Gambar bagian telinga

Anatomi Bagian Telinga dan Penjelasannya

Total
0
Shares

Anatomi Bagian Telinga – Telinga merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat penting. Tanpa adanya telinga, tentu saja Anda tidak bisa mendengar. Nah, untuk bisa mendengar dengan baik dan jelas, ada beberapa bagian yang memiliki peranan penting.

Indera pendengar ini akan mengidentifikasi sebuah suara tiap kali mendengar suara. Setelah itu, otak serta sistem saraf pusat yang ada kemudian akan melakukan persepsi dari energi suara itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan bagian-bagian telinga serta fungsi bagian telinga itu sendiri.

Anatomi Bagian Telinga

Anatomi Bagian Telinga

Kemampuan manusia untuk bisa mendengar suatu suara yakni berada pada frekuensi 20 sampai 20.000 Hz. Kemampuan yang dimilikinya tersebut tentu saja tidak lepas dari anatomi indera pendengaran yang satu ini.

Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yakni telinga bagian luar, telinga bagian tengah dan telinga bagian dalam.

Tiap-tiap bagian tersebut tentu saja dilengkapi dengan beberapa organ dan memiliki peranan masing-masing. Lalu, apa peranan dari masing-masing organ yang ada di telinga?

1. Telinga Bagian Luar

telinga luar

Telinga bagian luar yang satu ini berfungsi sebagai corong yang mana akan menangkap getaran suara yang muncul serta membantu menyalurkannya sampai ke gendang telinga.

Untuk telinga luar ini sendiri terdiri dari dua bagian, yakni daun telinga dan liang telinga. Masing-masing dari kedua bagian tersebut tentu saja memiliki peranan masing-masing yang akan dijelaskan di bawah ini.

– Daun Telinga

Daun telinga disebut juga dengan pinna. Bagian ini adalah bagian telinga terluar yang mudah terlihat dan paling menonjol. Normalnya, manusia memiliki dua buah daun telinga yang berada di sisi kanan dan kiri. Daun telinga ini sendiri terbentuk dari tulang rawan.

Nah, fungsi dari daun telinga itu sendiri ialah sebagai tempat untuk mengumpulkan gelombang suara yang datang, serta menyalurkannya ke liang ataupun saluran telinga.

Tak hanya itu, fungsi dari daun telinga ini sendiri juga sebagai lokalisasi suara yaitu dengan merasakan daun telinga terhadap sisi mana yang lebih dekat dengan sumber suara.

– Liang Telinga

Bagian yang kedua yaitu salurang telinga. Saluran telinga yang dimiliki oleh orang dewasa memiliki panjang sekitar 3 cm. Untuk bentuk dari saluran telinga yang satu ini seperti huruf “S”.

Nah, pada bagian awal saluran telinga sendiri tersusun oleh tulang rawan serta pada bagian selanjutnya tersusun oleh tulang keras. Fungsi dari saluran telinga ialah untuk menyalurkan getaran suara yang ditangkap oleh daun telinga menuju ke telinga bagian tengah.

2. Telinga Bagian Tengah

Bagian Tengah

Yang kedua yakni ada telinga bagian tengah. Telinga yang satu ini terletak di antara telinga bagian luar dan telinga bagian dalam. Untuk membedakan telinga bagian tengan dengan bagian luar, ada sebuah membrane yang disebut dengan membrane timpani atau gendang telinga.

Bentuk dari telinga bagian tengah ini sendiri seperti kubah yang mempunyai enam sisi. Nah, untuk fungsinya sendiri, telinga bagian tengah berguna untuk memindahkan getaran suara yang berada di gendang telinga menuju ke cairan telinga yang terdapat di bagian dalam. Pada telinga bagian tengah yang satu ini memiliki beberapa bagian seperti pada penjelasan berikut:

– Gendang Telinga

Bagian yang pertama yaitu membran timpani atau yang biasa disebut dengan gendang telinga. Bagian yang satu ini berupa selaput yang memisahkan saluran atau lubang telinga luar dengan telinga tengah. Bentuknya yang menyerupai gendang membuatnya disebut dengan gendang telinga.

