sejarah atletik

Sejarah Atletik dan Ragam Cabang Atletik

Total
0
Shares

Sejarah Atletik – Siapa yang tidak kenal atletik? Secara umum, atletik adalah campuran atau kombinasi dari beberapa tipe cabang olahraga.

Beberapa cabang olahraga tersebut secara garis besar bisa digolongkan menjadi beberapa olahraga, seperti lari, lompat dan lempar.

Oleh karena itu, mengetahui terkait sejarah atletik tentu sangat menarik untuk menambah wawasan.

Nah, secara bahasa, atletik berasal dari bahasa Yunani dengan kata Athlon yang berarti sebagai kontes.

Oleh karena itu, atletik seringkali disebut juga dengan sebutan kontes beragam jenis cabang olahraga dalam satu waktu.

Menurut catatan sejarah atletik, perlombaan atletik secara resmi pertama kali diadakan dalam olimpiade tahun 776 SM yang lalu. Sudah sangat lama!

Dewasa ini, atletik menjadi salah satu olahraga yang sangat diminati di Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, animo masyarakat terkait olahraga ini sangat tinggi.

Selain itu, Indonesia juga menghasilkan cukup banyak atlet yang memiliki skill sangat bagus sehingga bisa bertarung dalam kancah perlombaan atletik di dunia internasional.

Sejarah Atletik di Dunia

sejarah atletik
Dalam catatan yang membahas mengenai sejarah atletik, ditemukan fakta bahwa perlombaan atletik dilakukan pertama kali oleh negara Yunani.

Hal ini dapat ditemukan dalam sebuah karya yang ditulis oleh Homerus. Dalam buku tersebut diceritakan bahwa ada salah satu kunjungan dan petualangan di sebuah kepulauan di Yunani selatan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak kerajaan disambut dengan meriah oleh warga yang didatangi.

Para warga kemudian menghelat beberapa jenis perlombaan sebagai salah satu bentuk sambutan yang diberikan.

Adapun perlombaan yang diadakan untuk menyambut kedatangan pihak kerajaan tersebut adalah lari, lempar cakram, tinju dan gulat.

Setelah itu, dalam catatan mengenai sejarah atletik, Yunani melakukan perlombaan olimpiade pertama kali pada tahun 776 SM.

Ini adalah olimpiade tertua dan kuno yang diselenggarakan. Ada beberapa perlombaan yang dilakukan dalam olimpiade tersebut di mana setiap peserta yang bertanding akan memperebutkan sebuah medali.

Meskipun atletik sudah lama ada dan muncul sebagai salah satu perlombaan paling ramai, namun organisasi yang membawahi cabang atletik di dunia dalam tingkat internasional baru dibentuk sekitar tahun 1912.

Pembentukan organisasi tersebut berbarengan dengan olimpiade kelima yang diadakan di Stockholm, Swedia.

Organisasi yang dibentuk tersebut diberikan nama International Amateur Athletic Federation atau disingkat menjadi IAAF.

Sejak saat itu, atletik secara lebih terstruktur berkembang dengan sangat pesat.

Organisasi tersebut melebarkan sayap atletik ke berbagai penjuru dunia dan mengadakan beragam event dan kejuaraan dalam waktu yang berbeda-beda.

Sejarah Atletik di Indonesia

Sejarah Atletik
Lalu, bagaimana dengan sejarah atletik di Indonesia? Meskipun sumber mengenai hal ini cukup sedikit, namun salah satu catatan mengatakan bahwa atletik hadir di bumi Indonesia sekitar tahun 1930.

Fakta ini menunjukkan bahwa sebenarnya Indonesia termasuk yang cukup terakhir mengenal hal-hal terkait atletik setelah bangsa-bangsa di kawasan Eropa.

Persebaran atletik di Indonesia dimulai oleh orang-orang Belanda yang pada waktu itu menguasai Indonesia.

Pada saat itu, pemerintahan kolonial Belanda menjadikan atletik sebagai salah satu mata pelajaran yang harus diajarkan di sekolah.

Oleh karena itu, mulailah segelintir orang mengenal apa itu atletik dari bangku sekolah.

Oleh karena hanya terpusat di sekolah, dalam catatan sejarah atletik dijelaskan bahwa atletik dulu hanya dibicarakan oleh segelintir orang saja.

Hanya mereka yang berpendidikan yang mengerti apa itu atletik. Namun, seiring berjalannya waktu dan karena mulai banyak perlombaan atletik yang diadakan, cabang olahraga ini mulai dikenal lebih jauh oleh para masyarakat.

