Kondensor

Bagian lain dari mikroskop yang perlu diketahui adalah kondensor. Secara umum, salah satu dari bagian mikroskop yang cukup penting ini berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk ke dalam mikroskop.

Cahaya yang masuk tersebut melalui kondensor akan difokuskan guna menerangi objek. Ketika cahaya berhasil difokuskan, maka pengamatan objek akan menjadi lebih mudah dan objek bisa diamati dengan lebih jelas.

5. Tabung Mikroskop

Tabung Mikroskop

Bagian mikroskop lain yang penting untuk diketahui adalah tabung mikroskop. Nah, secara umum, tabung mikroskop ini memiliki fungsi untuk mengatur fokus serta menjadi penghubung antara lensa okuler dan juga lensa objektif dalam mikroskop.

6. Revolver

Revolver

Revolver merupakan bagian mikroskop yang masuk dalam kelompok mekanik. Secara umum, fungsi dari revolver adalah untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan. Dalam hal ini, dengan menggunakan revolver Anda akan bisa mengetahui perbesaran lensa objektif sesuai keinginan sehingga pengamatan akan lebih maksimal.

7. Lengan Mikroskop

Mikroskop memiliki bagian dengan nama lengan. Nah, lengan mikroskop ini adalah bagian mekanik mikroskop yang cukup penting. Lengan mikroskop adalah bagian yang digunakan untuk memegang mikroskop saat pengamatan. Dengan adanya lengan mikroskop, maka pengamatan bisa dilakukan dengan lebih baik dan hasilnya tidak akan blur.

8. Meja Benda

Bagian lain dari mikroskop untuk diketahui adalah meja benda. Bagian mikroskop ini berfungsi untuk menempatkan objek yang akan diamati. Nah, pada detail meja benda tersebut terdapat penjepit objek di mana fungsi dari penjepit objek tersebut adalah untuk menjaga objek teramati agar tidak geser dan tetap pada posisi awal saat pengamatan.

9. Makrometer

Makrometer adalah bagian mikroskop yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tabung mikroskop secara tepat. Dalam hal ini, makrometer akan membantu pengamat untuk mendapatkan kejelasan dari objek yang diamati sesuai dengan keinginan.

10. Mikrometer

Mikrometer adalah bagian dari mikroskop yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat. Mikrometer ini juga akan membantu seorang pengamat untuk mendapatkan hasil pengamatan yang lebih maksimal dari objek kecil yang diamati.

11. Kaki Mikroskop

Bagian lain dari mikroskop yang masuk dalam kategori mekanik adalah kaki mikroskop. Bagian ini merupakan penyangga secara keseluruhan dari mikroskop yang Anda gunakan. Nah, mengenai fungsinya, bagian dari mikroskop akan menjadi penyangga agar mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan dan tidak bergeser sehingga pengamatan akan lebih lancar.

12. Diafragma

Diafragma ini akan berpengaruh pada hasil pengamatan yang Anda lakukan. Hal ini cukup beralasan karena fungsi dari diafragma adalah untuk mengatur banyak dan sedikitnya cahaya yang masuk. Diafragma ini bisa diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan saat mengamati.

13. Sendi Inklinasi

Bagian lain dari mikroskop yang tidak boleh dilupakan adalah sendi inklinasi. Ini adalah hal penting dari mikroskop yang juga berpengaruh pada proses pengamatan. Sendi inklinasi digunakan untuk mengatur zona atau derajat kemiringan dari mikroskop.

Jadi, secara umum, sendi inklinasi bisa diatur sedemikian rupa sesuai dengan derajat kemiringan yang diinginkan. Dengan adanya sendi inklinasi ini maka pengamatan objek kecil akan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan pengamat tentu akan lebih nyaman dalam semua proses pengamatan yang dilakukan.