Untuk ukuran dari gendang telinga sendiri yakni berdiameter 1 cm dengan bentuk yang cekung. Pada bagian gendang telinga yang satu ini juga terdapat saraf yang mana akan membuat Anda merasa sakit jika menyentuh gendang telinga.

Sedangkan untuk fungsi yang dimiliki oleh gendang telinga tersebut untuk merespon suara yang ditandai dengan adanya getaran pada gendang telinga itu sendiri.

– Rongga Timpani

Di bagian kedua, ada yang disebut dengan rongga timpani. Apa itu rongga timpani? Rongga timpani ini sendiri merupakan sebuah selaput yang terdiri atas tiga tulang pendengaran serta dua otot pendengaran. Rongga timpani juga disebut dengan membrane timpani.

Berikut penjelasan mengenai bagian yang ada di dalam rongga timpani:

– Tulang Pendengaran

Tulang pendengaran juga disebut dengan osikel pendengaran. Tulang tersebut memiliki fungsi untuk menghubungkan membrane timpani dengan telinga yang ada di bagian dalam. Tulang pendengaran yang satu ini terdiri atas 3 bagian, yakni sebagai berikut:

Maleus (Martil)

Tulang pendengaran maleus atau tulang martil ini menempel di bagian membrane timpani. Bentuk dari tulang ini sendiri seperti martil sehingga juga disebut sebagai tulang martil. Nah, sedangkan untuk fungsi yang dimilikinya ialah untuk meneruskan getaran yang ada pada membrane timpani.

Incus (Landasan)

Yang kedua ada tulang pendengaran incus (tulang landasan). Tulang pendengaran tersebut berada di dekat tulang maleus atau tulang martil.

Incus ini memiliki ukuran yang kecil dan bentuknya seperti landasan pesawat. Untuk fungsi yang dimiliki oleh tulang ini sendiri ialah untuk memberikan respons tulang maleus.

Stapes (Sanggurdi)

Yang terakhir adala tulang pendengaran stapes atau yang lebih dikenal dengan tulang sanggurdi. Bentuk dari tulang satu ini hampir sama dengan bentuk sanggurdi kuda yang melengkung.

Fungsinya untuk memberikan respons dari getaran yang berasal dari tulang stapes serta mengalirkan gelombang suara yang ditangkapnya ke bagian telinga dalam.

Nah, getaran suara yang telah direspon oleh membran timpani ini sendiri selanjutnya akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran dengan sebuah gerakan dan memiliki frekuensi yang sama.

Gerakan dari ketiga tulang pendengaran tersebut nantinya akan menghasilkan sebuah tekanan menyerupai gelombang.

Gelombang itu akan membuat sebuah gerakan yang hampir sama dengan gerakan yang terdapat di cairan telinga bagian dalam.

– Otot Pendengaran

Bagian selanjutnya setelah tulang pendengaran, yakni ada otot pendengaran. Ada dua oto pendengaran yang terdapat di telinga bagian tengah. Kedua otot tersebut bernama otot tensor timpani serta otot stapedius. Lalu, apa yang dimaksud dengan dengan kedua otot tersebut?

Otot tensor timpani merupakan otot telinga yang berada di tulang maleus, sementara itu otot stapedius merupakan otot telinga yang berada di tulang stapes.

Untuk fungsi dari otot tensor timpani ini sendiri ialah untuk menarik gendang telinga ke bagian dalam serta membuatnya menjadi tegang.

Di saat yang sama, otot stapedius akan melindungi telinga dari suara keras yang tiba-tiba muncul sebagai reflex dari timpani. Otot stapedius yang satu ini nantinya akan membantu mengurangi pergerakan dari tulang stapes itu sendiri.

3. Telinga Bagian Dalam

Telinga bagian dalam

Nah, bagian telinga yang ketiga yaitu telinga bagian dalam. Bagian telinga yang satu ini berada di tulang labirin. Tentu saja, bentuk dari tulang labirin sama seperti labirin yang dilapisi dengan menggunakan membran labirin.

Pada bagian antara tulang labirin dan membran labirin sendiri terdapat sebuah bagian yang disebut dengan perilimph. Nah, untuk membrane labirin yang satu ini ternyata mempunyai cairan tersendiri yang disebut dengan endolimph.