Ya, atletik menjelma menjadi salah satu tema diskusi yang menyenangkan dan hobi baru bagi berbagai kalangan masyarakat.

Sejarah atletik di Indonesia mencatat bahwa pemerintah kolonial Belanda membentuk organisasi khusus untuk menangani hal-hal terkait atletik.

Nama organisasi tersebut adalah Nederlands Indische Athletiek Unie. Organisasi tersebut dibentuk dengan misi untuk melakukan berbagai pertandingan atletik di Indonesia.

Meskipun dalam literatur mengenai sejarah atletik Indonesia termasuk yang cukup tertinggal perihal dunia atletik, namun ada cukup banyak atlet professional yang lahir.

Lahirnya para atlet professional tersebut memang tidak lepas dari organisasi atletik yang dibentuk oleh Belanda tadi.

Adapun beberapa atlet professional atletik yang lahir di Indonesia adalah Harun Al Rasyid, Effendi Saleh, M. Murbambang, Mochtar Sales dan lainnya.

Bahkan, Nur Bambang berhasil memecahkan rekor lari jarak pendek hanya dengan waktu sekitar 10.8 detik saja.

Akan tetapi, ada catatan kelam mengenai sejarah atletik di Indonesia, tepatnya pada saat pendudukan Jepang.

Pada saat itu, pemerintah Jepang yang berkuasa membekukan segala aktivitas atletik di Indonesia. Oleh karena itu, dunia atletik sempat vakum di Indonesia.

Akan tetapi, setelah masa kemerdekaan sekitar tahun 1946, atletik dibuka kembali dan dikembangkan.

Macam-macam Cabang Atletik

Dalam beberapa catatan terkait sejarah atletik, ada beberapa cabang atletik yang dipertandingkan.

Memang, atletik sendiri merupakan kombinasi dari beberapa cabang olahraga yang berbeda.

Nah, cabang-cabang atletik tersebut juga berkembang dari waktu ke waktu dan mulai dipertandingkan secara reguler.

Adapun beberapa cabang atletik adalah sebagai berikut :

1. Tolak Peluru

tolak peluru
Salah satu cabang atletik yang cukup dikenal adalah tolak peluru. Tolak peluru menjadi cabang atletik pertama yang dijadikan perlombaan.

Olahraga ini juga termasuk yang cukup familiar di kalangan masyarakat karena sudah mulai diperkenalkan saat usia sekolah.

Nah, dalam praktiknya, tolak peluru menggunakan sebuah bola pejal yang terbuat dari bahan besi sebagai media utama.

Tugas dari seorang atlet adalah melemparkan peluru besi tersebut dengan teknik yang diperbolehkan sejauh yang ia bisa.

Atlet yang memiliki jarak lemparan paling jauh akan keluar sebagai pemenangnya.

2. Lempar Lembing

Lempar Lembing
Dalam catatan sejarah atletik, lempar lembing masuk dalam salah satu olahraga yang masuk dalam kategori atletik.

Olahraga ini dilakukan dengan cara melemparkan lembing yang berbentuk seperti tongkat dengan jarak sejauh yang mereka bisa lakukan.

Semakin jauh lemparan lembing yang dilempar, maka nilai yang didapatkan oleh atlet akan semakin tinggi dan bisa saja ia akan menjadi seorang pemenang.

Namun, tentu ada beberapa syarat dan ketentuan mengenai cabang atletik ini yang harus dipahami. Adapun beberapa syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Lembing yang digunakan harus memiliki panjang antara 2,2 meter hingga 2,3 meter untuk perempuan dan 2,6 meter hingga 2,7 meter untuk laki-laki
  • Berat lembing yang digunakan adalah sekitar 600 gram untuk perempuan dan 800 gram untuk laki-laki
  • Pusat gravitasi terletak pada jarak 0,8 meter hingga 0,92 meter untuk perempuan dan 0,9 meter hingga 1,06 meter untuk laki-laki.

3. Lempar Cakram

Lempar Cakram
Olahraga lain yang masuk dalam cabang atletik adalah lempar cakram. Seperti namanya, olahraga ini menggunakan cakram sebagai media paling penting yang digunakan.

Nah, dalam praktiknya, olahraga ini dilakukan dengan melempar cakram yang berbentuk seperti piringan dengan teknik khusus yang sudah ditentukan.