Beragam Jenis Mikroskop

Ya, dalam hal ini, Anda sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari mikroskop. Perlu diketahui bahwa sebenarnya ada beberapa jenis mikroskop yang memberikan detail yang berbeda.

Perbedaan jenis mikroskop tersebut tentu saja akan berpengaruh pada fungsi serta bagaimana cara penggunaan mikroskop tersebut untuk mengukur partikel kecil tersebut. Adapun beberapa jenis dari mikroskop tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mikroskop Cahaya

Mikroskop Cahaya

Jenis mikroskop pertama yang perlu Anda ketahui adalah mikroskop cahaya. Ini adalah salah satu jenis mikroskop yang paling umum dan paling familiar yang dikenal oleh masyarakat. Seperti namanya, mikroskop ini menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Cahaya matahari tersebut akan digunakan untuk memperbesar bayangan objek.

Dengan adanya sinar matahari tersebut, maka objek yang diamati bisa terlihat lebih detail. Nah, biasanya, mikroskop cahaya ini memiliki tiga lensa objektif dengan tingkat pembesaran yang berbeda-beda.

Adapun lensa objektif ini memiliki tingkat pembesaran lemah untuk pembesaran 4 hingga 10 kali, tingkat pembesaran sedang hingga 40 kali dan tingkat pembesaran kuat hingga 100 kali. Selain itu, jenis mikroskop ini hanya memiliki satu jenis lensa okuler dengan pembesaran hingga 10 kali.

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron

Jenis mikroskop lain yang ada di pasaran dan biasa digunakan adalah jenis mikroskop elektron. Sama seperti namanya, jenis mikroskop ini menggunakan elektron sebagai sumber energi di mana bisa digunakan untuk memperbesar bayangan objek. Nah, mikroskop elektron ini menggunakan magnet untuk menggantikan lensa.

Penggunaan magnet pada jenis mikroskop elektron ini berpengaruh pada tingkat pembesaran yang bisa digunakan. Dengan menggunakan mikroskop elektron, Anda bisa melakukan pengukuran benda atau partikel kecil dengan pembesaran hingga jutaan kali.

Dilihat dari detail mikroskop, maka bisa dilihat bahwa mikroskop elektron merupakan pembaruan daripada jenis mikroskop cahaya. Nah, selain itu, mikroskop elektron cenderung lebih sering digunakan pada lab dengan standard internasional karena membutuhkan perawatan yang lebih khusus daripada mikroskop cahaya.

Cara Menggunakan Mikroskop

Hal lain yang perlu untuk dipahami terkait mikroskop adalah cara untuk menggunakannya. Nah, untuk mempermudah proses pengamatan, maka Anda harus tahu bagaimana cara menggunakan mikroskop ini.

Adapun cara untuk menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut:

  • Benda yang diamati diletakkan di atas kaca preparat dan diletakkan di atas meja kerja. Kemudian, lensa okuler mulai diputar perlahan dengan penyesuaian perbesaran yang lemah.
  • Setelah itu, putar pada bagian makro-meter ke arah belakang dan geser pemutar lensa. Atur posisi lensa objektif agar sesuai dengan arah dari datangnya cahaya. Dalam hal ini, pengaturan awal bisa menggunakan perbesaran 10x atau 25x.
  • Setelah itu, naikkan kondensor dan buka bagian diafragma agar cahaya masuk dengan sempurna. Putar pada bagian cermin secara perlahan dan lakukan pengamatan.
  • Putar mikrometer mendekat ke arah meja benda dan atur lensa objektif cukup dekat dengan preparat. Amati objek benda dengan saksama.

Demikian beberapa ulasan mengenai mikroskop dan beberapa fungsinya. Jika dilihat, maka ada cukup banyak bagian dari mikroskop yang memiliki fungsi berbeda untuk membantu Anda melakukan pengamatan benda kecil dengan maksimal. Semoga bermanfaat.

Pelajari Juga: Cara Membaca Jangka Sorong

1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post