Sama halnya dengan beberapa bagian tengah lainnya, telingah bagian dalam yang satu ini juga tersusun atas beberapa bagian yakni koklea, ruang koklea dan organ kortil. Untuk penjelasan dari masing-masing bagian itu sendiri ialah sebagai berikut:

– Koklea

Yang pertama yaitu ada koklea. Koklea ini sendiri adalah bagian dari telinga dalam dengan bentuk spiral seperti sebuah rumah siput. Fungsi dari adanya bagian tersebut adalah untuk mengubah getaran suara yang datang menjadi sebuah persepsi pendengaran. Koklea ini memiliki ukuran dengan tinggi 5 mm dan lebar 9 mm.

– Ruang Koklea

Bagian kedua yakni ada ruang koklea. Ruang koklea memiliki tiga ruang yang mana masing-masing dari ruang tersebut berisi cairan berlimpah. Tiga ruangan ini adalah ruang atas, ruang depan serta ruang bawah.

Hanya terdapat satu ruang saja yang diisi dengan menggunakan endolimph yakni ruang tengah atau yang biasanya disebut dengan saluran koklea.

Sama halnya dengan beberapa organ telinga lain, fungsi yang dimiliki oleh ruang koklea ialah untuk menampung cairan yang berasal dari koklea.

– Organ Kortil

Bagian ketiga yang dimiliki oleh telinga dalam adalah organ kortil. Organ kortil tersebut dilapisi oleh sebuah membrane, yang mana membrane ini disebut dengan membrane basilar.

Ukuran dari organ kortil sendiri seperti kacang polong. Fungsinya ialah untuk mengubah gelombang yang datang menjadi impuls saraf.

Di dalam organ korti sendiri ternyata ada beberapa bagian penting. Di antaranya yaitu sel rambut dalam, sela rambut luar serta sel penunjang Deiters, Hensen’s, Claudiu’s, membrane tektoria serta lamina.

Berbagai macam komponen tersebut yang akan menyampaikan persepsi suara menuju otak serta sistem saraf pusat. Hal inilah yang membantu manusia bisa mendengar serta memberikan respon terhadap sesuatu.

Berbagai macam bagian telinga tersebut tentu saja memiliki peranannya sendiri-sendiri. Terlebih lagi setiap fungsi bagian telinga sangat penting agar Anda bisa memiliki pendengaran yang baik.

Setiap bagian yang ada di dalam telinga memiliki ukuran yang lebih kecil serta sangat rentan untuk mengalami kerusakan.

Tips Menjaga Kesehatan Telinga

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk merawat kesehatan telinga. Ada berbagai macam cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan telinga dan menjadikan pendengaran Anda menjadi lebih baik. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Jagalah kondisi telinga agar tetap kering, hal ini karena telinga yang lembab akan membuat bakteri menjadi lebih mudah masuk dan berdiam diri di dalam telinga.
  2. Memberikan waktu bagi telinga untuk berisirahat, hal ini dilakukan apabila Anda sering beraktivitas di tempat yang bising.
  3. Gunakan headphones daripada earbuds, earbuds lebih berbahaya karena letaknya lebih dekat dengan gendang telinga.
  4. Turunkan volume suara, penggunaan perangkat audio yang terlalu keras akan mengakibatkan penurunan kualitas pendengaran.
  5. Gunakan earplugs apabila Anda berada di lingkungan yang bising.
  6. Rutinlah untuk melakukan pengecekan rutin di dokter THT.

Nah, berbagai macam upaya tersebut dilakukan untuk mencegah pendengaran Anda menjadi rusak karena kebiasaan yang tidak baik. Pendengaran merupakan salah satu anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap makhluk-Nya.

Oleh karena itu, Anda harus senantiasa menjaganya agar terhindar dari berbagai macam masalah pendengaran. Semoga penjelasan tentang fungsi bagian telinga ini dapat menambah informasi bagi Anda dan membuat Anda menjadi lebih bersyukur.

BACA JUGA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Metamorfosis Kupu-kupu

Proses Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu – Hal apa yang ada di benak Anda ketika melihat kupu-kupu terbang di sekitar Anda? Tentunya Anda akan mengatakan wahhh cantiknya, atau wahhh bagus sekali, atau wah indah…
View Post