4. Lompat Tinggi

Lompat Tinggi
Lompat tinggi merupakan salah satu cabang atletik yang masuk pertama kali dalam perlombaan atletik dalam catatan sejarah atletik.

Seperti namanya, olahraga ini dilakukan dengan cara melompat melewati rintangan dengan tinggi yang sudah ditentukan.

Ada beberapa kelas yang disediakan dan dibuka untuk dijadikan perlombaan.

Selain berusaha untuk melompat dan melewati rintangan tanpa terjatuh, salah satu hal lain yang menjadi catatan dari perlombaan ini adalah cara pendaratan para atlet yang bertanding.

5. Lompat Galah

Lompat galah

Lompat galah juga masuk dalam salah satu cabang atletik yang dijadikan perlombaan dalam olimpiade.

Dalam hal ini, lompat galah bisa dikatakan mirip dengan lompat tinggi karena pada dasarnya ada rintangan yang harus dilalui dengan cara melompat untuk mendapatkan poin.

Namun, perbedaannya, lompat galah dilakukan dengan menggunakan bantuan sebuah galah saat melompati rintangan tersebut.

Karena menggunakan sebuah galah, maka tinggi rintangan dari perlombaan ini juga cenderung lebih tinggi daripada perlombaan lompat tinggi yang hanya menggunakan kaki untuk bertumpu saat melompat.

6. Lari Jarak Pendek

lari jarak pendek
Lari jarak pendek adalah jenis olahraga lari yang menempuh jarak relatif pendek.

Ada beberapa cabang dari olahraga ini di mana dibedakan menurut jarak yang akan ditempuh oleh para atlet lari tersebut.

Adapun beberapa jarak yang masuk dalam kategori lari jarak pendek adalah 100 meter, 200 meter dan 400 meter.

Lari jarak pendek dalam dunia atletik merupakan salah satu cabang atletik yang memberikan fokus lebih banyak pada kecepatan untuk meraih finish.

Jadi, semakin cepat mencapai finish, maka seorang atlet akan memenangkan laga.

7. Lompat Jauh

Lompat Jauh
Cabang atletik lain berkaitan dengan lompat adalah pertandingan lompat jauh.

Ya, olahraga ini termasuk juga sebagai salah satu jenis cabang atletik yang banyak dipertandingkan.

Dalam hal ini, sebagaimana namanya, seorang atlet harus melompat sejauh mungkin untuk mendapatkan poin yang maksimal.

Nah, dalam praktiknya, ada beberapa ketentuan mengenai perlombaan yang satu ini, seperti adanya garis batas minimal yang harus dilalui oleh para atlet.

Selain itu, lomba ini diadakan di sebuah kolam dengan pasir sebagai media pendaratan untuk mencegah terjadinya cedera kaki bagi para atlet tersebut.

8. Lari Jarak Jauh

Lari Jarak Jauh
Cabang atletik lainnya yang menjadi menu perlombaan dalam olimpiade adalah lari jarak jauh.

Berbeda dengan lari jarak pendek, cabang atletik ini mengharuskan atlet untuk berlari dengan jarak yang cukup jauh.

Adapun beberapa pembagian jarak terkait cabang atletik ini adalah 3.000 meter, 5.000 meter dan 10.000 meter. Cabang atletik ini juga seringkali disebut sebagai lari marathon.

Nah, meskipun sama-sama mencari siapa yang menyentuh finish terlebih dahulu, namun ada perbedaan cukup signifikan antara lari jarak pendek dan lari jarak jauh.

Dalam perlombaan lari jarak jauh, seorang atlet harus memiliki kemampuan yang baik untuk melatih dan mengatur tempo lari.

Hal ini sangat penting karena jarak yang jauh membutuhkan tenaga yang lebih banyak.

Jika ia mengawali perlombaan dengan sprint, bisa jadi ia akan kehabisan tenaga di tengah perjalanan.

9. Panahan

Panahan
Panahan adalah cabang atletik yang cukup baru ditambahkan. Nah, olahraga ini menggunakan alat panah sebagai media utama.

Tugas dari seorang atlet adalah mencari poin dengan cara mengarahkan busur panah ke sasaran yang sudah ditentukan dengan jarak tertentu.

Nah, demikian beberapa ulasan terkait sejarah atletik dan juga beberapa cabang olahraga atletik yang kini menjadi menu pertandingan di olimpiade.

Anda tentu bisa mempelajari beberapa cabang atletik tersebut dan melatih diri Anda untuk memiliki skill yang bagus.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post